10 ciri kepribadian positif (part 2)

6.Belajar dari masalah dan kesulitan

Pribadi yang sukses tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah. Tapi bagaimana ia dapat mengambil pelajaran dari setiap masalah yang dihapi. Pelajaran itu akan ia gunakan untuk merencanakan masa depan. Dengan demikian, ia mengolah masalah menjadi keahlian, keterampilan, dan pengalaman yang dapat diandalkan.

Salah satu alasan mengapa pribadi positif hampir selalu “tampak” bisa mengatasi masalah yang ia hadapi, adlaah karena ia selalu belajar dari pengalaman. Kalimat bijak “it’s not the events of our lives that shape us, but our belief as to what those even mean”. Ya, ianya sadar, bukan kejadian atau peristiwa dalam hidupnya yang membentuk dirinya hingga saat ini. Akan tetapi pemaknaan dalam tiap jenak peristiwa itulah yang membentuk dirinya hingga saat ini.

7.Tidak membiarkan masalah dan kesulitan mempengaruhi hidupnya

Ada tujuh aspek kehidupan utama, yaitu, spiritualitas, kesehatan, individual, sosial, karier, dan financial. Ketika pribadi positif menghadapi masalah keuangan atau karier, ia tidak akan rela membiarkan masalah itu tersebut mempengaruhi kehidupananya yang lain. Ia akan sikapi segala masalah dengan wajar dan tidak berlebihan. Karena itu hidupnya menyenangkan dan akan selalu dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

akan tetapi tentu kita sadar, dari tujuh aspek kehidupan tersebuat ada satu aspek yang sama sekali tidak bisa dibiarkan bermasalah. Aspek spiritualitas.Karena disanalah semua tantangan kehidupan akan bermuara. ketika diri ini menghajatkan begitu banyak hal, kepada siapa lagi kita akan meminta kecuali kepada Dzat yang Maha Tinggi!? dan bukankah Ia sudah menjanjikan bahwa tidak ada kesulitan melainkan dua kemudahan akan selalu menyertainya. Tidak ada masalah dalam hidup di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan, minimal dari sisi spiritualitas kita.

8.Percaya diri, menyukai perubahan dan berani menerima tantangan.

Pribadi sukses tahu betul bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Karena tahu tujuan yang diinginkan, ia menyusun rencana berdasarkan segala kemungkinan, lalu direalisasikan dalam tindakan nyata. Ia juga akan selalu melakukan evaluasi dan memperbaiki : belajar dari kesalahan lalu melakukan sesuatu dengan kepercayaan Allah sepenuhnya.

Dalam hidup ini perubahan adalah sesuatu yang niscaya. pribadi positif selalu menerima perubahan dan beradaptasi dengannya. Ia tidak jumud dan stagnan dalam memandang sesuatu. Dan bersedia mengambil resiko untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Untuk itu sungguh diperlukan sebuah kepercayaan diri yang tinggi. Dimana kepercayaan diri itu hanya bisa didapat dari pegangan yang teguh kepada Allah. Rabb semesta alam.

9.Hidup dengan gairah cita-cita, perjuangan dan kesabaran.

Pribadi yang sukses tahu betul bahwa tanpa cita-cita pasti hidup ini akan terasa sangat sempit. Tanpa cita-cita seseorang akan hilang ditelan gelombang kesulitan, perasaan negatif, pikiran negatif dan berbagai aneka penyakit kejiwaan atau fisik. Pribadi yang sukses tahu bahwa cita-cita adalah pondasi kemajuan. Tanpa cita-cita, segala sesuatu akan terhenti. Tanpa perbuatan dan perjuangan, kemajuan tidak akan pernah terjadi. Karena itu pribadi yang sukses selalu berusaha keras mengejar cita-cita dan menghadapi tantangan hidup. Ketika ia berfikir tentang segala kemungkinan, ia bersabar menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Karena, dasar kepribadiaannya adalah rasa cinta kepada Allah, tawakkal kepadaNya, dan yakin bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang yang berbuat baik.

Man jadda wajada

10.Pandai bergaul dan suka membantu orang lain.

Pribadi yang sukses suka bergaul dengan siapa saja, dan ia dekat dengan hati siapa saja. Ia juga akan menyukai cara-cara positif seperti menghormati orang lain hingga mudah diterima, dan tidak pernah berusaha mengusai orang lain. Ia mencintai orang lain dan suka membantu mereka. Tangannya selalu terulur untuk membantu siapa saja, bantuan harta, waktu atau pelajaran. Kepribadian sukses tahu betul bahwa orang bisa mati, tapi pikirannya akan hidup dan membantu orang lain. Karena itu ia tidak pelit memberikan bantuan kepada orang lain.

Rasullullah pernah bersabda ” sebaik-baiknya kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”. Hidup ini sungguh terlalu singkat jika hanya kita habiskan untuk kebermanfaatan diri sendiri. Umur manusia di bumi tidaklah lama. Akan tetapi sudah begitu banyak manusia yang mensejarah di muka bumi ini. Terlepas dari baik buruk dari apa yang mereka lakukan, sejarah mencatat orang-orang besar tersebut memberikan kontribusi yang nyata bagi hidup dan kehidupan. Umur seseorang tidaklah ditentukan dari seberapa lama ia tinggal di dunia ini. Umur seseorang ditentukan dari seberapa besar ia bermanfaat bagi sekitarnya.

(tamat)

*dikutip dari buku Dr. Ibrahim El-Fiki dengan beberapa perubahan dan penambahan
nb : yang bercetak tebal berasal langsung dari bukunya, sisanya adalah tambahan komen2 dari saya.

ditulis dengan menggunakan 10 jari…hehehe ^^
moga bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s