Krisis Ekonomi Global : Kegagalan Sistem Kapitalis

diambil dan disarikan dari “kopi sore” Himpunan Mahasiswa Sipil Intitute Teknologi Bandung

Resume Kopi Sore.

19 oktober 2008

Krisis finansial global

Krisis financial global sekali lagi melanda dunia. Bermula dari krisis di Amerika, kini menyebar ke seluruh belahan dunia. Kepanikan investor menjadi-jadi setelah harga bursa saham terjun bebas hingga akhirnya harus dihentikan sementara kegiatanya. Indonesia sebagai Negara berkembang secara langsung maupun tak langsung juga terkena imbas dari kondisi tersebut.

Krisis ekonomi yang sering melanda dunia sebenarnya disebabkan karena penggunaan floating system(system mengambang) dalam perekonomian dunia. Semuanya bermula sejak akhir perang dunia 2. Saat itu Amerika mengalami krisis ekonomi besar-besaran yang akhirnya berimbas ke resesi ekonomi global. Kemudian para pemimpin dunia berkumpul dan mengeluarkan perjanjian brathenwood 1. Perjanjian tersebut memutuskan bahwa amerika akan menukarkan semua dolar yang ada dengan sejumlah emas. Akhirnya perekonomian dunia pun menggunakan emas sebagai mata uang internasional. Penggunaan emas ini ternyata terbukti sukses menjaga kestabilan ekonomi dunia karena nilai emas yang stabil. Hingga pada saat presiden Nixon berkuasa perjanjian tersebut di batalkan dan uang kertas kembali dipergunakan, system inilah yang kemudian disebut sebagai floating system karena nilai mata uang yang fluktuatif. Uang kertas tidak seperti emas, patokan nilainya naik turun menyebabkan munculnya potensi krisis. Nilai uang kertas mula-mula disetarakan dengan sejumlah emas yang tersimpan di bank, namun kemudian nilai emas dan jumlah uang yang beredar menjadi tidak imbang. Perdagangan yang terjadi menjadi perdagangan uang yang nilai patokanya sudah tidak jelas lagi, bukan barang, baik berupa uang tunai maupun berupa surat-surat yang nilainya mewakili sejumlah nilai uang. Perdagangan tersebut bersifat global sehingga muncul satu mata uang yang mendominasi secara global. Saat perbedaan jumlah emas yang menjadi patokan dengan uang yang beredar terlalu tidak jelas maka potensi krisispun muncul, ketika krisis benar-benar muncul maka seluruh dunia akan terkena imbasnya.

Lalu sebenarnya apa penyebab dari krisis financial global yang terjadi saat ini?.

Kasus ini bermula dari kredit pemilikan rumah yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika melalui bank-bank yang ada di Negara tersebut. Terjadi kondisi dimana kredit tersebut macet dan perbankan di Amerika mulai kebingungan karena kehabisan dolar. Mereka mulai menarik dolar-dolar yang ada di seluruh dunia untuk menjaga kestabilan perekonomian AS. Akibatnya harga mata uang dolar terhadap mata uang lain menjadi lebih tinggi. Karena dolar telah menjadi mata uang utama dunia,berkurangnya dolar di pasaran serta meningkatnya nilai mata uang dolar terhadap mata uang lokal akhirnya berdampak pada kekacauan system ekonomi global. Sejumlah pemimpin dunia sebenarnya sempat mendesak presiden Amerika Saat itu George W Bush untuk membuat perjanjian bratenwood 2, namun usulan tersebut ditolaknya dan berdalih nbahwa system ekonomi kapitalis seperti sekarang adalah yang terbaik.

Dampak krisis financial global sebenarnya tidak terlalu besar bagi Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar memacu tingkat konsumsi produk dalam negeri juga besar, konsumsi produk impor yang menyebabkan penukaran banyak rupiah dengan sedikit dolar sebenarnya juga besar, namun intervensi pemerintah pada sector export dan impor menyebabkan kondisi tersebut terkendali. Negara-negara dengan kondisi seperti Indonesia tersebut berpotensi untuk menjaga agar krisis global ini tidak bertambah parah, oleh karena itu pertemuan Negara-negara G-20 memutuskan bahwa Negara-negara seperti Indonesia(terutama Indonesia) harus melakukan beberapa langkah agar mempu menjaga kestabilan ekonominya yaitu :

1. Optimis

2. Pertahankan angka aman rupiah.

3. Optimalkan APBN

4. Usahakan kemandirian Nasional

5. Perkokoh kemitraan

6. Hentikan ego sektoral

7. politik non partisan

8. Perkuat komunikasi

Pengaruh krisis financial ini juga menyentuh pasar saham. Banyak perusahaan kehilangan kepercayaan dari pemegang saham, pemegang saham tersebut kemudian melakukan short selling yang menyebabkan perusahaan kehabisan modal dan akhirnya bankrut. Beberapa perusahaan ada yang beruntung karena mendapat bail out dari pemerintah untuk menjaga agar perusahaan tersebut tetap sehat. Namun suntikan dana yang menggunakan uang rakyat tersebut juga berisiko pada munculnya kerugian Negara.

Meskipun masih tergolong kecil dampak krisis ini terhadap perekonomian Indonesia tetap harus diatasi. Cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menjual semua dolar dan menukarkanya dengan rupiah untukmenghindari potensi terjadinya inflasi akibat krisis ini. System perekonomian Indonesia yang berdasar Pancasila sebenarnya juga mampu mengatasi dampak krisis ini. Sila kelima dari pancasila mengharuskan perekonomian di Indonesia berdasarkan konsep keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan konsep tersebut seharusnya perekonomian Indonesia lebih banyak bergerak di level rakyat untuk memberikan kemakmuran pada seluruh rakyat. Jika bperekonomian sudah berjalan semaksimal mungkin di level rakyat maka dapat dipastikan perekonomian Indoensia telah benar-benar mandiri. Hal tersebut akan berujung pada terbebasnya Indonesia dari jerat krisis financial global.

Kita berharap semoga presiden Amerika yang baru Barrack Obama dapat memperbaiki kondisi resesi ekonomi di Amerika sehingga kondisi ekonomi di seluruh dunia juga dapat terpulihkan.

Advertisements
Krisis Ekonomi Global : Kegagalan Sistem Kapitalis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s