sekarang kita beralih ke kota megapolitan terbesar ke dua di dunia : tokyo. Namun sebelumnya, setelah membaca dan membandingkan beberapa sistem transportasi yang ada di berbagai kota-kota besar di dunia, saya mengambil kesimpulan bahwa tidak ada sistem transportasi yang terbaik, yang ada adalah sistem yang paling tepat. Sosilogi, demografis, geografis, ekonomi, adalah beberapa faktor yang harus kita perhitungkan dalam merancang infrastruktur transportasi.
***
tokyo : megapolitan yang efisien.
Apa yang bisa diharapkan dari kota tokyo, jikalau sistem transportasi di kota tersebut tidak dikelola dengan baik. Bayangkan, tokyo adalah kota megapolitan dengan jumlah penduduk terbesar kedua di dunia. Data terakhir menyebutkan bahwa penduduk kota tokyo mencapai 15 juta jiwa. Untuk melayani jumlah penduduk yang sekian banyak itu, tokyo memilih untuk menggunakan sistem transportasi kereta cepat yang menghubungkan titik-titik penting di seluruh kota. Hebatnya kereta super cepat ini, semuanya berada di bawah tanah atau subway
Terdapat 13 jalur yang beroperasi di kota tokyo, dengan kedatangan kereta hampir per 2 menit dalam jam-jam sibuknya. Berikut adalah gambar jaringan kereta api kota tokyo.
yang membuat sistem dan jaringan transportsi ini istemewa adalah:
1. Mampu membuat 75 persen penduduk tokyo yang berjumlah sekian juta itu, menggunakan angkutan kereta ini tiap harinya. Bandingkan dengan kota New York yang “hanya” mampu mencapai 56 persen dari jumlah penduduk, dan London yang mencapai 46 persen.
2. Keunggulan dari segi ketepatan waktu. Waktu disini bener-benar tepat!!. 1 menit sangat dihargai. Jika pada jadwal tertera kereta akan berangkat pukul 6.03 kereta akan berangkat, maka pada pukul 6.03 itulah kereta akan berangkat. bukan 6.02 apalagi 6.04. Hal ini sangat penting, mengingat karakter orang jepang yang sangat menghargai waktu.
“Di Tokyo yang penting adalah manajemen waktu. Satu menit pun di sini sudah penting. Itu yang ingin saya jelaskan kepada kota-kota megapolitan yang sedang berkembang sekarang: apabila ingin memiliki angkutan umum yang bisa bersaing, maka transportasi itu harus efisien dan lebih cepat daripada mobil.” papar, Surya Acharya, pakar transportasi yang bekerja sebagai peneliti di Institute of Transport Plicy Studies di Tokyo.
3. Mampu mengurangi tingkat polusi kota tokyo. Ya, walaupun kota tokyo merupakan kota dengan polusi yang cukup parah di dunia, akan tetapi dengan adanya sistem transportasi massal ini, tokyo masih bisa disebut “lestari”.
4. Desain statiun yang istemewa. Statiun dengan jumlah penumpang terpadat di dunia ada di tokyo. Shinjuku namanya. Stasiun ini berfungsi sebagai stasiun penghubung utama lalu lintas kereta api antara kawasan bisnis Tokyo dengan daerah-daerah di sebelah baratnya. Stasiun Shinjuku digunakan kira-kira oleh 3,64 juta orang per hari. Dengan 200 pintu keluarnya, statiun ini tercatat dalam buku Guinness book of record.
***
dari tokyo kita belajar, bahwa management waktu adalah hal yang utama.
Selain itu hanya ada satu cara bagaimana megapolitan yang sedang berkembang -jakarta, bandung dan kota-kota besar di Indonesia salah banyaknya – mengatasi penggunaan mobil yang meningkat drastis. Yaitu dengan penyelesaian ganda infrastruktur: menaikkan ongkos penggunaan jalan raya dan mobil serta membuat sistim transportasi kota lebih efisien dan ramah penumpang sebagaimana halnya di Tokyo. Maka orang tidak memiliki pilihan lain kecuali transportasi umum

titip bagi yang butuh informasi tentang rute angkutan umum di indonesia silahkan mampir Rute Transportasi Umum di Indonesia. trims