naik motor vs angkot

tiga hari ini saya terpaksa naik angkot karena satu dan lain hal (sebut saja kunci motor saya diilangin teman)
selama tiga hari ini pula saya menjadi uring-uringan karena rasanya ruang gerak saya sangat terbatas, dari yang biasa kemana-mana bawa motor sekarang harus jalan kaki dan naik angkot. Maklum saya terakhir kali rutin naik angkot SMA kelas 2 semester 1. Sudah hampir 5 tahun yang lalu.

Yah, sekali-kali naik angkot ga papa juga kali sur. Santai aja, yang penting nikmati. Pasti ada hikmah dibalik semua ini.

dan benar saja, hikmah pertama yang bisa diambil adalah terketiknya notes ini untuk anda semua,

plus minus naik angkot

enaknya naik angkot
– lebih ramah lingkungan, iyalah kan satu kendaraan dipake rame-rame jadi ga banyak emisi yang terbuang
– lebih hemat energi, saat energi dunia ini semakin mahal dan langka saatnya lakukan penghematan
– bisa melakukan hal yang lain, saya jadi bisa tilwah plus murajaah ketika naik angkot, kalau di motor mah susah karena harus fokus ke jalan, iya kan??
– lebih sehat, karena jarak dari asrama dengan jalan raya cukup jauh, saya jadi punya kesempatan jalan-jalan pagi, dan jalan-jalan sore
– lebih punya waktu untuk memperhatikan keadaan masyarakat. Jalur yang harus saya tempuh untuk naik angkot, merupakan perkampungan kumuh yang cukup membuat hati ini bersyukur dan merintih.

tapi ada ga enaknya juga :
– tidak bisa menebak waktu kehadiran dengan tepat. Saya kemarin terlambat datang untuk kelas semester pendek. Padahal berangkat nya sudah 45 menit sebelum kelas dimulai. Angkotnya ngetem lama banget.
– lebih capek
– ongkosnya lebih gede. Naik motor 15 ribu bisa buat dua minggu, naik angkot sekali jalan 2 ribu. Jauh banget
– ruang gerak terbatasi. ga bisa kemana-mana sekehendak hati.
– dan ini yang paling parah. Ga suka naik angkot karena lebih mudah ngelihat yang ga benar. Ada teteh2 yang suka pake baju adeknya lah, sehingga ketika ia keluar dari angkot, sungguh pandangan yang menyiksa. Belum lagi desak-desakan sama yang bukan mahram.Argggghhhh, parah banget. Ga suka naik angkot terutama karena alasan ini. Mesti banyak nunduk kalau naik angkot dan leher pegel sampai tujuan.

jadi kesimpulannya…
Saya lebih seneng naik motor sendiri. Lebih bebas, aman, dan nyaman!!!
ohhhh, kunciku, cepatlah kembali

Advertisements
naik motor vs angkot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s