tauhid

hal-hal yang membatalkan syahadat

materi ini, saya inget banget. Saya dapatkan di kelas dua SMA dalam salah satu sesi lingkaran cahaya kami. Materi ini kemudian saya rangkum lagi, dan saya tulis setelah mendapatkan penjelasan lengkapnya dari buku al islam karya ustadz said hawwa yang sedang saya baca.

***

Banyak sekali orang yang salah presepsi bahwa barangsiapa yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat atau menyebut bahwa dirinya adalah seorang muslim, maka tidak ada lagi hal-hal yang bisa merusak keimanannya. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya ada banyak hal yang bisa merusak keislaman seseorang, banyak hal yang menyebabkan seseorang dapat keluar dari islam.

Diantara contoh-contoh penyebab rusaknya dua syahadat adalah sebagai berikut :

1. Bergantung dan berserah diri kepada selain Allah, disertai keyakinan bahwa hal tersebut mampu membawa manfaat.

Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”  (Q.S al-Maidah : 23)

2. Tidak mengakui bahwa sesungguhnya segala nikmat yang diperoleh, baik itu nikmat lahir maupun bathin, nikmat yang bersifat materi maupun non-materi adalah semuanya karena fadhal dan kemurahan Allah. Karena seandainya bukan karena fadhal dan kemurahan Allah maka nikmat tersebut tidak akan pernah ada.

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (Q.S Ibrahim; 34)

3. Beramal tidak karena Allah, tanpa seizin dariNya.

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (Q.S al An’aam ; 162-163)

4. Memberikan kepada selain Allah, hak perintah melarang secara absolut, dan memberikan kepadanya hak menghalalkan dan mengharamkan, memberikannya hak membuat syariat dan hukum dan memberikannya hak kekuasaan.

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Q.S al Jatsiyah ; 18)

5. Memberikan hak untuk ditaati kepada selain Allah berdasarkan kemauan sendiri dan meyakini hal tersebut tanpa seizinnya

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Q.S an-Nisa; 59)

6. Memutuskan hukum tidak berdasarkan apa yang telah Allah turunkan atau berperkara (meminta keputusan hukum) kepada selainNya

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. ( al Maidah 44)

7. Membenci sesuatu yang merupakan bagian dari islam atau membenci secara keseluruhan

Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. (Q.S. Muhammad; 8-9)

8. lebih mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menjadikan dunia adalah satu-satunya tujuan dalam hidupnya

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan[714].  (Q.S. Hud ;15-16)

9. Mengejek sesuatu bagian dari Al-Quran atau Sunnah, atau mengejek orang-orang yang termasuk ahli Al-Quran dan Sunnah dengan tujuan mengejek Al-Quran dan Sunnah atau mengejek salah satu hukum-hukum Allah atau mengejek salah satu ritual-ritual yang diajarkan olehNya.

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (Q.S. at Taubah ; 64-66)

10. Menghalalkan atau mengangap halal apa yang telah diharamkan oleh Allah secara pasti yang tidak ada perselisihan lagi diantara para ulama atas keharamannya, atau mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah yang tidak tidak ada perselisihan lagi di antara para ulama tentang kehalalannya.

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.

11. Tidak beriman kepada seluruh nash-nash Al-Quran dan nash-nash Sunnah yang telah terbukti kebenaran sumbernya dari Rasulullah.

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (Q.S. al Baqarah; 85)

12. Menjadikan orang-orang kafir dan munafik sebagai teman dan membenci orang-orang mukmin

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Q.S al Maidah ; 51)

13. Tidak memuliakan Rasulullah

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi (Q.S al Hujurat ; 2)

14. Hati merasa jijik terhadap ketauhidan Allah dan merasa senang terhadap bentuk-bentuk kesyirikan.

. Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati. (Q.S az-Zumar ; 45)

15. Mengklaim bahwa Al-Quran dan sunnah nabi mempunyai makna bathin yang tidak sama dengan makna zhahirnya.

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (ar-Ra’d ;37)

16. Tidak mengetahui Allah dengan benar, sehingga mengingkari salah satu sifat-sifat, nama-nama, atau pekerjaan-pekerjaannya.

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (Q.S al-Ikhlass 1-4)

17. Tidak mengenal Rasulullah dengan sebenarnya atau mengingkari salah satu sifat beliau yang telah diberikan oleh Allah kepadanya atau menyifati beliau dengan sifat yang bisa mengurangi derajat kemuliaannya atau menyifati dengan sifat yang bernada menghina dan melecehkan beliau atau tidak meyakini bahwa beliau adalah panutan utama bagi seluruh umat manusia.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Q.S al-Ahzab;21)

18. Mengkafirkan orang islam atau tidak menghukumi kafir orang-orang kafir yang menghalalkan darah orang islam

Ingatlah jangan sekali-kali kamu sekalian kembali menjadi kafir lagi, sehingga menyebabkan kamu sekalian saling membunuh (HR bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

19. Melakukan suatu amalan yang telah dijadikan Allah suatu ibadah yang tidak pantas dipersembahkan kecuali kepadaNya lalu amalan tersebut dipersembahkan kepada selainNya.

Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka. (ar-Ra’d 14)

20. Disamping itu ada juga bentuk-bentuk kemusyrikan yang terdapat dalam suatu amalan dan dia bisa merusak serta menodai amalan tersebut tapi tidak sampai merusak makna dua kalimat syahadat. Dikenal dengan sebutan syirik kecil.

Banyak contoh dari bentuk kemusyrikan kecil ini, seperti melakukan shalat dengan bagus dan sempurna karena ingin dilihat orang lain dan ingin dipuji. Bersedekah karena ingin mendapatkan pujian dan penghargaan dari orang lain. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

***

Alhamdulillah.. semoga bermanfaat

About these ads

3 comments on “hal-hal yang membatalkan syahadat

  1. Lafadz ashhadu (أشهد) yakni “aku bersaksi” mengandungi tiga makna yang bersamaan yaitu:

    1. (أعلم) “aku mengetahui”,
    2. (أعتقد) “aku mempercayai” dan
    3. (أعترف) “aku mengenali & mengakui”

    yang menjadi dasar IMAN

    Iqror
    tashdiq
    ‘amal bil arkan

    Syeikh imam Al-Imam al-Ghazali

    لا تَصِحُّ الْعِبَادَةُ إِلاَّ بَعْدَ مَعْرِفَةِ الْمَعْبُودِ

    “Tidak sah ibadah seseorang itu kecuali setelah dia mengenal allahnya wujud mahdun (murni) yang berhak disembah”

    SYARAT SAH SYAHADAT PADA UMUMNYA

    اول ما يجب على المكلف معرفة الله ودينه ورسوله

    awalnya perkara yang di wajibkan untuk seorang mukallaf yaitu ma’rifatullah kemudia agamanya lalu Rosulnya .

    Kemudian iqrar syahadat

    فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات

    “Ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu, bagi muslimin dan muslimat”

    إِيـمَانٌ بِاللهِ وَرَسُولِهِ

    “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”

    Untuk masuk agama Islam, seseorang yang kafir wajib mengucap Dua Kalimah Syahadah berserta dengan i’tiqad yang benar dan secara utuh tanpa paksaan dan dengan kesadaran diri.

    http://malialbaiszein.com/?p=1682

    jadi tata tertib ilmu itu harusnya di fahami jangan ayat di makan ayat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s