melahirkan “bijaksana”

kebijaksanaan itu hanya lahir dari rahim pemahaman.

karena itu cukuplah “bijaksana” jika

berpikir secara holistik, komprehensif

melihat persoalan dari berbagai sudut pandang,

tidak cupit, menganggap  sudut pandangnya yang paling benar

karena itu cukuplah “bijaksana” jika

mampu menganalisa dengan objektif

kebenaran dan kebaikan yang dicari

bukan sekadar ego pribadi

karena itu cukuplah “bijaksana” jika

akhirnya setiap keputusan yang diambil

dibahasakan dengan bahasa kaumnya

agar dapat dimengerti lagi dipahami

dan akhirnya dari sikap “bijaksana” yang dipelihara, aku berharap akan lahirnya cucu peradaban yang tidak arrogant, merasa diri paling benar, yang lain salah. Saya benar, kamu semua salah. Cucu peradaban yang mampu mempererat ikatan, bukan menceraiberaikan pun menguraikan. Penyambung kasih sayang, dan penyelesai masalah yang jitu di tengah masyarakat.

Namun, tahukah kawan!? kebijaksanaan itu didapat, ketika kita memang menyandarkan pemahaman hanya pada yang Maha Bijaksana. Ianya lah yang berkenan membuat kita mencicipi rasa pemahaman yang berujung pada kebijaksanaan.

Allah  menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah ). Al-Baqarah ; 251

anak2

Advertisements
melahirkan “bijaksana”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s