Tiga Kata Yang Diajarkan Rasulullah

Sebuah tausiyah dari 2 episode kehidupan Rasullullah ;

Episode pertama :

Berlatar belakang perang khandaq dimana ketika itu kaum muslimun bekerja keras membangun parit untuk menahan serbuan pasukan ahzab yang hendak meluluh lantakkan Madinah. Sebagian besar sahabat nabi pun ikut turun ke membangun mega proyek pemabuatan parit tersebut, tak terkecuali sahabat nabi bernama Jabir.

Karena lelah menggali parit, Jabir pun pulang dan meminta istrinya untuk memasakkan sesuatu untuknya.

” hai, istri ku, apakah yang tersisa di dapur untuk makan saat ini” tanya jabir kepada istrinya
” tinggal bersisa seekor anak kambing dan sekerat gandum ” jawab istrinya
” kalau begitu, masaklah”

dan jabir pun keluar untuk mengundang Rasullullah menikmati hidangan itu. Mendengar itu Rasullullah pun berseru

“Para sahabatku, kemarilah, mampirlah ke rumah Jabir untuk menyantap makanan, sesungguhnya ia telah meyiapkannya”

Bergemuruhlah hati jabir mendengarnya, bagaimana tidak, ia hanya mempunyai seekor anak kambing dan sekerat gandum secukupnya. Bagaimana mungkin makanan yang sedikit itu cukup untuk memberi makan semua sahabat nabi yang ada disitu.

Sesampainya dirumah Jabir, Nabi pun mempersilahkan 10 orang sahabatnya untuk menikmati makanan. Setelah selesai, dan mereka kenyang, nabi mempersilahkan 10 orang kembali untuk menikmati hidangan. Begitu seterusnya hingga seluruh sahabatnya kenyang.

Dan betapa herannya Jabir ternyata makanan yang disediakannya masih bersisa. Cukup untuk dirinya dan istrinya.

Episode kedua :


Ini kisah tentang pasangn suami istri yang dibina risalah kenabian sejak masa kecilnya; Rumah tangga Ali dan Fatimah. Pasangan tersebut hidup sangat sedehana kendati mereka berdua adalah putri dan menantu seorang kepala negara .

Fatimah bekerja sebagai penggiling jagung, sedangkan Ali bekerja sebagai pengangkut air. Kehidupannya yang susah tersebut mendorong Ali untuk berkata kepada Fatimah

“ya, fatimah, sesungguhnya ayahmu mempunyai banyak sekali tawanan perang, bisakah satu diberikan kepada kita, untuk menjadi pembantu kita?”

sebagai istri yang baik, fatimah pun beranjak untuk menemui Rasullullah. Tetapi akhirnya tidak bisa berkata apa-apa dihadapan ayah yang sangat dihormatinya tersebut. Akhirnya ali pun memutuskan untuk menemani fatimah bertemu ayahnya.

namun apa tanggapan Rasulullah.

“hai ali, maukah kamu keberitahu apa yang lebih baik dari pada yang kamu minta”
“mau ya Rasulullah”
“bacalah ALHAMDULILLAH, ALLAHUAKBAR, dan SUBHANALLAH sebelum tidur”

dan semenjak itu, Ali pun berkata bahwa ia tidak pernah meninggalkan kalimat tersebut sejak diberitahu Rasulullah.

Apa ibrah yang bisa diambil dari cerita tersebut;

Episode pertama membuktikan kekuatan nubuwah Rasullullah. Bahwa Rasulullah adalah nabi yang tanda-tandanya tidak perlu diragukan lagi. Namun fokus kita bukanlah pada Episode pertama, namun yang kedua;

Rasullullah tidak menggunakan kekuatan nubuwahnya untuk membantu kehidupan anak dan menantunya yang pasti sangat ia sayangi. Sungguh sangat mudah bagi Rasullullah untuk membantu meringankan kehidupan mereka, Namun yang diajarkan nabi justru lebih agung dan dasyat

Kalimat Allahuakbar, mengajarkan kepada kita bahwa Allah Maha Besar. Tidak ada masalah yang cukup besar bagi Allah yang Maha besar. Tidak ada persoalan yang sangat berat kecuali Allah pasti menyediakan jalan keluarnya.

Kalimat Alhamdulillah mengajarkan kepada kita bahwa segala puji hanya bagi Allah. Mengingatkan kepada kita bahwa rasa syukur harus selalu kita panjatkan kehadiratNya. Dengan segala Kasih Sayang dan RahmatNya, Allah tidak mungkin membebani hambaNya diluar batas kemampuannya

Kalimat Subhanallah, mangajarkan kepada kita bahwa Allah Maha Suci dan hanya kepada Ialah kita menyembah, dan meminta pertologan. Bahkan segala mukjizat yang dilakukan Rasullullah pun atas segala KehendakNya. Salah tempat jika kita meminta rezeki dan pertolongan kepada sesama makhluk, namun mintalah pertolongan kepada Allah.

Sebagai kesimpulan :
Tidak ada masalah, beban, kesulitan sebesar apapun yang pantas membuat kita untuk mengeluh. Cukuplah tiga kalimat Allahuakbar, Subhanallah, dan Alhamdulillah sebagai bekal kita dalam menghadapi setiap ujian dan tekanan yang datang.

dan, jika kita harus mengumpulkan 4000 tanda tangan dalam dua hari, itu bukanlah suatu kemustahilan. Ikhtiar maksimal, hingga pertologan Allah datang, karena sesungguhnya pertolonganNya amatlah dekat.

Semangat kawans…

Advertisements
Tiga Kata Yang Diajarkan Rasulullah

One thought on “Tiga Kata Yang Diajarkan Rasulullah

  1. faqih says:

    Cukuplah tiga kalimat Allahuakbar, Subhanallah, dan Alhamdulillah sebagai bekal kita dalam menghadapi setiap ujian dan tekanan yang datang.
    kalimat terindah dikala sulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s