
10 mei setelah melewati hari yang cukup melelahkan (dari malam mempersiapkan bahan untuk persentasi praktikum mekanika tanah, paginya persentasi mektan selama 4,5 jam, dilanjutkan mengerjakan tugas besar rekayasa jalan), hingga malam. Namun pada malam itu juga Allah berkenan mencabut semua rasa lelah itu.
Di malam itu, saya bersama saudara-saudaraku tercinta berkeliling kampus untuk mempublikasikan acara Gamais. Kala itu langit cerah menerangi langkah-langkah kami menyusuri kampus. Udara dingin yang menusuk tidak ikut mendinginkan hangatnya ukhwah diantara kami. Obrolan renyah, dan bercandaan khas ikhwan mengiringi langkah-langkah kami.
hingga ketika melewati Labtek IX C (gedung geodesi dan lingkungan) saya mendongak ke langit dan …
subhanallah, disana ada pemandangan indah yang baru pertama kali saya lihat, Bulan yang purnama kala itu, dikelilingi oleh lingkaran lain yang sangat indah. Lingkaran berwarna pelangi itu seakan melindungi bulan dan membuatnya semakin terlihat indah. Dan mbah google pun menjawab fenomena yang kusaksikan malam itu, namanya adalah halo phonomena
Halo Phenomena
A halo ( also known as a nimbus, icebow or Gloriole) is an optical phenomenon that appears near or around the Sun or Moon, and sometimes near other strong light sources such as street lights. There are many types of optical halos, but they are mostly caused by ice crystals in cold cirrus clouds located high (5–10 km, or 3–6 miles) in the upper troposphere. The particular shape and orientation of the crystals is responsible for the type of halo observed. Light is reflected and refracted by the ice crystals and may split up into colors because of dispersion, similarly to the rainbow.
Sometimes in very cold weather optical halos are formed by crystals close to ground level, called diamond dust. The crystals behave like jewels, refracting and reflecting sunlight between their faces, sending shafts of light in particular directions.
Atmospheric phenomena such as halos were used as an empirical means of weather forecasting before meteorology was developed.
Other common optical phenomena involving water droplets rather than ice crystals include the glory and the rainbow.
(diambil dari wiki)
dalam hati aku hanya dapat bearucap “subhanallah subhanallah”. Dan ukhwah itu pun hadir. Tidak mungkin saya dapat melihat langit seindah itu, jika tidak diajak oleh mereka. Ingin rasanya terus bersama dalam barisan ini. Belajar bersama dalam keterbatasan. Tertatih mengejar mujahid-mujahid dakwah dalam diri saudara-saudaraku malam itu.
Ya Allah, izinkan hamba tetap membersamai mereka. Izinkan hamba tetap mencintai mereka. Taat dalam barisan mereka, dan izinkan hamba memasuki SyurgaMu bersama-sama mereka.



itu jam berapa taufiq?
kayaknya di jakarta tak terlihat.. atau fitri yang ga liat ya?
@fitri
antara jam 10 mpe jam 12 malam…
langit jakarta terlalu butek fit, makanya tak terlihat…
kalau di bandung, langitnya bersih banget
kayak pas kita pelantikan BM dulu
jadinya sangat jelas terlihat
Melihat Halo?Wow..Subhanallah..Luar Biasa..
Benar2 luar biasa..pasti indah bgt,
pengen nih bisa melihat hal yg sama..
hmm..memang ketika melihat langit, byk keindahan yg bisa kita dapatkan..
jd inget dulu ketika camping di cibubur,melihat fenomena di langit awan membentuk huruf Allah yang disekelilingnya terdapat bintang2 yang menemani pada tengah malam dilangit yg bersih….Subhanallah..luar biasa..
jd menanti2, ada keindahan apa lagi yg akan Allah perlihatkan untuk hamba-Nya..Semoga menjadi semakin mensyukuri nikmat-Nya..
sms dong cuy kalo ada peristiwa2 kaya gini.. hahahaha
jadi kami2 disini mungkin bisa juga ngeliay.. hehehe