Feeds:
Posts
Comments

tanpa terasa, saat ini kita sudah kembali memasuki bulan Rajab. Artinya tinggal 2 bulan lagi waktu kita untuk mempersiapkan diri menyambut tamu istimewa, Bulan Suci Ramadhan.

Karena itu, mari sama-sama kita berdoa

Allahumma Baarik Lana Fi Rajaba wa Sya’bana,wa Balighna Romadhaana.

“Ya Allah berkahilah kami di bln Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”

Nah, sering sekali, dalam menyambut bulan rajab, kita diajak untuk berpuasa. “Jangan lupa, puasa ra’jab ya!!” adalah kata-kata yang sering kita jumpai, setelah do’a diatas disampaikan. Namun, bagaimana sebenarnya kedudukan puasa rajab dalam islam??

Ternyata, tidak ada riwayat shahih, mengenani puasa di bulan rajab.

adapun riwayat-riwayat sebagai berikut :

1. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Rajab adalah bulan Allah, sya’ban adalah bulanku dan ramadhan adalah bulan umatku. Barangsiapa yang berpuasa rajab dengan keimanan dan penuh harap maka wajib baginya keredhoan Allah yang besar, akan ditempatkan di firdaus yang tertinggi. Barangsiapa yang berpuasa dua hari dari bulan rajab maka baginya pahala yang berlipat dan setiap takarannya sama dengan berat gunung-gunung di dunia dan barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah akan menjadikan puasa itu sebuah parit yang lebarnya satu tahun perjalanan diantara dirinya dengan neraka…” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini maudhu’ (palsu).

2. Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah tetapkan baginya puasa sebulan. Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan rajab maka Allah tutupkan baginya tujuh pintu-pintu neraka. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari dari bulan rajab maka Allah bukakan baginya delapan pintu-pintu surga dan barangsiapa yang berpuasa setengah bulan rajab maka Allah tetapkan baginya keredhoan-Nya dan barangsiapa yang ditetapkan baginya keredhoan-Nya maka Dia tidak akan mengadzabnya. Dan barangsiapa yang berpuasa selama bulan rajab maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak benar karena diantara para perawinya terdapat Aban. Syu’bah mengatakan bahwa berzina lebih aku sukai daripada aku meriwayatkan hadits dari Aban. Ahmad, Nasai dan Dauquthni mengatakan bahwa hadits ini tidaklah diambil karena didalamnya terdapat Amar bin al Azhar. Ahmad mengatakan bahwa hadits ini maudhu’u (palsu). (Al Maudhu’at juz II hal 205 – 206)

Tentang permasalahan ini, Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan didalam kitabnya “Tabyiinul ‘Ajb” hal 23 bahwa tidak terdapat riwayat tentang keutamaan dari bulan rajab, tidak puasa di bulan itu, tidak berpuasa sedikit saja dari bulan itu dan tidak pula mengerjakan qiyamullail yang dikhususkan di bulan itu.

Imam Ibnul Qayyim mengatakan didalam kitab “al Muniful Manar” hal 151 bahwa seluruh hadits yang menyebutkan bulan rajab, melakukan shalat disebagian malam-malam di bulan itu maka ia adalah pendusta dan pembohong.” (Silsilatul Ahaditsil Wahiyah juz II hal 222)

adapaun, mengenai puasa di bulan sya’ban adalah sebagai berikut :

Continue Reading »

Kembali Bersepeda

gw dan sepeda

hmmp, pada note sebelumnya, saya sudah bercerita bahwa kunci sepeda motor saya hilang sehingga, saya terpaksa memakai angkot untuk pergi kuliah. Itu hikmah pertama yang bisa saya petik dari hilangnya kunci motor saya ini.

Hikmah yang kedua, saya dapat hari ini. Pagi tadi mendapat SMS dari seorang al-akh untuk membela Majelis Ta’lim Salman ITB dalam kompetsi futsalman (kompetisi futsal antara unit-unit salman). Ketika itu saya memutuskan untuk naik sepeda ke Sasana OlahRaga Ganesha, tempat berlangsungnya pertandingan.

nah, saya mendapat pelajaran, ternyata jalan yang biasa saya tempuh (dan kebanyakan jalan di bandung) ternyata banyak yang berupa tanjakan dan turunan. Jalan dago contohnya, dari arah simpang menuju ITB ternyata berupa turunan, yang kalau kita tidak baik sepede sungguh tidak akan terasa. Namun jalan taman sari dari kebun binatang menuju Sabuga ternyata landai. Suatu hal yang tidak saya perhatikan selama 2 tahun melewati jalan tersebut.

bersepeda juga mengingatkan saya, akan kenangan masa SD di Surabaya. ketika itu, untuk ke sekolah saya selalu bersepeda. Entah mengapa setiap bersepeda membawa saya kembali ke surabaya. Ingat kerika itu main sepeda kemana-mana. Setiap sore keliling pakis, mencari rute-rute baru menuju sekolah. Turing keliling bareng teman. Sepeda saya ketika itu berwarna hitam dan dibeli pada pasar sepeda bekas di surabaya (namanya lupa). Sama seperti “belalang tempurku”, sepeda itu merupakan kendaraan kesayanganku. Sayang saat pindah ke Jakarta sepeda itu menjadi jarang digunakan dan akhirnya di jual.

Yang pasti bersepeda lebih sehat dibandingkan naik motor.
(jadi mempertimbangakan untuk membeli sepeda bekas di Bandung, katanya harganya berkisar 100 rb mpe 300rb)

Pidato abu bakar sesaat setelah kaum muslimin berbaiaat kepadanya :

Selepas dibai’at Abu bakar mulai berpidato setelah memuji Allah Pemilik segala pujian

‘Amma ba’du, para hadirin sekalian

sesungguhnya aku telah terpilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terabik, maka jika aku berbuat kebaikan bantulah aku.

Dan jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku.

Kejujuran adalah amanan, sementara dusta adalah suatu pengkhiatan.

Orang yang lemah di antara kalian sesungguhnya kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan haknya kepadanya Insya Allah.

Sebaliknya siapa yang kuat di antara kalian maka dialah yang lemah di sisiku hingga aku akan mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya.

Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah akan timpakan kepada mereka suatu kehinaan, dan tidaklah suatu kekejian terbesar di tengah suatu kaum kecuali adzab Allah akan ditimpakan kepada seluruh kaum tersebut.

Patuhilah aku selama aku mematuhi Allah dan RasulNya.

Tetapi jika aku tidak mematuhi keduanya maka tiada kewajiban taat atas kalian terhadapku.

Sekarang berdirilah kalian untuk melaksanakan shalat semoga Allah merahmati kalian

Pidato Umar sesaat setelah kaum muslimin berbait kepadanya:

Sesudah mengucapkan Hamdalah dan shalawat kepada nabi, dan setelah menyebut tentang Abu Bakar serta jasanya, ia berkata:

Saudara-saudara!! Saya hanyalah salah seorang dari kalian.

Kalau tidak karena segan menolak tawaran Khalifah Rasulullah (abu bakar, red) saya pun akan enggan memikul tanggung jawab ini.

Dia mengucapkan kata-kata tersebut dengan rasa haru, dengan rendah hati dan sangat berhati-hati. Kemudian umar menengadahkan tangannya secara berkata :

Allahumma ya Allah, aku ini sungguh keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku!

Allahumma ya Allah, saya sangat lemah maka berilah kekuatan!

Allahumma ya Allah,aku ini kikir maka jadikanlah aku orang yang dermawan dan bermurah hati!.

Umar berhenti sejenak, hingga orang-orang tenang kembali dan  melanjutkan:

Allah telah menguji kalian dengan saya, dan menguji saya dengan kalian.

Sepeninggal sahabatku, sekarang saya berada di tengah-tengah kalian.

Tak ada persoalan kalian yang saya harus saya hadapi lalu diwakilkan kepada orang lain selain saya.

Dan tak ada yang tak hadir disini lalu meninggalkan perbuatan terpuji dan amanat.

Kalau mereka berbuat baik akan saya balas dengan kebaikan, tetapi kalau melakukan kejahatan, terimalah bencana yang akan saya timpakan kepada mereka.

Menengok kondisi umat Islam saat ini, kita sebagai umat muslim harus mengakui kenyataan bahwa islam semakin dipinggirkan dari dunia perpolitikan dunia. Ironisnya hal ini pun terjadi di negeri yang mayoritas mulsim dan menyandang status negeri islam terbesar di dunia, Indonesia. Terbukti pada saat pemilu legislatif yang baru saja selesai, partai yang membawa ideologi islam hanya mampu menempati peringkat keempat, jauh dibawah tiga partai nasionalis yang berkuasa.

Umat islam –khususnya umat islam Indonesia- seakan benar-benar termakan oleh pemikiran sekulerisme yang berusaha memisahkan antara agama dengan kekuasaan. Agama hanyalah masalah individu yang sama sekali harus dipisahkan dengan urusan masyarakat, bangsa dan negara. Sesungguhnya pemikiran ini berasal dari para orientalis barat yang memaksakan pemikiran mereka berdasarkan sejarah masa lalu mereka. Dahulu ketika eropa berada dalam zaman kegelapan, dimana pada saat itu kekuasaan gereja begitu besar. Hidup mati seseorang dapat ditentukan oleh kekuasaan yang mengalir di gereja bahkan gereja pula yang menentukan seserang ditempatkan di syurga atau neraka ketika mereka mati. Dan eropa pun bangkit ketika akhirnya ilmu pengetahuan mengalahkan segala dongeng gereja mereka.

Pemikiran itulah yang ingin mereka bawa ketika berinteraksi dengan kaum muslim. Mereka mencoba memasukkan pemikiran bahwa agama adalah satu hal dan kekuasaan adalah hal lainnya, yang tidak boleh saling beirisan. Dan harus diakui, perang pemikiran ini cukup berhasil. Tengoklah negeri-negeri islam saat ini banyak yang sudah mengadopsi sitem barat. Mereka enggang berhukum kepada hukum islam dan lebih menyukai sistem yang dibangun oleh barat.

Keadaan dan situasi yang demikian memunculkan keinginan sekelompok umat  islam yang ingin kembali membangun daulah islam di bumi ini. Keinginan ini tidak hanya timbul karena kondisi yang ada sekarang, namun juga melihat kenyataan sejarah bahwa ketika daulah islam tegak di muka bumi, keadilan dan kesejahteraan benar-benar terasa nyata. Namun, sayang sekali, keinginan tersebut justru mendapat tantangan dari dalam tubuh umat islam sendiri. Akibat ketidak tahuan mereka akan hakikat daulah yang akan dibangun.

Bagaimana sebenarnya daulah yang ingin dibangun oleh islam?? Dr. Yusuf Qadarawi memberikan jawabannya dalam bukunya FIQH DAULAH, berikut menurut beliau karakteristik daulah yang ingin dibangun oleh islam

Jelas sekali daulah yang ingin dibangun oleh islam sangat berbeda dengan negara manapun yang ada pada saat ini. Baik dari tujuan, sistem, elemen, komponen, dan karakteristiknya.

Bentuk negara : Daulah sipil bukan daulah diniyah


Continue Reading »

rekam jejak perjalanan rihlah Gamais 2007

mentoring di kawah putih

ceritanya mentoring di kawah putih…. hmmp asyik (tapi bikin nyesek)

DSC00318

menuju lapangan tempat beramain bola. tempat tertinggi dimana saya pernah bermain bola.

akhwat

ada akhwatnya juga lho…

semoga perjalanan yang kita lakukan kemarin, tidak menjadi sebuah kesia-siaan. Menautkan hati-hati kita, merapatkan barisan kita dan (semoga) menumbuhkan ukhwah yang kuat diantara pengurus G 2007.

“Angkatan yang kompak, untuk Gamais yang lebih baik”

tiga hari ini saya terpaksa naik angkot karena satu dan lain hal (sebut saja kunci motor saya diilangin teman)
selama tiga hari ini pula saya menjadi uring-uringan karena rasanya ruang gerak saya sangat terbatas, dari yang biasa kemana-mana bawa motor sekarang harus jalan kaki dan naik angkot. Maklum saya terakhir kali rutin naik angkot SMA kelas 2 semester 1. Sudah hampir 5 tahun yang lalu.

Yah, sekali-kali naik angkot ga papa juga kali sur. Santai aja, yang penting nikmati. Pasti ada hikmah dibalik semua ini.

dan benar saja, hikmah pertama yang bisa diambil adalah terketiknya notes ini untuk anda semua,

plus minus naik angkot

enaknya naik angkot
- lebih ramah lingkungan, iyalah kan satu kendaraan dipake rame-rame jadi ga banyak emisi yang terbuang
- lebih hemat energi, saat energi dunia ini semakin mahal dan langka saatnya lakukan penghematan
- bisa melakukan hal yang lain, saya jadi bisa tilwah plus murajaah ketika naik angkot, kalau di motor mah susah karena harus fokus ke jalan, iya kan??
- lebih sehat, karena jarak dari asrama dengan jalan raya cukup jauh, saya jadi punya kesempatan jalan-jalan pagi, dan jalan-jalan sore
- lebih punya waktu untuk memperhatikan keadaan masyarakat. Jalur yang harus saya tempuh untuk naik angkot, merupakan perkampungan kumuh yang cukup membuat hati ini bersyukur dan merintih.

tapi ada ga enaknya juga :
- tidak bisa menebak waktu kehadiran dengan tepat. Saya kemarin terlambat datang untuk kelas semester pendek. Padahal berangkat nya sudah 45 menit sebelum kelas dimulai. Angkotnya ngetem lama banget.
- lebih capek
- ongkosnya lebih gede. Naik motor 15 ribu bisa buat dua minggu, naik angkot sekali jalan 2 ribu. Jauh banget
- ruang gerak terbatasi. ga bisa kemana-mana sekehendak hati.
- dan ini yang paling parah. Ga suka naik angkot karena lebih mudah ngelihat yang ga benar. Ada teteh2 yang suka pake baju adeknya lah, sehingga ketika ia keluar dari angkot, sungguh pandangan yang menyiksa. Belum lagi desak-desakan sama yang bukan mahram.Argggghhhh, parah banget. Ga suka naik angkot terutama karena alasan ini. Mesti banyak nunduk kalau naik angkot dan leher pegel sampai tujuan.

jadi kesimpulannya…
Saya lebih seneng naik motor sendiri. Lebih bebas, aman, dan nyaman!!!
ohhhh, kunciku, cepatlah kembali

Terpikirkan untuk menulis ini sesaat setelah mengikuti latpim ITB, dimana ada kejadian yang sungguh menyadarkan ku batapa pentingnya belajar mengenai ilmu syariah.

Pada hari kesekian (hmmp, kalau ga salah hari ke empat), ketika akan melanjutkan sesi out bond dengan game selanjutnya, tiba-tiba insstuktur bertanya pada peserta, “bagaimana kalau, shalat zuhur dan ashar dijama’ , kita tidak punya waktu lagi, masih banyak kegiatan yang harus kita lakukan”. Segera saja terjadi perdebatan diantara peserta. Ada yang membolehkan untuk di jama’, ada yang tidak. Yang membolehkan berpendapat bahwa kita sedang dalam perjalanan dan boleh menjama’, ada juga yang berpendapat bahwa kita dalam rangka mencari ilmu dan waktu yang kita punya sangat sempit sehingga dapat dijama’. Yang tidak menjama’ (termasuk saya) berpendapat bahwa, jika memang alasan yang disebut diatas bisa dipakai, mengapa tidak sejak hari pertama kita dijama’ sholatnya, akhirnya kami pun shalat secara terpisah, ada yang dijama’ ada yang tidak.

Pesan moral yang saya dapat :

“setiap muslim harus terus berusaha menambah pengetahuannya tentang syari’ah islam”.

Begitu pun  seorang da’i. Banyak sekali pertanyaan awal mad’u adalah seputar masalah syariah,

pertanyaan-pertanyaan seperti :

“kak, hukumnya pacaran gimana sih kak??”

“kak, cara mandi wajib bagi laki-laki gimana sih??”

“kak, wudhu itu ga harus tiga kali yah, yang wajib apa aja sih??”

“kak, kita sholat nya boleh di jama’ ga ya??”

adalah pertanyaan standard mad’u kepada kita. Selain itu urgensi belajar ilmu syariah diantaranya adalah :

1. Mengenal Syariah : Bagian dari Identitas Ke-Islaman Seseorang

Seorang muslim dengan seorang non muslim tidak dibedakan berdasarkan KTP-nya. Juga bukan berdasarkan ras, darah, golongan, bahasa, kebangsaan atau keturunan tertentu.Tetapi berdasarkan apa yang diketahuinya tentang ajaran Islam serta diyakini kebenarannya.

Tidak mungkin seorang bisa dikatakan muslim manakala dia tidak mengenal Allah SWT. Dan tidak-lah seseorang mengenal Allah SWT, manakala dia tidak mengenal ajaran-Nya serta syariat yang telah diturunkan-Nya.

Sehingga mengetahui ilmu-ilmu syariat merupakan bagian tak terpisahkan dari status keislaman seseorang. Maka sudah seharusnya seorang muslim menguasai ilmu syariah, karena syariat itu merupakan penjabaran serta uraian dari perintah Allah SWT kepada hamba-Nya

2. Allah SWT Mewajibkan Setiap Muslim Belajar Syariah

Mempejari Islam adalah kewajiban pertama setiap muslim yang sudah aqil baligh. Ilmu-ilmu ke-Islaman yang utama adalah bagaimana mengetahui MAU-nya Allah SWT terhadap diri kita. Dan itu adalah ilmu syariah. Allah SWT berfirman :

…Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ulama) jika kamu tidak mengetahui (QS. An-Nahl : 43)

Paling tidak, setiap muslim wajib melakukan thaharah, shalat, puasa, zakat dan bentuk ibadah ritual lainnya. Dan agar ibadah ritual itu bisa syah dan diterima oleh Allah SWT, tidak boleh dilakukan dengan pendekatan improvisasi atau sekedar menduga-duga semata. Harus ada dasar dan dalil yang jelas dan kuat. Karena ibadah ritual itu tidak boleh dilakukan kecuali sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dan penjelasan secara rinci dan detail tentang bagaimana format dan bentuk ibadah yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh beliau hanya ada dalam syariat Islam.

Continue Reading »

10 mei setelah melewati hari yang cukup melelahkan (dari malam mempersiapkan bahan untuk persentasi praktikum mekanika tanah, paginya persentasi mektan selama 4,5 jam, dilanjutkan mengerjakan tugas besar rekayasa jalan), hingga malam. Namun pada malam itu juga Allah berkenan mencabut semua rasa lelah itu.

Di malam itu, saya bersama saudara-saudaraku tercinta berkeliling kampus untuk mempublikasikan acara Gamais. Kala itu langit cerah menerangi langkah-langkah kami menyusuri kampus. Udara dingin yang menusuk tidak ikut mendinginkan hangatnya ukhwah diantara kami. Obrolan renyah, dan bercandaan khas ikhwan mengiringi langkah-langkah kami.

hingga ketika melewati Labtek IX C (gedung geodesi dan lingkungan) saya mendongak ke langit dan …

subhanallah, disana ada pemandangan indah yang baru pertama kali saya lihat, Bulan yang purnama kala itu, dikelilingi oleh lingkaran lain yang sangat indah. Lingkaran berwarna pelangi itu seakan melindungi bulan dan membuatnya semakin terlihat indah. Dan mbah google pun menjawab fenomena yang kusaksikan malam itu, namanya adalah halo phonomena

Halo Phenomena

A halo ( also known as a nimbus, icebow or Gloriole) is an optical phenomenon that appears near or around the Sun or Moon, and sometimes near other strong light sources such as street lights. There are many types of optical halos, but they are mostly caused by ice crystals in cold cirrus clouds located high (5–10 km, or 3–6 miles) in the upper troposphere. The particular shape and orientation of the crystals is responsible for the type of halo observed. Light is reflected and refracted by the ice crystals and may split up into colors because of dispersion, similarly to the rainbow.

Sometimes in very cold weather optical halos are formed by crystals close to ground level, called diamond dust. The crystals behave like jewels, refracting and reflecting sunlight between their faces, sending shafts of light in particular directions.

Atmospheric phenomena such as halos were used as an empirical means of weather forecasting before meteorology was developed.

Other common optical phenomena involving water droplets rather than ice crystals include the glory and the rainbow.

(diambil dari wiki)

dalam hati aku hanya dapat bearucap “subhanallah subhanallah”. Dan ukhwah itu pun hadir. Tidak mungkin saya dapat melihat langit seindah itu, jika tidak diajak oleh mereka.  Ingin rasanya terus bersama dalam barisan ini. Belajar bersama dalam keterbatasan. Tertatih mengejar mujahid-mujahid dakwah dalam diri saudara-saudaraku malam itu.

Ya Allah, izinkan hamba tetap membersamai mereka. Izinkan hamba tetap mencintai mereka. Taat dalam barisan mereka, dan izinkan hamba memasuki SyurgaMu bersama-sama mereka.

Older Posts »