serba serbi dakwah fardiyah

Dakwah Fardiyah adalah dakwah dengan pendekatan personal/pribadi kepada objek dakwah. Dakwah fardiyah hanyalah salah satu aspek dari sekian banyak aspek dalam dakwah, seperti dakwah lewat tulisan, dakwah dengan ceramah-ceramha, tabligh-tabligh dan lain sebanginya.

Keungulan dari dakwah fardiyah dibandingkan dengan metode dakwah lainnya adalah dakwah dengan metode ini bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Hasilnya pun bisa lebih dipantau dan bisanya output yang dihasilkan jauh lebih berkualitas dibandingkan dakwah dengan metode lainnya.

Adapun tahapan-tahapan dakwah fardiyah adalah sebagai berikut :

1. Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah

2. Membangkitkna iman yang mengendap dalam jiwa

3. Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan ibadah-ibadah yang diwajibkan

4. Menjelaskan tentang kesyumulan ibadah, bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual-ritual shalat, puasa, zakat, dan haji saja.

5. Menjelaskan kewajiban berdakwah kepada sesama muslim. Bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman kita sendiri.

6. Menjelaskan bahwa kewajiban diatas tidak mungkin dilaksanakan secara individu (infiradhi) tetapi harus dilaksanakan secara kolektif fan berjamaah

7. Menjelaskan jamaah-jamaah islam yang layak dijadikan tempat ia berjuang menegakkan islam ini.

Lalu, bagaimanakah metode-metode yang tepat digunakan dalam tiap tahapan tersebut ? berikut penjelasannya…

Tahap pertama yaitu membina hubungan yang baik dengan objek dakwah, adalah tahap yang paling menentukan. Disinilah akan tercipta taliful qulb (keterikatan hati) antara da’i dengan objek dakwahnya. Karena itulah tahap ini diletakkan pertama kali dalam tahapan dakwah fardiyah ini. Bila sudah tercipta keterikatan hati maka akan sangat mudah bagi kita “memasukkan” materi-materi atau nilai-nilai yang ingin kita dakwahi.

Tahapan selanjutnya adalah membangkitkan keimanan yang telah ada dalam dirinya. Hal ini sesuai seperti yang dicontohkan Rasullah SAW ketika awal-awal berdakwah di mekkah. Yang pertama kali terus ditanam oleh beliau adalah tauhidullah, keimanan yang kokoh kepada Allah. Tidak bergantung kepada Selain Allah. Hal ini bisa dilakukan dengan mengingatkan objek dakwah akan kebesaran dan nikmat-nikmat Allah yang bertebaran disekitarnya. Atau cara-cara lain yag sesuai dengan kondisi objek dakwah yang bersangkutan.

Selanjutnya, ketika keimanan telah tumbuh, maka da’i harus mulai memperhatikan baik kuantitas maupun kualitas ibadah objek dakwahnya. Karena dengan ibadah-ibadah yang disyariatkan inilah seseorang bisa semakin dekat kepada Rabbnya dan semakin memperkokoh iman yang telah mulai tumbuh. Perhatikan, masalah ibadah disini hanya menyangkut ibadah ma’dah atau ibadah ritual bukan ibdah secara umum. Tahap selanjutnya baru dijelaskan mengenai kesyumulan ibadah, bahwa ibadah bukan hanya shalat, puasa, zakat, dan haji, akan tetapi aktivitas apapun yang dilakukan selama itu diniatkan karena Allah SWT, maka aktivitas tersebut adalah ibadah. Dengan begitu objek dakwah makin merasa bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah dan mulai merasakan lezatnya iman dan ibadah kepada Allah. Iman dan jiwanya menjadi hidup.

Kemudian, objek dakwah, mulai diperkenalkan dengan dakwah. Di tahap inilah objek dakwah mulai berganti “status” menjadi subjek dakwah. Objek dakwah mulai dikenalkan bahwa berislam dan menjadi sholah tidak cukup dinikmati sendiri. Tetapi Allah telah memerintahkan kita untuk berbuat amar ma’ruf nahi munkar. Disini juga mulai dikenalkan mengenai urgensi berdakwah kepada objek dakwah. Setelah itu objek dakwah juga mulai diperkenalkan dengan amal jama’i. Bahwa beban dakwah ini tidak mungkin dapat dipikul seorang diri. Tidak mungkin seorang menjadi “superman” dakwah tetapi yang ada adalah “supertim” dakwah yang bekerja dalam keteraturan dan harmoni.

Tahap terkahir adalah mengenalkan dengan jama’ah mana ia harus bergabung dan memberikann kontribusinya. Ada beberapa karakteriskitik jamaah yang pantas dan benar –insya Allah- untuk kita memberikan afiliasi kita kepadanya diantaranya adalah : jamaah yang megikuti manhaj (metode) Rasullullah dalam dakwahnya, yaitu mempersiapkan seoarn muslim untuk memiliki akidah yang kokoh, ibadah yang benar dan akhlak yang mempesona. Disamping itu jamaah tersebut haruslah mengambil islam secara utuh dan integral, tidak parsial atau setengah-setengah. Pun dalam melaksanakan islam. Selanjutnya, jamaah tersebut harus mempunyai imtidad ufuqi ‘ekspansi horizontal’ ke seluruh penjuru dunia untuk mempersiapkan sarana dan mengkokohkan fondasi yang luas bagi berdirinya negara islam. Terkahir jamaah yang patut diikuti adalah jamaah yang terorganisir dengan baik. Program-programnya teratur dan terencana sehingga mungkin untuk dilaksanakan. Adakah jamaah seperti itu? Kalau syaikh Mustafa Mansur mengatakan “berkat karunia dan taufiq Allah, jamaah seperti itu terpenuhi dalam jamaah Ikhwanul Muslimun”, maka di Indonesia!?

Sedangkan dalam melaksanakan dakwah fardiyah ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh para pelaksana dakwah fardiyah. Pertama bahwa tahapan dakwah fardiyah harus dilakukan secara tertib dan berurutan. Menyalahi urutan tahapan dakwah, dapat menyebabkan penolaan objek dakwah terhadap pesan-pesan dakwah. Keduam jangan terburu-buru dan tergesa-gesa. Jangan sampai karena ingin objek dakwah sampai kepada tahapan yang lebih tinggi d’i menjadi bertindak gegabah dalam meningkatkan tahapannya. Padahal ia belum mempunyai keyakinan dan penerimaan yang sempurna terhadap setiap tahpan yang dilalui. Ketiga, jalan dakwah islam harus benar-benar bersih, bersih seluruh prasyartnya deri prasangka negatif, bersih seluruh amal islaminya dari syubhat, bersih daran dan prasarananya dari najid, dan tentunya bersih pengembannya dari maksiat.

Demikian risalah singkat mengenai dakwah fardiyah dan hal-hal yang terkait dengannya. Sebagian besar isi dari tulisan ini disadur dari buku yang berjudul “7 Tahapan Dakwah Fardiyah” karya syaikh Mustafa Mansur. Semoga bermanfaat.

Advertisements
serba serbi dakwah fardiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s