bagi orang materialis
kebenaran adalah keadaan yang menghasilkan materi menguntungkan
tolak ukurnya adalah materi
sehingga tidak jarang, untuk mendapatkan harta materi
riba pun dimakan,hak orang lain diambil,
sikut sana, sikut sini, hantam kiri, hantam kanan
tamak, jiwanya tidak pernah puas!!!
bagi orang hedonis
kebenaran adalah keadaan yang membuatnya senang, nikmat.
tolak ukurnya adalah kesenangan, kenikmatan.
sehingga tidak jarang, untuk mendapatkan kesenangan semuanya ditabrak
zina itu boleh, yang penting suka sama suka
ngomongin orang itu enak, mengadu domba itu asyik
ianya tidak mengenal kamus kesedihan
namun sayang, jiwanya seringkali kosong
tanpa arah tanpa tujuan…
namun, keimanan punya jawaban yang berbeda
ianya memberi definisi kebenaran sesuai fitrah manusia
ianya memberi batasan-batasan, aturan-aturan, rambu dan tanda
semuanya bukan untuk mengekang, menghambat, apalagi menghancurkan
ianya ada untuk mengatur,
agar kehidupan berjalan sesuai kehendakNya.
sesuai dengan kebenaran yang digariskan olehNya.

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu (QS 2:147)

