FAQ Fiqh #4 : Tentang Aurat Laki-laki (muslim) dan Hukum Berpakaian Bagi Laki-laki

Dalam masalah aurat, sudah banyak sekali pembahasan mengenai aurat umuslimah terhadap sesamanya. Baik aurat muslimah terhadap muslimah yang lain, muslimah terhadap perempuan kafir, muslimah terhadap lawan jenis yang merupakan mahramnya, maupun muslimah terhadap lawan jenis non-mahram. Namun sangat disayangkan sangat sedikit bahasan mengenai batas aurat laki-laki bahkan hal ini cenderung disepelekan.

Betapa banyak aktifis dakwah yang dengan tenangnya memakai celana pendek atau ¾ yang kependekan ke pertemuan-pertemuan resmi, seolah tidak takut auratnya tersingkap. Atau ketika hanya berada diantara para ikhwan melepas baju seenaknya sehingga menampakkan aurat yang seharusnya ditutupi. Atau memakai pakaiaan yang terlalu ketat dan “pas pinggang” sehingga ketika menunduk auratnya tersingkap. Karena itu, saya merasa perlu untuk menuliskan hal ini karena seakan-akan hal ini disepelekan dan dianggap tidak penting. Padahal Allah telah menyuruh kita untuk masuk ke dalam islam secara menyeluruh;

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS 2;208)

Batas Aurat Laki-laki :

Batas aurat laki-laki menurut jumhur ulama adalah antara pusar dan lutut baik kepada laki-laki muslim dan non-muslim atau wanita muslim dan non-muslim.

Aurat laki-laki ialah antara pusat sampai dua lutut. [HR. ad-Daruquthni dan al-Baihaqi, lihat

Fiqh Islam, Sulaiman Rasyid].

Dari Muhammad bin Jahsyi, ia berkata: Rasulullah Saw melewati Ma’mar, sedang kedua pahanya

dalam keadaan terbuka. Lalu Nabi bersabda:

Wahai Ma’mar, tutuplah kedua pahamu itu, karena sesungguhnya kedua paha itu aurat.” [HR.

Ahmad dan Bukhari, lihat Ahkamush Sholat, Ali Raghib].

Jahad al-Aslami (salah seorang ashabus shuffah) berkata: pernah Rasulullah Saw duduk di dekat

kami sedang pahaku terbuka, lalu beliau bersabda:

Tidakkah engkau tahu bahwa paha itu aurat?” [HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Malik, lihat

Shafwât at-Tafâsir, Muhammad Ali ash-Shabuni].

Juga Rasulullah Saw pernah berkata kepada Ali ra: “Janganlah engkau menampakkan pahamu dan

janganlah engkau melihat paha orang yang masih hidup atau yang sudah mati.” [HR. Abu Dawud

dan Ibnu Majah, lihat Shafwât at-Tafâsir, Muhammad Ali ash-Shabuni].

Empat dalil diatas sudah menjelaskan tentang batas-batas aurat bagi seorang laki-laki. Dan definisi aurat adalah bagian tubuh yang wajib di tutupi dan haram untuk diperlihatkan kepada orang lain yang tidak berhak melihatnya. Adapun pengucualian khusus adalah bagi istrinya yang boleh melihat seluruh anggota badannya. Karena istrinya adalah pakaian baginya dan fungsi pakaiaan adalah menutup aurat. Menutup berarti menyentuh, bagaimana mungkin tidak boleh melihat sementara menyentuh hukumnya lebih berat daripada melihat”.

Batas Berpakaian bagi laki-laki

Ada tiga batas bagi laki-laki dalam berpakaian yaitu :

1. Tidak menyerupai wanita

Jujur, saya miris sekali melihat kenyataan bahwa sekarang laki-laki yang berpakaian seperti wanita dianggap sebagai sebuah lelucon dan bercandaan. Mereka tertawa dan bercanda ria, padahal yang dilanggar adalah aturan Allah!?

2. Tidak mengunakan Sutera dan Emas

Laki-laki dilarang mengunakan sutera dan emas baik berupa cincin, jam tangan atau kalung. Hmmp, harus lebih selektif nih dalam memilih aksesoris.

3. Tidak menyerupai orang-orang kafir

Bila ada kesalahan dalam penulisan fiqh ini, tolong diperbaiki dan dikoreksi, karena penulis juga masih sedang belajar, untuk lengkapnya bisa dilihat pada :

http://taufiqsuryo.wordpress.com/2008/06/07/seri-faq-fiqh-islam/

About these ads

12 comments on “FAQ Fiqh #4 : Tentang Aurat Laki-laki (muslim) dan Hukum Berpakaian Bagi Laki-laki

  1. hmm.. sbagian ulama menganggap paha itu aurat mukhaffafah, aurat yang lebih ringan, sehingga hanya wajib ditutup ketika shalat / beribadah lainnya. acuannya pada hadist sahih Bukhari, dari Anas r.a.

    contoh paling nyata sih, kesebelasan sepakbola Arab Saudi :)

    CMIIW

  2. Mohon maaf sebelumnya jikalau pesan ini mengganggu.
    Saya pengen berbagi informasi nih buat kita semua, mudah2an bermanfaat.
    Barangkali ada dari rekan2 yg sedang butuh dana/income tambahan diluar gaji blnan.
    Program ini dijalnkan secara online(maya),tapi uang yg
    dihsilkn betul2 riil.Ada transaksi,ada produk,logis,
    masuk akal,en tidak ada satu pihak pun yg dirugikan
    dlm program ini.Program ini dijlankan secara LEGAL&HALAL (KET hrap bca di websitenya, di menu “Legal & Halal”)
    Websitenya http://www.bisnis5milyar.net/?id=fazi

  3. aslm semuanya!!!. nah klo lagi berenang kan kita pake celana
    renang cuma pake celana pendek tidak sama sekali menutup paha. maaf hanya menutup p****t & K******n kita!!
    gimana??? trus lagi2 atlet renang moslem kita klo lagi bertanding cuma pake kolor doang gimana tuh!!! disiarin di
    media elektronik ke seluruh penjuru tanah air !! wah ribed jua yaach mo renang masa kudu pake celana panjang!!!!

  4. meskipun paha laki2 diperlihatkan kayakx g bgitu menggoda deh. yang ada malah kita mresa g nyaman liatx. yang umum mempertontonkan paha kan kaum hawa. n kayakx para cwo2 jg byk yang g tau itu aurat mreka. perlu tau tuh cwo2!!

  5. assalamu alaikum… kalo kita bersandar pada pemain bola luar negri itu tidak bisa dijadikan sebagai landasan….. apakah semua orang arab mengamalkan islam secara syumul?????? ini yang jadi titik permasalahan.

  6. maaf mau tanya nihh, bagaimana kalau memperlihatkan aurat ke sesama jenis kalau di ruang ganti laki laki misalnya,, berhubung semuanya laki2 ya kita cuekk aja bugill.. dan hukumnya dalam islam bagaimana?

  7. wie…………coment juga nech…………
    ay sech ngikut naluri diri aja mau dibawa kemana nech diri………
    setengah nafas ribut atas aturan…………

    subhanallah……………….

  8. Bumi ini tidak menyebutkan islam itu arab, yg ada islam ini ya untuk qt semua penduduk bumi.. jadi jgan melandaskan arab itu tu ..ko main bola keliahatan auratnya. kalo mau nyocokin ya pada aturannya Qur’an n sunah n yg keluar dri aturan berarti melanggar dari itu.. kalo islam arab melanggar ya berarti ia melanggar aturannya, n maka ia dosa. jadi tolong antum hrus mengerti ya, nda usah ngomong arab..perlu tak ulang ya “antum pola pikirnya hrs ke Quran atw hadist, nda usah ke arab.
    tentng renang…? memang lomba renang itu atas perintah islam ? lalu dgn begitu terus antum nanya..”kok renang pada pake begitu gak syar’i kok boleh” begitukah ?
    sebaiknya antum begini : yg pada renang gak nutup aurat ya terserah mereka, lalu soal aturan agama ya terserah aturan agama…begitu kok pusing, tinggal mereka mau sar’i atw gak begitu saja.
    agma tidk memusingkan kita, kita saja mungkin yg pusing dg sar’i itu lantaran kita bodoh. intinya bebas, mau pake aturan ataw gak, yang penting aturan udah ditunjukkan sama ALLOH, TINGGAL kita mau pa gak. kalo mau ya bakal enak, menentang ya tinggal sengsara.
    ingat… antum jangan berperasngka kita manusia yg bikin ribet yg bikin aturan, tapi antum harus buka mata hati, siapa si yang menerangkan tentng aturan agama ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s