dakwah ini adalah sebuah seruan pada kebenaran
yang kata-kata nya adalah qaulan tsaqilan, “kata-kata yang berat”
qaulan tsaqilan disini tidak hanya berbicara tentang diksi
qaulan tsaqilan disini tidak hanya berbicara tentang intonasi
qaulan tsaqilan berbicara tentang keimanan!
pernah suatu ketika, saya diminta menjelaskan keputusan jama’ah kepada para jundi dakwah
keputusan yang kontroversial memang, sehingga wajar ketika itu banyak yang menentangnya
dan ketika [...]
Archive for the ‘cahaya iman’ Category
tentang Qaulan Tsaqilan
Posted in cahaya iman, renungan on December 12, 2009 | Leave a Comment »
Infrastuktur Berbasiskan Nilai Islam : Urgensi Penerapan Konsep Pembangunan Infrastruktur dan Teknologinya Untuk Kemajuan Umat
Posted in cahaya iman, teknik sipil on November 22, 2009 | Leave a Comment »
tulisan ini mendapat penghargaan Juara 1 dalam lomba Karya Tulis Al-Quran, Olimpiade Al-Quran Salman ITB
Dewasa ini, pembangunan infrastuktur sangat terkait erat dengan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur disini terkait segala bangunan atau fasilitas fisik yang membawa perubahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Seringkali pembangunan suatu fasilitas bangunan fisik membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat. [...]
kiamat 2012 !!??
Posted in cahaya iman, renungan on November 17, 2009 | 1 Comment »
sejak muncul isu kiamat akan terjadi 2012, dunia menjadi gempar. Kajian-kajian dilakukan dimana-mana, intinya untuk mendapatkan kejelasan, apakah benar pada tahun 2012 akan terjadi bencana global yang akan mengancam eksistensi manusia di muka bumi?
Isu-isu yang berkembang ini diperkuat dengan berbagai isu lain yang mendukung. Baik yang rasional maupun irasional. Para ahli astronomi mengatakan bahwa pada [...]
hamba-hamba Ar-Rahman
Posted in cahaya iman, renungan on November 11, 2009 | 1 Comment »
adalah hamba-hamba ar-rahman
yang berjalan di atas muka bumi dengan tidak menyombongkan diri.
rendah hati namun tidak rendah diri
adalah hamba-hamba ar-rahman
yang ketika orang bodoh mencela apa yang diseru olehnya
ia tetap memberikan salam sejati yang tulus dari hatinya
adalah hamba-hamba ar-rahman
yang paling takut dengan adzab Jahannam
“Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab jahannam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan [...]
larilah yang ingin lari, pergilah yang ingin pergi
Posted in cahaya iman, renungan on November 7, 2009 | Leave a Comment »
cukuplah rangkaian firmanNya ini, menjadi penyemangat bagi kita untuk terus berada di jalan yang indah ini…
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan maupun rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik jika kamu mengetahui
Sekiranya [yang kamu serukan kepada mereka] ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang [...]
teruntuk para pejuang di bumi sipil
Posted in cahaya iman, dakwah dan pergerakan on November 3, 2009 | Leave a Comment »
kubuka lembaran ini dengan memuji kepadaNya atas segala nikmat yang telah Ia berikan kepada kita semua. Bahkan tanpa kita pernah memintanya. Nikmat sehat, nikmat menghirup udara pagi, nikmat anggota tubuh, nikmat saudara-saudara seperjuangan, hingga nikmat yang paling agung, nikmat islam, iman, dan tarbiyahNya yang selalu mengiringi setiap helaian nafas kita.
Allahumma sholli wa salim ala Muhammad. [...]
semoga makin disayang Allah
Posted in cahaya iman on October 22, 2009 | Leave a Comment »
semoga makin disayang Allah
dalam fragment kata ini, banyak terkandung hikmah yang tersembunyi
dan rahasia kenapa fragment kata ini menjadi kata-kata yang kupilih untuk merayakan hari lahir setiap sahabat
karena…
semoga semakin disayang Allah, berarti do’a dua arah.
Ketika Allah semakin sayang padamu, maka kau pun harus semakin dekat kepada Allah
“Allah mendekati sedepa orang yang mendekat kepadaNya sehasta, Allah mendekati [...]
melahirkan “bijaksana”
Posted in cahaya iman, renungan on October 19, 2009 | Leave a Comment »
kebijaksanaan itu hanya lahir dari rahim pemahaman.
karena itu cukuplah “bijaksana” jika
berpikir secara holistik, komprehensif
melihat persoalan dari berbagai sudut pandang,
tidak cupit, menganggap sudut pandangnya yang paling benar
karena itu cukuplah “bijaksana” jika
mampu menganalisa dengan objektif
kebenaran dan kebaikan yang dicari
bukan sekadar ego pribadi
karena itu cukuplah “bijaksana” jika
akhirnya setiap keputusan yang diambil
dibahasakan dengan bahasa kaumnya
agar dapat dimengerti lagi dipahami
dan [...]

