kubuka lembaran ini dengan memuji kepadaNya atas segala nikmat yang telah Ia berikan kepada kita semua. Bahkan tanpa kita pernah memintanya. Nikmat sehat, nikmat menghirup udara pagi, nikmat anggota tubuh, nikmat saudara-saudara seperjuangan, hingga nikmat yang paling agung, nikmat islam, iman, dan tarbiyahNya yang selalu mengiringi setiap helaian nafas kita.
Allahumma sholli wa salim ala Muhammad. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, murabbi terbaik yang pernah disaksikan dunia. panglima perang, politikus, kepala negara, suami, ayah, yang layak kita jadikan teladan dalam setiap peri kehidupan kita, tanpa kecuali. Semoga kita termasuk umatnya yang selalu setia memegang panji-panjinya, setia mengamalkan dan memperjuangkan sunnahnya, hingga layak meminum air telaga kautsar di yaumul akhir nanti.
saudara-saudariku semua
dalam risalah kecil ini izinkan saya, sedikit berbagi, sedikit mengingatkan terutama bagi diri pribadi yang sangat dhaif ini. Bahwa jalan yang sedang kita ini adalah jalan DAKWAH. bukan yang lain. Jalan yang dulunya telah ditempuh oleh orang-orang mulia. Jalan yang diujungnya dijanjikan nikmat Allah, syurga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Jalan yang pemikirannya, perkataannya, perbuatannya, adalah yang terbaik yang pernah ada di semesta ini.
Simaklah firmanNya yang berbicara
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri? (QS. 41:33)
Sungguh pekerjaan dakwah ini, tinggi. Dari sisi persiapan, karakter pengembannya, dan pahala yang dijanjikan, jauh sekali pekerjaan yang satu ini dengan pekerjaan yang lainnya. Pun ketika menjalankan organisasi, yang bernafaskan dakwah. Sungguh sayang, jika kita menjalankan organisasi dakwah dengan niatan yang setengah-setengah. Dengan jiwa yang tidak menyatu dengan raga, dengan amal yang bukan merupakan amal terbaik kita.
Islam menuntut waktu-waktu terbaik kita, bukan waktu tersisa dan tersia. Islam menuntut pemikiran-pemikiran terbaik kita, bukan pemikiran sampah dan terserah. Islam menuntut semangat-semangat terbaik kita, bukan kelemasan, kelesuan apalagi kemalasan.
Ayo kawan, kita hidupkan syiar islam di bumi sipil, bukan untuk siapa pun, tetapi untuk kita, untuk umat ini, dan untuk Allah. Agar tidak ada lagi jalan berlubang sebelum waktunya, agar tidak ada lagi kemacetan, kekacauan dalam tata kelola air kita, agar tidak ada korupsi dana dalam setiap pembangunan infrastruktur, agar bangunan yang ada bener-benar bisa sesuai dengan spesifikasinya. Bersama-sama kita menjadi civil engineer yang benar-benar ihsan dan profesional dalam setiap aktivitasnya. Semoga Ia selalu meridhoi setiap aktivitas yang kita lakukan.
Saya tutup risalah sederhana ini dengan doa, agar ianya bisa menjadi kebaikan dan perbaikan, terutama bagi diri ini dan saudara-saudaraku semua.
Ya Allah
Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu
Berhimpun dalam naungan cintaMu
berpadu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan
menegakkan syari’at dalam kehidupan
kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya
sinarilah dengan cahayaMu yang tiada pernah padam
Ya Allah pimpinlah kami
lapangkanlah dada kami dengan karunia iman
dan indahnya tawakkal padaMu
hidupkan dengan ma’rifatmu, matikan dalam syahid di jalanMu
Engakulah penolong dan pembela
Amin ya Rabbalalamin.
sesungguhnya yang benar datangnya hanya dan selalu dari Allah, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.
*ditulis kepada seluruh pejuang KMMS, dan pejuang dakwah sipil dimana pun ia berada.



