
Gaza, tempat dilahirkannya pahlawan-pahlawan islam kembali menangis. Tangis bahagia 300 orang syahid yang dibantai oleh yahudi. Tangis pilu umat islam melihat bumi para nabi diinjak-injak, kehormatannya dinodai, keagungannya dinista. Namun rakyat Gaza tidak pernah menyerah, lihatlah setelah segala penderitaan akibat diembargo secara ekonomi selama 2 tahun, ditambah serangan yang menewaskan penduduk sipil di Gaza, yang diucakan oleh pemimpin Gaza adalah
“lihatlah, penduduk Gaza telah memilih pilihan jihad sementara pihak Zionis menginginkan mereka menyerah.” Ungkap Khaled Misy’al, pemimpin hamas yang merupakan kelompok mayoritas di jalur Gaza.
Dengarkanlah ungkapan kepahlawanan ini saudaraku, agar kita tahu bahwa di bumi para nabi masih ada banyak pahlawan, masih ada banyak mujahidin yang rela mengorbankan jiwa mereka untuk tegaknya Islam di bumi ini.
“Kesabaran ini sudah habis, Hamas bersama semua elemen kekuatan yang lain akan melakukan pembelaan dan tak akan goyah menghadapi Zionis Israel. Inilah saatnya meletus Intifadah jilid 3 agar musuh Zionis mengerti bahwa mereka tidak bisa semena-mena di Gaza.” Sahut Misy’al kembali.
Lihatlah apa yang ada dibenaknya. Bahkan setelah pembantaian yang luar biasa tersebut, yang terpikir adalah kata Jihad, intifadhah ke 3, dan kalimat-kalimat perjuangan lainnya. Tidakkah kita malu, semangat jihad mereka begitu menggelora, mampukah kita mengikutinya.
“Tentu tidak akan terjadi pembantaian seperti ini jika bangsa Arab tidak membisu, Eropa tidak lamban dan dukungan penuh Amerika kepada Israel untuk melakukan pembantaian tersebut. Perlu kami sampaikan bahwa kami dalam keadaan baik, Hamas baik dan Al-Qassam juga mengalami hal yang sama. Dunia akan tahu banyak dari kami tentang komitmen kami terhadap perlindungan bangsa Palestina. Semua pilihan kini terbuka bagi Al-Qassam dan semua faksi perlawanan Palestina harus membalas pembantaian ini,” tambah Fauzi Barhum, Juru Bicara Hamas, menjelaskan.
Lihatlah sekali lagi kawan, mereka tidak berandai-andai. Mereka melakukan tindakan nyata untuk membela agamanya, membela tanah airnya. Pembantaian, terror, siksaan fisik, embargo, tidak akan pernah memadamkan api iman yang telah menyala dalam diri.
Sekarang lihatlah refleksi yang dilakukan ulama negeri ini :
“ Kami sangat iri dan bangga melihat semangat iman dan jihad rakyat Anda di Palestina. Bahkan kami sangat iri menyaksikan semangat hubb asy-syahadah (cinta mati syahid) rakyat Palestina. Kami sungguh terharu dan iri ketika menyaksikan lewat pemberitaan TV seorang polisi Gaza yang terluka parah mengangkat jari telunjuk kanannya mengucapkan lafal kalimat thoyyibah saat menjemput kemuliaan mati syahid…!!! Semangat inilah yang paling ditakuti oleh musuh. Mereka lebih takut menghadapi para mujahidin fi sabilillah daripada Allah ta’aala, Penguasa langit dan bumi.
Kami sangat iri dan bangga menyaksikan kesabaran dan istiqomah rakyat Anda menghadapi blokade dan pemboikotan yang sudah berlangsung dua tahun. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana kami bisa melewati derita berkepanjangan seperti yang dialami rakyat Palestina di jalur Gaza. Maafkan kami, seandainya kami sempat absen mendoakan rakyat Gaza walau hanya absen sehari saja.
Kami juga sangat malu dan marah menyaksikan sikap dan kelakuan para pemimpin negeri-negeri Muslim pada umumnya. Para pemimpin negara-negara Barat tentu tidak pernah menjadi tempat berharap kami” tulis ustad Muhammad Ihsan Tandjung
Bacalah , kalimat-kalimat beliau selanjutnya :
“Saudaraku fillah Al-Akh Al-Fadhil Ismail Haniya serta Al-Akh Al-Aziz Khalid Misy’al, inggalkanlah bahasa dunia yang biasa digunakan para pemimpin dunia jahil dewasa ini. Jangan lagi menggunakan kata-kata seperti misalnya: ”I ask the international community to break the Israel’s seige on Gaza.”
Akan jauh lebih sempurna jika misalnya Anda berkata “We do not ask anything from the international community. We only ask Allah the Al-Mighty alone to break the Israeli’s siege on Gaza.” Bukankah sudah terbukti bahwa dunia internasional memang tidak sanggup berbuat apapun demi kemaslahatan rakyat Palestina? Bukankah sudah terbukti bahwa para pemimpin dunia Arab dan dunia Islam dewasa ini tidak cukup nyali untuk berbuat apapun yang signifikan bagi kepentingan rakyat Gaza?
Dan saudaraku, bukankah yang paling penting adalah mengajarkan penduduk dunia untuk hanya menjadikan Allah ta’aala semata sebagai tempat memohon dan tempat mengabdi? Bukankah ini yang selamanya telah menyebabkan para mujahidin dimanapun dan kapanpun sanggup mewujudkan ’izzul Islam wal muslimin dan menghinakan serta mengalahkan kaum kuffar? Wahai saudaraku pemimpin Hamas, gunakanlah bahasa Da’wah Islam saja dalam menyambut kemenangan sejati….
Hmmp, membacanya, aku sungguh malu. Sudah seberapa jauhkah pengorbananku untuk menegakkan agama ini, semangat jihad, semangat untuk menggapai syahid.
Dari Gaza yang menangis, aku belajar, Bahwa tangis ada dua, tangis bahagia menjemput syahid dan tangis kesedihan, menyaksikan lemahnya umat islam. Dari gaza yang menangis aku belajar, bahwa menggapai syahid tidaklah mudah. Syahid adalah gelar yang mulia untuk orang yang telah berjihad dengan jihad yang sesungguhnya. Dari gaza yang menangis aku belajar, bahwa permusuhan umat islam dengan yahudi adalah mutlak. Semutlak al-Quran meyebutkannya dalam ayat-ayatNya yang mulia. Semutlak hadits-hadist nabi yang keluar dari lisan Rasulullah.
Ya Allah berikanlah kekuatan bagi para Mujahidin Palestina, bagi kami yang ada di Indonesia ini. Berikanlah kemengan kepada kami, bila kami layak menang ya Allah. Jangan kau hinakan kami di depan para kuffar itu ya Allah. Ya Allah semoga Engkau berkenan mempersatukan kita di dalam barisan orang-orang yang telah memperoleh nikmat Allah karena menempuhnya, yaitu para Nabiyyin, para Shiddiqiin, para Syuhada dan para Sholihin. Mereka itulah sebaik-baiknya teman. Amin
Dari saudaramu
yang sungguh sangat mencintaimu karena Allah SWT


ya Allah.. hancurkan israel..
ya Allah.. jangan biarkan kami hanya diam melihat saudara2 kami di bantai…
fyi..
ada screensaver dan wallpaper FREE PALESTINE yang bisa di donlod di blog aku…
monggo mampir…
semoga berguna..
Islam butuh persatuan
Islam butuh pemimpin…
Hanya kepemimpinan Islam yang mampu menghapus tangisan gaza…
hanya kepemimpinan Islam yang mampu mengembalikan kemuliaan Islam…
Pertolongan Allah pasti datang…
Tanpa menafikan kesungguhan saudara kita di palestine dan tentu saja melawan israel kita mendukung. bagaimana tidak disini kita cuman bisa ngomong doang.
Sedikit ada kesalahan tetapi sangat fatal akibatnya, yg di lakukan oleh hamas. keterlibatan dalam sistim demokrasi itu yang justru menjerat. Padahal sudah pasti biarpun demokratis sekali, pemilik demokrasi amerika setan… tak akan peduli
al jazair dulu, turki jug pernah menang…
fa’tabiru ya ulil albab….
jihad ya jihad total… tanpa minum racun demokrasi….
contoh sudah jelas…
Taliban dan qoida…. tegas dan akhirnya merika hancur….
mau tahu lebih banyak… silahkan kunjungi link saya di atas
jihad ya jihad total… tanpa minum racun demokrasi….
contoh sudah jelas…
Taliban dan qoida…. tegas dan akhirnya Amerika hancur….