Flag-Pins-Japan-Indonesia

cerita fiktif

kakak kelas : dek abis lulus mau ke mana ??

adek kelas : idealnya pengen lanjut ke luar kang.

kakak kelas : kok idealnya? (tampaknya sang kakak kelas, menyadari ada kegamangan dalam suara adek kelasnya)

adek kelas : yah, sejujurnya saya ga pede-pede banget kang, buat ngelanjut. IPK saya biasa aja, 3,xx yah ga sampai cumlaude-lah. Jaringan juga belum punya (akhirnya adek kelas ini cerita, tentang segala kegamangan yang menyelimutinya)

sambil tersenyum kakak kelas ini terus mendengarkan, oh ya perlu saya beri tahu kakak kelas ini sekarang sedang menjalani program master degree di negeri sakura, bersama istrinya yang juga sedang menjalani program yang sama. Dua-duanya  mendapatkan beasiswa dari pemerintahan Jepang.

kakak kelas : wah, kalau boleh cerita ya dek, saya dulu berada di situasi yang hampir sama dengan adek. Ketika itu saya merasa seperti menempuh jalan yang tidak ada ujungnya. Ketika itu saya sudah “harus” ke Jepang, karena istri saya sudah disana. Saya ketika itu benar-benar gamang, ketika dihadapkan pada 2 pilihan. Apakah akan mengambil S2 di ITB, yang sudah ada jaminan dari pembimbing TA kalau pasti diterima atau saya tetap berusaha mencari beasiswa ke Jepang.

tetapi Allah itu selalu punya rencana dan jalan dek. Ketika pada sesi salah satu bimbingan, saya baru ingin curhat ke dosen pembimbing, beliau malah berkata “Wah, saya barusan tadi di hubungi proffesor dari Jepang, kamu tertarik beasiswa ke Jepang ?”. Seketika itu juga saya sadar. Allah benar-benar selalu punya rencana dan jalan terbaik bagi hambaNya. Saya yang ketika itu pun bahkan malu ketika membaca CV sendiri, diberikan Allah jalan yang luar biasa untuk menyusul istri saya melanjutkan pendidikan di negeri sakura.

ternyata dek, semakin ke sini saya semakin percaya. Allah selalu tahu yang terbaik bagi kita. Kita hanya harus melengkapinya dengan ikhtiar. Jangan terlalu percaya sama kekuatan sendiri. Jangan pake kekuatan sendiri. IPK cumlaude,  CV 20 halaman, belumlah suatu jaminan akan tercapainya cita-cita. Sandarkan semuanya pada Allah. Mintalah kekuatan pada Allah. Insya Allah jika itu yang terbaik, maka tidak ada yang tidak mungkin bagiNya.

adek kelas : (mangut-mangut dan merasa tercerahkan), Jazakallah kang atas nasehatnya.

dan akhirnya, Adzan magriblah yang memutus pertemuan yang indah di kantin Masjid suatu Institut ternama di Indonesia.

*based on true story : dengan sedikit gubahan

***

ok !! road to japan 2012. Insya Allah. :D

About these ads

One comment on “cerita fiktif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s