amarah
emosi yang membuat gua hati bagaikan terpenuhi api
jilatan dan asap api yang berkobar di dalamnya sangat menyesakkan
kobaran-kobaran ini semakin dahsyat , hingga sulit dipadamkan
amarah
emosi yang membakar nurani dan akal
hati terasa sempit, akal lenyap
berganti perasaan ingin berteriak, mengumpat, dan melampiaskan
amarah
membuat dua fisik yang berdekatan, jauh hatinya
sehingga diperlukan suara yang menggelegar, intonasi yang keras,
serta kata yang menusuk
hanya untuk menyampaikan sebuah maksud
tetapi ingat
amarah hanyalah api yang bisa dipadamkan dengan air.
air yang bernama “lapang dada” dan “pengendalian diri”

“marah itu dari setan, dan setan itu dijadikan dari api, dan yg dapat memadamkan api hanyalah air, maka apabila seseorang dalam keadaan marah, hendaklah segera berwudhu.” (HR Ahmad dan Abu daud)

