Merancang Solusi Sistem Transportasi Kota Jakarta

busway41Jakarta, ibu kota negara Indonesia, dimana sekitar 80 persen perputaran uang dan modal yang ada di negeri ini, berputar di dalamnya. Dengan aktivitas ekonomi setinggi itu, tentu transportasi di Jakarta merupakan dengan lalu lintas yang sangat padat. Baik lalu lintas barang maupun lalu lintas penumpang. Sayangnya, sampai saat ini Jakarta belum bisa lepas dari persoalan klasik : kemacetan lalu lintas. Kemacetan di Jakarta bukanlah kemacetan normal, dimana seorang transport engineer biasanya merencanakan akan ada 30 jam dalam setahun dimana jaringan transportasi akan mengalami kemacetan. Tidak. Jakarta hampir setiap hari macet. Dan itu terjadi tidak hanya di beberapa titik pusat pergerakan, namun hampir diseluruh titik di wilayah Jakarta. Apalagi ketika peek hour (jam puncak) pergerakan, yaitu pagi dan petang hari.

Permasalahan transportasi di Jakarta, secara teoritis bisa dijelaskan karena beberapa faktor. Faktor pertama adalah demand transportasi/pergerakan yang sangat tinggi di Jakarta. Seperti di sebutkan diatas Jakarta adalah kota dengan 80 % perputaran uang dan modal di negeri ini ada di dalamnya. -Dengan cita-cita ekonomi setinggi itu, wajar pergerakan yang harus dilayani pun sangat tinggi. Sayangnya pemerintah belum mampu untuk menyediakan infrastuktur transportasi yang memadai. Selain karena masalah ketersediaan dana, masalah lain adalah tiadanya natural resources yang cukup untuk membangun infrastuktur. Natural resources disini adalah lahan untuk membangun jaringan jalan atau memperlebar jalan yang sudah ada. Jalan menjadi sangat penting moda utama transporatasi di Jakarta saat ini masih merupakan moda jalan raya seperti mobil dan sepeda motor. Akibatnya terjadi ketidak seimbangan antara demand dan suply transportasi. Hal ini diperparah dengan kondisi sosial masyarakat Jakarta,dan sekitarnya yang sangat senang memiliki kendaraan pribadi, sehingga pertumbuhan pembangunan jalan tidak bisa mengimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan. Terjadilah kemacetan hampir setiap hari di Jakarta.

Faktor kedua yang menyebabkan kemacetan parah di Jakarta, adalah ketidakjelasan jaringan transportasi di Jakarta dengan kota-kota satelitnya. Banyak jalan utama yang seharusnya di desain untuk kecepatan tinggi dengan access yang rendah, justru dibangunkan banyak bangunan di sisi-sisinya yang berakibat sebaliknya. Contoh paling jelas adalah jalan raya Kali Malang di Jakarta timur. Jalan raya ini adalah jalan utama untuk memasuki kota jakarta dari arah bekasi barat. Namun jalan yang seharusnya lebar dan dapat ditempuh dengan kecepatan tinggi ini, disamping jalannya banyak terdapat bangunan komersil (ruko), pasar maupun pedagang kaki lima. Hal ini menyebabkan besarnya hambatan samping, yang berakibat menurunnya kecepatan layanan jalan. Karena mayoritas warga Jakarta bertempat tinggal di kota-kota satelit di sekeliling Jakarta, ketidakjelasan jaringan ini jelas memperparah masalah transportasi di Jakarta.

Faktor ketiga adalah pemilhan moda transportasi di Jakarta. Dengan sumber daya alam lahan yang terbatas di Jakarta, serta tingginya tingkat pergerakan warganya, Jakarta seharusnya menggunakan moda transportasi massal yang mampu mengangkut banyak orang dalam sekali waktu. Namun sayangnya perkembangan kebijakan transportasi Jakarta lebih berpihak kepada pengguna kendaraan pribadi. Hal ini dapat dilihat dengan terus ditambahnya ruas jalan tol untuk menampung pergerakan kendaraan di Jakarta. Kebijakan seperti itu, sejatinya merupakan uapaya penggalian kubur sendiri bagi sistem transportasi Jakarta. Adanya jalan-jalan baru, hanya akan memancing pertumbuhan kendaraan yang pada akhirnya akan semakin memberatkan jaringan transportasi. Dan dengan terbatasnya lahan yang bisa dialih fungsikan menjadi jalan maka pertumbuhan jalan pasti akan lebih kecil dibandingkan pertumbuhan kendaraan.

Sebenarnya, saat ini Jakarta sedang mengembangkan busway. Sayangnya jaringan busway ini belum melibatkan kota-kota disekitar Jakarta. Pun jaringan bus penjemput (feeder) masih sangat berantakan. Pelayanan terkait kenyamanan dan keamanan pun terus menurun dengan bertambahnya koridor. Dengan berbagai masalah diatas, wajar jika busway hanya mampu melayani sekitar 200.000 penumpang per hari. Bandingkan dengan busway bogota yang menjadi contoh dalam pengembangan busway di Jakarta. Ia sudah dapat melayani lenih kurang 1.000.000 penumpang per hari!!!. Dengan armada bus yang terus diperbanyak dan diperbaiki. Kenyamanan dan keamanannya pun sangat diperhatikan oleh pemerintah kota setempat.

Untuk menyelesaikan masalah transportasi kota Jakarta yang dibutuhkan adalah political will yang kuat. Pertama pemerintah kota Jakarta harus membuat peraturan untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di Jakarta. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan tarif parkir kendaraan yang mahal, atau memungut biaya pada ruas-ruas jalan tertentu. Kemudian transportasi massal dengan jaringan yang kuat hingga menyentuh kantung-kantung perumahan harus terus dibangun. Jaringan yang dibangun menggunakan sistem hub-spoke dimana terdapat satu atau beberapa statiun utama tempat transshipment terjadi. Harus diperhatikan bahwa statiun ini tidak hanya tempat transshipment satu moda, tetapi beberapa moda. Moda jarak dekat bisa berupa monorel yang mengelilingi pusat-pusat perkantoran dan bisnis di pusat kota. Moda jarak menengah bisa berupa busway yang berhubungan dengan statiun-statiun di perumahan-perumahan penduduk. Moda jarak jauh bisa berupa monorel yang menhubungkan pusat kota Jakarta dengan kota satelitnya atau dengan pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Soekarno Hatta. Kemudian juga dikembangkan jalur pergerakan yang mengelilingi kota Jakarta, sehingga untuk berpindah dari kota satelit ke kota satelit lainnya tidak perlu masuk ke dalam kota, sehingga kepadatan lalu lintas bisa dikurangi. Dengan kebijakan yang tepat, dan study yang mendalam, permasalahan transportasi di Jakarta bukanlah benang kusut yang sama sekali tidak bisa diurai. Namun sekali lagi, memang diperlukan kemauan yang sangat kuat dan keberanian untuk dapat memperbaiki sistem transportasi di Jakarta.

Advertisements
Merancang Solusi Sistem Transportasi Kota Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s