Benarkah Indonesia sudah merdeka?

Kubuka postinganku klai ini dengan memanjatkan segala pujian kepada dzat yang Maha, Tuhan semesta Alam Raya. ALHAMDULILLAHIRABBIALAMIN Sungguh segala puja dan puji hanya untuk Allah Tuhan Semesta alam. Akhirnya saya diizinkan untuk menambah koleksi tulisan saya dalam blog ini setelah hampir tiga minggu tidak pernah bersentuhan dengan blog ini diakibatkan kesibukanku dalam kegiatan kampus dan kuliah di minggu-minggu pertama serta kesibukan di asrama baruku. Tulisan ini sebetulnya kubuat pada tanggal 17 agustus, akan tetapi karena alasan diatas baru dapat kupublikasikan sekarang. Just enjoy it :

Tangal 17 Agusuts lalu, ada sebuah bangsa besar merayakan hari kemerdekaannya. Kemerdekaanyang ditandai dengan pembacaan teks proklamasi yang dibacakan oleh presiden pertamanya 63 tahun yang lalu. Aku bertanya, bagaimana keadaan bangsa itu sekarang?

Aku melihat kenyataanya, bangsa tersebut kian terpuruk. Dalam bidang ekonomi jumlah rakyat miskin meningkat setiap tahun. Pengangguran terus bertambah, ketidakadilan sosial merebak dalam struktur masyarakatnya. Orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin. Kriminaltas trerjadi dimana-mana. Dalam bidang politik, rakyat semakin apatis dalam menetukan pemimpinnya. Terjadi ketidakpercayaan pada elit-elit politik negeri itu. Politik menjadi stagnan dan hanya berputar pada kalangan-kalangan tertentu. Dalam bidang sosial budaya terjadi krisis yang tidak kalah parahnya. Berjuta pemudi bangsa itu melakukan aborsi, seks bebas semakin marak di kota-kota besar. Kebudayaan beragam suku bangsa –yang dulu selalu dibanggakan- perlahan terkikis oleh peradaban modern. Bahasa daerah, tarian daerah, bahkan adat daerah berlahan hilang ditelan arus zaman. Ya, bangsa itu sedang menderita dan aku melihatnya secara langsung dan akhirnya mengambil satu kesimpulan BANGSA ITU-INDONESIA- BELUM MERDEKA

Bangsa itu belum merdeka karena kulihat mayoritas masyarakatnya masih bermental terjajah. Pemimpinnya selalu menuruti setiap kehendak pihak asing bagaikan kerbau yang dicunguk hidungnya. Rakyat yang hanya selalu menerima dan menerima nasib. Kezhaliaman dan kerusakan yang selalu diterimanya seaakan hilang hanya dengan pembagian sembako murah atau uang Rp 15.000 sebelum pemilihan umum. Kebodohan dan mental terjajah sudah sedemikaan akut tertanam dalam jiwa mereka sehingga mereka rela dizhalimi, rela dianiaya, bahkan rela dijajah. Seakaan bangsa ini lupa bahwa mereka pernah dijajah selama 350 tahun lebih oleh bangsa asin, dan sekarang mereka kembnali ‘dijajah’ olah orang ‘asing’ berkulit sawo matang dan berambut hitam.

Bangsa itu belum mereka karena kulihat ia belum bisa memenuhi kebutuhan asasinya secara mandiri. Beras sebagai kebutuhan pokok bangsa ini mayoritas impor dari vietnam dan thailan. Begitu pula gula, sayur mayur, buah-buahan semua masih impor dari luar negeri. Kain untuk pakaiaan impor dari negeri China. Bahan-bahan bangunan untuk rumah masih bergantung pada produk asing. Bidang energipun tidak lepas dari ‘penjajahan asing’ ini. Lebih kurang 80% ladang minyak dan batu bara kita dikuasai oleh pihak asing dengan kontrak yang sangat merugikan bangsa Indonesia.

Bangsa itu belum merdeka belum merdeka karena kulihat pemimpinnya masih saja tidak pernah becus mengelola bangsa ini. Ia hanya sibuk mencari kekayaan dan kekuasaan untuk dirinya dan kelompoknya. Pemimpin yang selalu merasa inferior ketika bertemu dengan bangsa lain yang lebih bermartabat.

Bangsa itu belum merdeka karena kulihat kemerdekaan mereka belum merasakan kemerdekaan hakiki. Kemerdekaan hakiki bukanlah proklamasi, kemerdekaan hakiki bukanlah konfrensi diatas meja. Kemerdekaan hakiki adalah rasa bebas untuk menentukan nasib bangsa ini sendiri, menentukan apa yang harus diperbuat untuk memakmurkan negerinya. Kemerdekaan untuk terus melayani bangsa agar terus diridhoiNya.

Ya, dengan pasti kukatakan BANGSA ITU – INDONESIA-BELUM MERDEKA. Sehinga bait-bait lagu Indonesia Raya masih sangat relevan untuk selau dikumandangkan…

Indoneisa Raya merdeka-merdeka tanahku negriku yang kucinta

Indoneisa Raya merdeka-merdeka hiduplah indonesia raya

Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan gerakan, tindakan, dan langkah-langkah konkret dari semua elemen bangsa itu –sesuai dengan bait sebelumnya.

Hiudplah tanahku, hiduplah negriku, bangsaku rakyatku semuanya

Bangunlah jiwanya bangunlah badannya unutk Indonesia raya

Ku termenung kembali, melihat kenyataan dan fakta-fakta yang terhampar. Aku yang tiada lain adalah Pemuda bangsa itu, bangsa Indonesia, merasakan bahwa beban besar akan menimpa pundak-pundak ini. Pundakku dan pundak teman-teman seperjuanganku. Beban untuk menjadikan bangsa ini merasai kemerdekaan yang sesunguhnya.

Dan kini, waktu merenung telah habis, sekarang waktunya bertindak, berbuat dan bergerak. Karena aku dan teman-temanku yakin bahwa harapan itu masih ada. Harapan untuk membawa indonesia kearah yang lebih baik dan bermartabat dalam naungan ridhoNya

Advertisements
Benarkah Indonesia sudah merdeka?

One thought on “Benarkah Indonesia sudah merdeka?

  1. reZa pH says:

    Hidoeplah tanahkoe, hidoeplah negrikoe, bangsakoe rakjatkoe semoeanja

    Bangoenlah djiwanja bangoenlah badannja oentoek Indonesia raja

    Indonesia Raja merdeka-merdeka tanahkoe negrikoe jang kutjinta

    Indoneisa Raja merdeka-merdeka hidoeplah indonesia raja

    -Bangkitlah negeriku-
    =j

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s