Palestina : Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu !?

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipay sebesar saputangan, lalu di Tel Aviv dimasukan dalam file lemari kantor agraria

Serasa kebun kelapa dan pohon-pohon manggaku di kawasan khatulistiwa yang dirampas mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan  kerauk bagai kelakuan reptilia bawah tanah, dan sepatu-sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua,

Serasa runtuh lantai papan surau tempat waktu aku kecil belajar tajwid Al Qur’an 40 tahun silam

Dibawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan, kini ditetesi air mataku.

Palestina bagaimana bisa aku melupakanmu, ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi tulang tangan dan lengannya. siapa yang tak akan menjerit !?

Serasa anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka, tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya, pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Jantung kami serasa berdegup dua kali lebih gencar, lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu,

Darah kami memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi bunyinya Allahu Akbar, dan bebaskan Palestina

Ketika pabrik tak bernama memproduksi dusta seribu ton sepekan banyaknya, menebarkan ke media cetak dan elektronika,

Mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara membangkangi resolusi resolusi majelis terhormat di dunia,

Palestina bagaimana bisa aku melupaknmu tanahku jauh bila diukur kilometer beribu-ribu, tp adzan Masjidil Aqsa yg merdu serasa terngiang di telingaku

Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan buldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa …

Serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu berdarah

Puisi ini sangat personal. Dibacakan sendiri oleh K Taufiq, saat br pulang dr Palestina. Cuma 4 orng & mata kami berair spt cermin. Menggelegak dengar persaksiannya tentang intifiada, tentang anak-anak Palestina dipatahi lengannya. K Taufiq br pulang & sy mhs semstr 2.

*kultwit dari @aniesbaswedan

Palestina : Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu !?

seribu kunang-kunang

seperti janji seribu kunang-kunang di malam gelap

selalu akan ada cahaya bagi ia yang mencarinya

seperti janji bohlam seribu watt

selalu ada keindahan dibalik pekatnya gelap

seperti janji matahari pada hari

tidak pernah ingkar dan dusta

seperti janji Allah padamu

bahwa barang siapa bekerja dengan sungguh-sungguh, kemudian berdoa kepadaNya, menjadi hamba yang dicintaiNya

maka kehendaknya bukan hanya sekedar kehendaknya, melainkan juga menjadi kehendakNya.

ini janjiNya, yang terucap melalui hadist qudsi dari bibir nabiNya yang mulia :

Maka ketika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar. Menjadi pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, menjadi kakinya yang yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepadaKu niscaya ia akan Ku-beri. 

luar biasa bukan!? Maka cukupkanlah Allah, sebagai pelindung dan penolong bagi tiap urusanmu.

seribu kunang-kunang

Hamasah (bukan hanamasa) !!

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (al anfal 60)

ayat ini, belakangan sering sekali didengarkan di dekat saya. Bahkan akhirnya ayat ini diminta dihafalkan pada acara “muka ayam” yang baru saja saya ikuti. Sama seperti ilmu lainnya, semakin sering diulang-ulang maka sesuatu akan semakin membekas dalam hati, begitu pula ayat ini. Nah, inilah sebagian hasil tadabbur pribadi saya terhadap ayat ini.

1. kita sebagai umat islam diminta menyiapkan, segala kekuatan yang kita punya, untuk menegakkan dien ini. Yang dengannya kita, menggetarkan musuh Allah, dan musuh-musuh kita. Mastaho’tum dalam ayat ini, berarti mempersiapkan dengan semampu usaha kita. Tanpa ada tendensi untuk mengasihani diri kita. Berusaha sampai batas kemampuan diri, bukan hanya kemauan diri.

suatu ketika, ada sekelompok liqo lari pagi bersama. sang Murabbi kemudian, mengajak seluruh mutarabbinya berlari dan berpesan “larilah semampu kalian !”. Kemudian larilah mereka. Ada yang berhenti di putaran ke empat, kelima, dan keenam. Terakhir ada yang berhenti di putaran ke 8. Akan tetapi ternyata ada yang tidak berhenti. Beliau (sang Murabbi) tetap berlari dan terus berlari. putaran ke 9, 10 dan seterusnya. Hingga setelah putaran yang kesekian, beliau ambruk dan pingsan. Setelah siuman, para mutarabbinya heran melihat kondisi murabbinya. “ya ustadz, bukankah, engkau hanya memerintahkan untuk berlari semampu kami. Mengapa engkau memaksakan diri seperti ini!?”. Lalu apa jawab ustadz tersebut “ya, inilah batas kemampuanku, aku tidak mau membuat batas kemampuan tubuh ini, sampai akhirnya tubuh ini yang menghentikan dirinya sendiri !”

Ya ! inilah maksud mastaho’tum dalam ayat ini. Jangan pernah mengasihani diri sendiri, persiapkan segalanya dengan upaya terbaik yang bisa dilakukan. Tidak ada setengah-setengah dalam bekerja. Berikanlah amal terbaikmu hanya untukNya.

2. Namun ternyata, di tengah persiapan yang luar biasa tersebut, kita tetaplah manusia biasa. Pihak yang paling membutuhkan pertolongan Allah. Lihatlah dimana Allah benar-benar ingin menyadarkan makna itu kepada kita. “dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya”. Persiapan yang “sempurna” itu saja, masih menyisakan cela  disana-sini. Marilah kita tutup cela itu dengan berdo’a kepadaNya, membebaskan amal dari rasa ujub dan meyakini, bahwa Allah selalu memberikan kemenangan terbaik bagi hamba-hamba yang taat kepadaNya.

3. Setelah usaha yang sungguh-sungguh, doa yang tak terputus dan  pengorbanan yang tulus, yakinlah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Pengorbanan itu pahit karena balasannya teramat manis. dan cukuplah ridho Allah yang menyertai tiap langkah kita, sebagai balasan terbaik dari Allah. Hingga dipertemukan denganNya di syurgaNya.

ya, itulah 3 poin yang bisa saya dapat dari surat al-anfal ayat 60. Benar-benar ayat yang tepat untuk mengobarkan semangat di paruh-tahun penuh kerja keras ini..

Hamasah (bukan hanamasa) !!

saya dan busway

setelah hampir 6 tahun tinggal di jakarta, baru kemarin saya sempat naik dan merasakan sendiri angkutan massal yang digadang-gadangkan mampu merubah wajah transportasi ibu kota : Bus Way. Ya selama ini saya hanya melihat dan menganalisis angkutan massal bus way dari apa yang diberitakan oleh media, pendapat orang-orang di berbagai forum, serta komentar berbagai dosen transport saya di teknik sipil ITB. Nah karena saya sudah berkesempatan naik, maka saya ingin berbagi pendapat dari pengalaman saya menaiki angkutan massal yang diklaim murah, aman, nyaman dan bebas macet ini.

Oh ya, perlu saya beri tahu, bahwa saya naik busway hanya di 3 koridor yang berbeda dari 10 koridor yang beroperasi sekarang, sehingga pengamatan ini hanya valid pada ketiga koridor tersebut. Koridor tersebut adalah koridor 3 kalideres-harmoni, koridor 9 pluit-pinang ranti; serta koridor 7 Kp Rambutan- Kp Melayu. Rute perjalan saya adalah dari jalan Dan Mogot di koridor 3, transit di halte grogol 1 menuju grogol 2, turun di halte cawang UI dan berganti koridor menuju Kp Melayu. Dari perjalanan singkat itu -lebih kurang 1,5 jam- ada beberapa hal yang menurut saya merupakan kelemahan dari angkutan busway, sebagai angkutan massal yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan transportasi Jakarta. Namun dibalik segala kekurangan itu, kelebihannya pun ada. Dan jujur, saya sebenarnya menyimpan harapan bahwa busway ini pada akhirnya akan benar-benar merubah wajah transportasi ibu kota.

Kelemahan-kelemahan yang ada , pertama adalah perkerasan yang hancur dan bergelombang serta pembatas jalur yang rusak. Bila kita perhatikan semua jalan busway dengan rute yang saya lalui diatas, semua jalan di jalurnya terbuat dari beton bertulang (rigid pavement). Seperti yang penulis pernah pelajari perkerasan dengan rigid pavement adalah jenis perkerasan dengan tingkat kerataan yang tidak terlalu baik jika dibandingkan dengan jalan yang terbuat dari aspal. Hal ini mengakibatkan bus yang ditumpangi cenderung bergoyang-goyang dan membuat penumpang menjadi tidak nyaman, terutama penumpang yang tidak mendapat tempat duduk. Selain itu untuk membangun rigid pavement diperlukan biaya investasi yang lebih besar dari flexible pavement. Walaupun tidak perlu perawatan rutin dengan intensitas setinggi flexible pavement. Akan tetapi perlu diingat, jika perkersan kaku ini rusak, maka biaya untuk menggantinya dengan yang baru, jauh lebih mahal dari pada biaya perawatan flexible pavement.  Selain itu dari berita yang pernah saya baca, katanya pemerintah Jakarta memutuskan penggunaan rigid pavement karena perawatannya yang tidak perlu terlalu sering. Alasan lainnya adalah karena rigid pavement jauh lebih tahan terhadap genangan air dibandingkan dengan flexible pavement. Saya jadi berpikir, apakah ini membenarkan pernyataan beberapa sosiolog bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang hanya bisa membangun/membeli yang baru, namun lemah dalam hal pemeliharaan dan perawatan, serta bukti otentik keputusasaan pemerintah DKI Jakarta akan penataan drainase yang baik di kotanya !? entahlah

persoalan kedua, adalah banyak pembatas lajur busway yang hancur. Hal ini menyebabkan, begitu mudahnya kendaraan lain menyerobot masuk ke dalam jalur bus way. Sehingga keistimewaan busway yang diharapkan mampu membawa penumpang dengan cepat dan nyaman menjadi tidak lagi ada. Busway hanya menjadi bis khusus dengan halte khusus, tidak kurang dan tidak lebih. Selain banyak yang hancur, pembatas lajur ini juga tidak diberi tanda dengan baik. Sehingga seringkali para pengendara lain tidak sadar bahwa mereka sudah berada di jalur busway. Posisinya yang lebih tinggi juga berbahaya bagi pengguna jalan yang lain, terutama sepeda motor.

tantangan ketiga, menurut yang saya amati adalah sistem informasi jalur dan bus yang membingungkan dan belum tersosialisasi dengan baik. Idealnya ketika orang yang pertama kali naik busway pun dia bisa berpergian tanpa tersesat. Tahu dimana dia harus turun dan kemudian berpindah, dimana saja bisa berganti jalur dan lain-lain. Upaya itu memang telah dilakukan. Sepanjang halte yang ada sudah terpasang peta koridor-koridor busway. Tetapi jumlahnya sangat minim, hanya satu per halte. Sebaiknya disediakan minimal 2 peta per halte, dan lebih banyak lagi untuk halte yang merupakan halte transit. Hal kedua yang saya soroti adalah warna bis dan jurusannya. Dengan semakin banyaknya koridor yang dilayani oleh jalur busway, maka kemungkinan semakin banyaknya halte transit akan semakin banyak. Dan akan membingungkan penumpang di halte transit jika bis yang datang tidak mempunyai keterangan yang memadai. Hal ini penulis lihat ketika penulis berpindah baik dari koridor 2 ke koridor 9 (halte grogol), maupun dari koridor 9 ke koridor 7 (halte cawang UKI). Sebagai akibatnya penumpang banyak menumpuk di pintu masuk padahal belum tentu bis yang akan datang adalah bis yang akan dinaikinya. Penumpang banyak yang bertanya, dan tentu saja jika penumpang tersebut ada di bagian belakang antrian, dan ternyata bis yang datang adalah bisa yang ingin dinaikinya, maka perlu usaha ekstra keras, untuk menembus penumpang lain yang menunggu bis di depan pintu halte. Walapun ada tanda tetapi itu hanya nomer kecil yang diletakkan di samping bis dan tidak terlihat dari jauh. Nomer itu baru jelas ketika bis tepat melewati sebelah halte. Saran saya untuk persoalan ini adalah, pembedaan warna bis yang melayani tiap koridor, dan tiap bis diberi tulisan atau no yang jelas sesuai koridornya masing-masing. Sehingga penumpang tidak menumpuk di depan pintu halte dan dapat menunggu dengan baik di dalam halte sampai bus dengan koridor yang ingin dinaikinya datang.

Selanjutnya, persoalan busway yang menurut saya harus segera diperbaiki, agar menjadi transportasi publik yang layak dan menjawab tantangan transportasi Ibu kota adalah armada yang kurang dan headway yang tidak diatur. Hal ini bisa dilihat dari penumpang yang menunggu terlalu lama, atau bis yang kosong datang berturut-turut. Dua hal ini saya alami dalam perjalanan singkat saya. Dan dari berita yang saya baca, jumlah armada busway, masih jauh sekali dari ideal untuk melayani warga ibu kota. Penambahan bis gandeng bisa dijadikan solusi untuk hal ini. Penjagaan headway juga penting, agar untuk tiap armada yang melayani tiap koridor tingkat load factor penumpangnya tetap tinggi.

Persoalan klasik lainnya adalah sarana pendukung yang kurang layak. Beberapa yang sempat tercatat dalam perjalanan singkat saya adlaah atap jembatan penyeberangan yang tidak mampu melindungi dari tampias hujan. Ketika itu saya berfikir, jika kondisinya seperti ini, tentu para eksekutif yang dituntut untuk tampil rapi didepan para kliennya akan berpikir berulang kali untuk menggunakan busway sebagai alat transportasi utamanya. Hal ini bisa diperbaiki, dengan pelebaran atap jembatan penyeberangan dan pengadaan talang, untuk menghalangi tampias. Sarana lainnya adalah halte yang kotor dan pelat halte yang banyak melengkung, sungguh tidak elok untuk dilihat dan dikatakan nyaman sebagai tempat menunggu. Selain itu tiket yang jelek dan terkesan seadanya, juga menjadi salah satu kekurangan yang saya catat. Terakhir tempat menunggu di halte, terutama halte transit tidak ada. Yang ada hanyalah bangku-bangku panjang yang jumlahnya jauh sekali dari penumpang yang ada di halte. Hal ini menyebabkan penumpang harus berdiri, dan cenderung memilih menunggu di depan pintu masuk.

Keistimewaan suatu angkutan massal yang cepat adalah kemampuannya untuk membentuk struktur kota. Dan mengatur serta mengendalikan perubahan lahan. Untuk membuat hal itu terwujud tentu sistem angkutan massal tersebut harus benar-benar menjadi urat nadi transportasi warganya. Nah, aspek ini yang belum bisa dipenuhi oleh busway. Poin keenam yang saya catat terkait belum layaknya busway adalah tidak jelasnya sistem feeder dan angkutan pengumpan untuk sampai jalur busway. Padahal dalam pembuatan jaringan angkutan massal, yang tidak kalah pentingnya dibandingkan penyiapan infrastrukur angkutan massal tersebut adalah penyiapan end service. Dimana, dalam kasus ini masyarakat pengguna busway, benar-benar merasa tidak keberatan untuk mendatangi halte-halte busway dari tempat kediamannya untuk kemudian bertanportasi dengan menggunakan busway. Parameter-parameter yang sempat saya amati yang menguatkan pendapat saya ini adalah penumpang yang menaiki busway adalah penumpang yang dari dahulu terbiasa menggunakan angkutan kota, sehingga belum terdapat pergeseran perilaku dari yang biasanya bertransportasi dengan kendaraan pribadi, menjadi dengan busway.

Terakhir kekurangan busway menurut saya adalah tidak ada bus khusus wanita dan pria untuk menghindari adanya pelecehan seksual di dalam bis. Kondisi bis yang penuh sesak sangat rawan pelecehan seksual dan tindakan kriminal lainnya. Disamping itu tentu ada rasa tidak nyaman bagi laki-laki muslim maupun perempuan muslim untuk terlalu dekat dengan wanita yang bukan mahramnya. Sentuhan-sentuhan yang tidak bisa dihindarkan, bau parfum yang tidak bisa dihindari adalah salah satu alasan mengapa saya pribadi cenderung tidak suka naik kendaraan umum.

terakhir sekali, kekurangan busway dalam pandangan saya adalah tidak ada ruang khusus merokok di halte busway! dan itu mengganggu, sangat.

Disamping kekurangan yang ada, ada banyak hal yang juga harus diapresiasi dari layanan busway. Karena program ini baru dan merupakan terobosan, maka ketidaksempurnaan di awalnya adalah suatu kewajaran.  Dan sungguh kekurangan yang ada diatas bukanlah aib yang tidak bisa diperbaiki atau cacat yang selamanya sangat ada. Kekurangan diatas masih sangat bisa diperbaiki di waktu yang akan datang. Dan itu adalah tugas kita bersama untuk mewujudkan layanan busway ini menjadi lebih baik lagi.
beberapa hal positif dari busway yang sempat saya catat dalam perjalanan singkat saya :

Pertama,  pelayan yang ramah dan sangat membantu. Ya, baik dari mbak-mbak penjual karcis, petugas keamanan di halte, sampai penjaga pintu bis sangat ramah dalam membantu penumpang. Kesimpangsiuran informasi terkait rute dan halte-halte transit yang harus diambil, ditutupi oleh ramahnya pelayanan dari para petugas di lapangan. Penumpang pun menjadi nyaman dan tidak segan untuk bertanya kepada petugas.  Kedua, jumlah penumpang yang diatur, sehingga tidak terlalu berdesakan. Tidak seperti kereta api listrik yang penumpangnya naik seenaknya dan sama sekali tidak ada pengaturan kapasitas maksimum utuk masing-masing gerbon. Pada busway ada petugas yang mengatur tingkat pengisian masing-masing bus. sehingga walaupun berdiri penumpang masih bisa merasa nyaman. Hal ini pulalah yang membedakan busway dengan angkutan berbasis bus yang lain. Dimana tidak ada setoran yang dikerjar sehingga tingkat pengisian penumpang bisa diatur dan dioptimalkan. Ketiga, ini yang paling saya suka. Ongkos yang murah. Sebagai perbandingan, pada waktu pagi hari saya menggunakan taxi dari rumah saya menuju dan mogot, uang yang harus saya keluarkan adalah 70ribu sekian. Sedangkan ketika pulang, total ongkos saya hanya 10ribuan. Itupun setengahnya saya pakai untuk membayar ojek yang mengantar saya ke halte bus terdekat. Dengan ongkos hanya 3500 untuk jam-jam sibuk, dan 2000 untuk jam malam, dan kita sudah bisa berkeliling ibu kota, ongkos busway ini tegolong sangat murah. Keempat, koridor yang ada sudah cukup untuk berkeliling jakarta dan mendatangi berbagai tempat penting disana. Ya dari rumah saya sampai ke dan mogot bisa dibilang membelah jakarta, dan tentu saja itu bisa dilakukan dengan busway.

sebagai penutup, saya hanya ingin mengkonfirmasi keanehan yang saya temukan di perjalanan. Dalam perjalanan pulang di dari halte grogol satu sampai halte cawang UI, jalur busway melewati tempat para kader partai yang terhormat. Dan tebak, tidak ada halte disana !!. Dugaan saya, mungkin para perancang busway sadar tidak ada gunanya ada halte pemberhentian di gedung DPR dan MPR, toh tidak akan pernah ada wakil rakyat yang akan menggunakan angkutan kota sebagai prioritas moda transportasinya. Yang akan mereka tampilkan hanyalah deretan mobil mewah yang mereka dapatkan dengan menggemukan perut sendiri atas nama rakyat. Tanya mengapa!?

saya dan busway

pesan terakhir BPH “Great” Gamais 2010

ditengah mentari yang semakin beranjak naik, ditemani udara segar di tepian jalan nagrek-tasik, diiringi kesyahduan hati yang terus berdzikir kepadaNya, izinkanlah bph “great gamais” 2010, dan kader Gamais 2007, menyampaikan pesan terakhir kami, sebelum kami melepas amanah ini kepada ntm semua, adik adik kader Gamais 2008 dan 2009 :

Aku berlindung kepada Allah dari Godaan syaitan yang terkutuk

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (al-baqarah 154)

Selamat tinggal sahabatku Ku kan pergi berjuang

Menegakkan cahaya Islam Jauh di negeri Seberang

Selamat tinggal sahabatku Ikhlaskanlah diriku

Iringkanlah doa restumu Alloh bersama slalu

Ku berjanji dalam hati Untuk segera kembali

Menjayakan negeri ini dengan Ridho Ilahi

adik-adikku kader GAMAIS 2008 2009

adik-adikku pejuang dakwah terbaik kampus ini

jika dakwah adalah cinta,

maka ia akan mengambil segalanya darimu

dakwah selalu memilih orang-orang terbaik untuk membersamainya

dan bersyukurlah kita berada di sini menjadi bagian dakwah

percayalah, demi Allah, Allah tidak pernah keliru dalam memilih para pejuang-pejuangnya

adik-adikku, hari ini, amanah dakwah di GAMAIS akan berpindah ke tangan kalian

maafkan, jika kami belum cukup baik menjadi pemimpin kalian

maafkan, jika kami belum cukup layak menjadi teladan bagi kalian

maafkanlah, ikhlaskanlah, agar beban ini dapat teringankan

sungguh, tidak mudah bagi kami untuk melepas kalian, adikku

namun kami percaya, di tangan-tangan kalian

akan hadir jawaban dari berbagai ekspektasi dan pengharapan

percayalah, doa kami senantiasa membersamai setiap langkah kalian

untuk setiap usaha kalian, semoga Allah ridho

dan pada akhirnya, semoga kita dipertemukan kembali di jannah-Nya

Walaupun tak lagi jumpa Usahlah kau berduka

Semoga tunai cita-cita Raih gelar syuhada

Demikian adik-adik ku. Sungguh selamanya kami tidak pernah membenci kalian. Yang kami percaya adalah kalian pasti mampu, jauh lebih baik dari kami. Maka izinkanlah, kami mengajak kalian, untuk berdoa bersama. Semoga pertalian akidah ini mampu berbuat kita bertemu lagi. Bahwa sesungguhnya tidak ada kata “mati’ untuk jiwa setiap pejuang Allah yang syahid di jalanNya. Semoga Allah mengizinkan kita bertemu kembali di syurgaNya

Sesungguhnya Engkau tahu Bahwa hati ini telah berpadu

Berhimpun dalam naungan cintaMu Bertemu dalam ketaatan

Bersatu dalam perjuangan Menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya Kekalkanlah cintanya

Tunjukilah jalan-jalannya Terangilah dengan cahayamu

yang tiada pernah padam Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman

dan indahnya tawakal padaMu

hidupkan dengan ma’rifatMu matikan dalam syahid di jalan Mu

Engkaulah pelindung dan pembela

Moga tiap pesan yang kami sampaikan, mencapai maksud dan tujuannya. Biarkanlah iman di hati kita yang membahasakan pesan ini menjadi kerja dan amal nyata di bumi Ganesha. Karena yang kita harap hanyalah : terbentuknya ITB yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah pencipta Alam semesta.

GO “SUPERGREAT” Gamais 2011!!! We know you can do this the best way!!!

Ahad, 26 Desember 2010

Jalan raya Nagrek-Tasik km43,3

pesan terakhir BPH “Great” Gamais 2010

never ever surender

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah  dan Rasull-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

wahai jiwa, jangan pernah biarkan dirimu berkeluh dan berkesah.

Never ever surender!!! bagian kita hanya sampai mengusahakan sebaik-baik amal.sementara hasil!? biarlah Allah yang memberikan penilaian yang seadil-adilnya.

yakinlah bahwa Allah adalah pembalas yang paling adil untuk tiap usaha dan kerja keras kita!!!

never ever surender

dua fenomena

Menanggapi fenomena akhir-akhir ini, sama sekali tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali beristighfar sebanyaknya. Entahlah apa fenomena itu benar adanya atau hanya kasuk-kusuk tidak jelas yang mencoba menggoyang barisan ini. Setan memang selalu punya banyak cara.

Saya paham bahwa kecenderungan itu niscaya, bahwa hadirnya rasa itu asasi. Tetapi, menyalurkannya tidak sesuai dengan syari’at adalah kekeliruan besar. Apatah lagi dengan status aktivis dakwah yang disandang. Mungkin tidak dengan cara-cara yang dzahir, kelihatan, dan nyata, tetapi bukankah kita sama-sama tahu kalau amalan hati itu lebih utama dari pada amalan dzahir. Dzahirnya boleh taat, tetapi jika hati tidak mengikutinya, munafik namanya !!

Lagipula apa yang kurang dari petunjuk Allah tentang hal ini, diberitakanNya dengan lembut bahwa rasa kecintaan kita itu memang asasi, memang niscaya, memang sesuatu yang Allah ciptakan bersamaan dengan adanya kita. Namun, bukankah ada yang lebih baik daripada itu, tidakkah Allah, Rasul, dan Jihad di jalanNya, cukup memenuhi cinta seorang Mukmin !?

Saya marah!! saya sedih!! saya kecewa!! menanggapi fenomena ini. Tetapi kemudian saya sadar, bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. “Tak ada seorang muslim yang taat kepada Allah, tanpa melakukan maksiat sedikitpun kepadaNya.” Tak ada seseorang di dunia ini yang berbuat maksiat kepada Allah, tanpa melakukan ketaatan sedikitpun kepadaNya. Barangsiapa ketaatanya melebihi kemaksiatannya, maka hal itu merupakan suatu kewajiban” begitu imam syafi’i mengulas. Sehingga, memaafkan kesalahan diri, dan saudara  seharunya menjadi sebuah keniscayaan. Ia adalah salah satu akhlaq mulia yang Allah turunkan untuk menyemai persaudaraan diantara hati-hati penuh iman.

Fenomena kedua yang tidak kalah meresahkan adalah fenomena tajassus. Saling memata-matai. Membicarakan aib saudaranya, dan semakin merapuhkan barisan ini dari dalam. Padahal salah satu hak saudara kita  adalah ia harus aman dari lidah dan perilaku kita.

Diam mungin jadi solusi pertamanya. Pengertian diam disini, biarlah ustadz Said’ Hawwa yang menjelaskannya. Diam adalah tidak menceritakan aib orang lain, baik ketika orang itu ada di hadapan kita maupun tidak. Bahkan kita sebaiknya pura-pura tidak tahu aib orang itu. Termasuk dalam pengertian diam disini adalah tidak menjawab, tidak menanggapi, dan tidak mendiskusikan aib orang lain. Disamping itu maksud diam adalah tidak memata-matai dan tidak menyakan hal ikhwal seseorang”.

Solusi kedua mungkin prasangka baik. Hendaknya kita tidak memahami perbuatan dengan persepsi buruk selama kita dapat memahaminya dengan persepsi yang baik. Carilah seribu satu alasan bahwa saudara kita selalu berusaha untuk taat kepadaNya. Kemudian berlapang dadalah. Terakhir, mari sama-sama kita hayati pesan nabi tercinta tentang persaudaraan hati yang ditautkan oleh iman ini.

“Janganlah kalian menyelidiki dan memata-matai, jangan pula saling memboikot dan saling memusuhi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara” Jika buhul ikatan persaudaraan ini adalah iman dan ia adalah sekuat-kuatnya ikatan, maka janganlah kita rusak ia dengan prasangka yang lemah lagi hina.

dua fenomena

Menulis kembali

sudah lama meninggalkan aktivitas ini, insya Allah sekarang akan coba mulai menulis kembali.

Kenapa ?

salah satu alasannya ternyata asyik juga membaca tulisan tulisan lama diri kita. Evaluasi diri jadi lebih mudah dilakukan. Tersenyum sendiri dan bilang: “ih kok dulu gw bisa ya nulis kayak gt, norak juga ya, wkwkwk”.

ah sudahlah, mudah2an tulisan tulisan yang ada di blog ini tetap menjadi sejarah digital bagi diriku.

taufiq, leeds, 2016

Menulis kembali

oye

Untitled-1ini kisah empat anak muda lulusan sebuah akademi gajah :

tokoh satu : mahasiswa S2 yang (ngakunya) idealis, bercita-cita menjadi seorang transportation engineer kelas dunia (katanya sih begitu menurut kabar yang beredar), yang ternyata misperception tentang yang namanya cheesecake

tokoh dua :  perkerja di salah BUMN karya indonesia, bercita-cita menjadi bos dari bos, dengan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (dengan duit orang lain tentunya :D ), yang ngira cheesecake adalah castengel..

tokoh tiga : pecinta gedung-gedung tinggi di indonesia yang saat ini bekerja di salah satu konsultan gedung tinggi ternama di Jakarta. Cita-cita memiliki toko bebek dan cheese cake dan tentu saja menjadi Walikota Garut yang sedang mengalami pendinginan setelah terbakar isu panas..

tokoh empat : mbak (*tokoh satu seenaknya aja manggil mbak) dari bandung yang mempunyai cita-cita besar untuk memperbaiki infrastruktur indonesia dengan ilmu teknik lingkungan yang dimilikinya. Bekerja di salah satu konsultan BUMN di kota kembang.  Bercita-cita menjadi wonder woman (*ini alay pisan) di bidang lingkungan.

Saat ini sedang menggarap sebuah blog untuk menuangkan pemikiran mereka di bidang yang sama-sama mereka geluti :

Infrastruktur Negeri Merah Putih | http://infrastrukturmerahputih.wordpress.com

hanya ingin merasa bersyukur telah dipertemukan dengan kalian…😀

oye

Nasihat Jumat

Kemarin jumat, mendapatkan nasehat yang sangat berharga dari khatib. Nasehat untuk pada lulusan akademi Gajah pada khususnya. Bahwa kehidupan pasca kampus adalah kehidupan yang sesungguhnya. Di kampus kita diajarkan idealita, namun di masyarakatlah kita menemukan realita.

Namun, di tengah realita yang jauh dari idealita kampus, kita hendaknya tidak pernah berhenti untuk mengejar cita-cita idealita yang kita angankan. Jangan pernah menyerah untuk menggapai cita-cita yang pernah kita tanamkan dalam diri. Ambisiuslah dalam mengejar cita-cita. Menjadi pengusaha, dosen bahkan presiden sekalipun, tidak mengapa. Bercita-citalah yang tinggi, lalu milikilah ambisi untuk mengapai cita-cita tersebut.

Memiliki ambisi itu tidak salah, bahkan agama islam yang mulia ini banyak memerintahkan umatnya untuk memiliki ambisi yang besar. Berlomba-lomba lah kamu dalam kebaikan !! dan bukankah, tidak ada ambisi yang lebih besar bagi seorang muslim selain : masuk ke dalam syurgaNya !?

Namun dalam mengejar ambisi itu, ada rambu yang harus selalu perlu dicatat.

Raihlah setiap cita-cita itu dengan bermartabat. Reach your dreams with dignity !! dan salah satu ciri utama dalam meraih cita-cita dengan cara bermartabat adalah dengan KEJUJURAN. Kejujuran adalah salah satu nilai penting yang harus terus dibawa dalam setiap tindakan yang akan diambil oleh seseorang yang bermartabat. Ia adalah cahaya penerang bagi jiwa, dan pembuka pintu bagi kebaikan lain untuk menghampar  sepanjang perjalanan. Bisa saja atau seringkali kita rasakan bahwa kejujuran itu pahit, tidak enak, dan terkadang menyakitkan ! Namun yakinlah, sikap jujur pada diri sendiri, pada Allah, pada lingkungan benar-benar akan membawa kita dalam dunia yang lebih baik dan bermartabat !

seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan -pramoedya ananta toer

Nasihat Jumat

Pejabat

Jangan dikira negeri sekecil belanda, mampu menjajah kepulauan ini selama 3,5 abad tanpa bantuan anak negerinya. Sejak dulu pejabat-pejabat anak negeri ini telah rela menjual bangsanya untuk kepentingan diri, keluarga dan kelompoknya. Bupati-bupati tanah jawa dulu, adalah raja-raja kecil tanah jawa yang menjual rakyatnya kepada penjajahan ekonomi dagang ala VOC dan Belanda. Seperti ayah nyai ontosoroh dalam roman Pramoedya yang bahkan rela menjual anaknya untuk segenggam jabatan dan gemericik emas. Pejabat pribumi yang menjual kepentingan bangsanya sering kali bersifat : (sok) berkuasa, degil, dan bodoh.

Dan saat ini, sempurna sudah mental pejabat ala penjajah, bertransformasi dalam birokrat negeri ini. Pejabat masa kini tak ada ubahnya bos besar yang (sok) berkuasa atas rakyatnya namun sebenarnya adalah bebek-bebek penjilat emas dan kedudukan yang ditawarkan kepadanya. Tidak ada bedanya dengan para pendahulunya. Sedikit sekali pejabat-pejabat yang ada, hadir untuk berbakti kepada rakyatnya. Mungkin karena pejabat yang ingin berbakti kepada rakyatnya tidak akan pernah terpilih menjadi pejabat, habis dilibas sistem.

Mental (sok) berkuasa ini juga menular kepada kinerja hariannya. Seorang eselon satu bisa saja membatalkan pesanan hotel yang sudah dirancang jauh-jauh hari untuk dirinya, hanya karena beberapa kepala dinas terkait tidak datang pada saat rapat. Padahal urusan yang akan dibahas berurusan dengan kepentingan banyak orang. Lebih lagi, uang yang digunakan untuk membayar hotel adalah uang rakyat !

Kedegilan para pejabat ini jelas telihat sejak dari tata letak kantornya. Cobalah sekali-kali berkunjung ke kantor-kantor birokrat negeri. Para pejabat selalu ingin diposisikan lebih tinggi dari teman-teman sejawatnya. Ia merasa bahwa dengan posisi dan jabatan yang dipegangnya ia berhak untuk mendapatkan perlakukan yang berbeda. Ruangan khusus, menyuruh anak buah untuk berhadapan dengan tamu-tamu yang tidak “diinginkannya”. Mental pejabat yang enggan melayani dan mau turun kebawah.

Karena berbagai sifat yang melekat pada posisinya, para pejabat yang terbeli ini sejatinya adalah boneka. Mulutnya telah disumpal oleh uang, dan keberaniannya telah dibeli oleh rasa takut kehilangan jabatan. Jadilah ia orang bodoh, yang hanya mampu berpikir bagaimana menyenangkan para majikan yang sudah memberinya uang dan jabatan. Jadilah iya seorang “yes man” sejati didepan majikannya dan menjadi diktator “pokoknya” di depan rakyat yang menanti kebijakannya.

Di negeri yang semakin kehilangan harapan ini, semoga segera muncul generasi baru bebas dari hantu masa lalu. Pejabat-pejabat baru yang mampu memimpin kepulauan ini menuju cahaya.

Pejabat

Cinta Itu Bertumbuh

Saya bukan orang yang suka bicara cinta, apalagi berdiskusi tentang cinta. Cinta yang saya pahami tidak pula serumit para filsuf, ataupun seindah para pujangga bagi saya cinta itu sederhana : bertumbuh. Cinta adalah inti hubungan yang membuat orang yang dicinta dan mencinta, bertumbuh menjadi orang yang lebih baik.

Hubungan cinta dengan pasangan, haruslah mampu menarik yang terbaik keluar dari pasangannya sekaligus mengubur potensi buruknya. Maka keduanya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Hubungan cinta orang tua dengan anak haruslah membuat orang tua belajar bagaimana cara mendidik dengan benar, membuat si anak belajar menghormati pengorbanan orang tuanya. Maka Keduanya bertumbuh menjadi yang lebih baik.

Hubungan cinta dengan para sahabat/saudara terbaik, haruslah membuat keduanya bercermin pada saudaranya, dan bertumbuh menjadi lebih baik.

Hubungan cinta dengan Allah, haruslah membuat seseorang menyadari besarnya cinta yang Ia berikan pada hamba-hambanya. Membuat ia menjadi pribadi yang bersyukur dan bersabar, maka ia bertumbuh menjadi lebih baik.

Cinta itu menumbuhkan, mengeluarkan yang terbaik dari yang terbaik. Jika hubungan cintamu tidak menumbuhkan, mungkin itu bukan cinta, tetapi hanya rasa yang dibungkus oleh cinta

~renungan

Cinta Itu Bertumbuh

#Random Financial

1. Kerasa banget, sekarang isu financial benar-benar jadi salah isu penting dalam hidup. Hmmp, mungkin wajar ya dengan kondisi saat ini yang memasuki usia dewasa muda, isu kemandirian menjadi isu sentral, apalagi bagi seorang pemuda. Financial ini juga semakin kerasa dipake oleh sebagian besar orang untuk “mengukur kesuksesan” seseorang, tidak terkecuali dari keluarga besar.

2. Pragmatis-Idealis. Ini hasil diskusi dengan saudara-saudara kesayangan. Antara pragmatis dan idealis. Dahulu ketika masih menjadi mahasiswa, idealis pada cita-cita, rasanya masih mudah. Namun dihadapkan pada realitas, pada akhirnya porsi idealis ini harus dikurangi. Mengurangi porsi idealis disini bukan berarti mengurangi hal-hal prinsip pada kejujuran, integritas, dan budi perketi luhur, namun mengurangi porsi idealis disini adalah mengurangi porsi hanya mau mendapat yang ideal, hanya ingin mendapatkan yang sesuai cita-cita, tanpa memandang konteks kehidupan.

3. Semakin percaya bahwa orang sukses itu orang yang mau bekerja keras diringi do’a. Mempelajari biografi orang lain, berdialog langsung dengan orang-orang yang expert dibidangnya, semakin dapat ditarik satu pola : orang-orang yang berhasil dalam hidup, mampu bermanfaat untuk orang banyak adalah orang yang mau untuk bekerja lebih banyak, bekerja lebih cerdas, bekerja lebih keras dibanding orang-orang kebanyakan. Jangan lupa minta do’a orang tua untuk

4. Ya Allah, berilah rizki yang halal, berkah, dan melimpah namun beri harta secukupnya, Engkau yang Maha Tahu kadar yang tepat untuk hambaNya. Tertohok benar, ketika khatib jumat dua pekan yang lalu membacakan ayat ini :

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat (Asy-syuro 27).

Allah yang Maha Mengetahui ukuran yang tepat untuk hambaNya

5. Buang pikiran-pikiran negatif, fokus pada solusi, fokus pada apa yang bisa diberikan untuk orang lain. Tidak perlu memikirkan sesuatu yang belum pasti terlalu lama. Fokus pada apa yang bisa dilakukan, pada apa yang bisa diperbuat, pada apa yang bisa dikerjakan, pada apa yang bisa diberikan. Fokus pada hal-hal yang konkret dan jangan pernah menyerah untuk terus membangun keyakinan positif pada mimpi-mimpi yang kita perjuangkan.

6. Percaya selalu skenario terbaik Allah. Ini nasihat klasik sejak saya SMA, ketika akan memutuskan untuk masuk ke univ mana. Namun ini nasehat yang selalu manjur untuk meredakan segala  kekhawatiran dalam diri. Percaya benar bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-hambaNya yang percaya. Bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan ketulusan hambaNya yang berdo’a kepadaNya, menginginkan yang terbaik tidak hanya bagi dunianya, tetapi juga akhiratnya.

#Random Financial

The Benini

last Sunday, i went to Gasibu, initially my first intention was to buy curtain for my new room. But as i walked around to find the cheapest one i ended up buy this… hehehe, here let me introduce the new resident in my room : The Benini…

Yeah,The Benini is Banana doll that i bought that time. There are reasons why I bought this doll, First Banana is my favorite fruit, i suppose this doll will remind me to eat enough fruit during my day. Second look at the expression of this doll, although there are smile in his mouth, the smile don’t reach his eyes. The expressions reminds me a lot about myself. Read this. So i suppose by this doll will always remind me to be honest to myself. Let the smile reach my eye. The last reason, I think this doll can be used as comfortable pillow in my bed. His inside is made by silicon, so he always return to his original form even I use it as a pillow.

Welcome The Benini !!

The Benini