Ya Allah betapa aku rindu dengan wajah keimanan
Wajah yang setiap melihatnya mengingatkanku padaMu
Wajah yang setiap memandangnya meningkatkan ghirah dakwahku
matanya dijaga dari melihat yang haram
bibirnya tak henti melantunkan al-quran dan dzikir
telinganya peka mendengarkan kebenaran
tanganyanya selalu terurai kebaikan
kakinya hanya melangkah ke majelis ilmu
wajah yang sibuk
sibuk dengan sujud pada malam hari
sibuk dengan dakwah dan jihad pada siang hari
wajah yang dengan memandangnya, selalu hanya terbesit…
Allah
Ya Allah, sungguh aku rindu dengan wajah keimanan!!!
Adakah aku memilikinya?


Semoga antum bisa mjd pribadi spt yang antum tuliskan dalam rangkaian kalimat puisi yang indah itu…
Salam ukhuwah dari Palembang:)