tidak sampai ke mata

seriang apapun susananya, hati tidak mampu dibodohi kan?? apalagi dibohongi. Sudah jujur saja pada hatimu yang luka, bahwa engkau memang sedang terluka. Tidak perlu disembunyikan dengan muka pura-pura riang itu. bukankah sang Pencipta menciptakan kesedihan karena memang ada kesenangan. Menciptakan gelap, sebagai antitesis dari terang. Tumpahkan saja segala luka itu. Tumpahkan dalam malam-malam panjang penuh pengharapan, dan pagi-siang penuh usaha dan kerja. Agar ada air bening yang siap membasuhnya dengan kesegaran dan obat anti sakit. Agar timbul kebijaksanaan bahwa luka terkadang baik bagi kita. Agar timbul kebijaksanaan bahwa tangis dan tawa hanyalah selembar ekspresi yang mustahil mencerminkan kekayaan jiwa.

sadarlah, bahwa tidak selamanya gelap dan terang tidak bisa bersatu di dunia. Bukankah dalam kegetiran malam selalu ada cahaya gemintang yang menunjukkan jalan,  dalam pekatnya selalu ada keniscayaan bahwa mentari pasti kan bersinar? sadarlah, bahwa dalam lorong kehidupan ini, selalu ada setitik cahaya yang selalu mampu menuntunmu menempuh jalan terang benderang. Yang untungnya ia tidak perlu dicari. Ia hadir dalam dirimu sendiri, dalam bening yang merupa nurani.

Setelah obat itu kau telan dalam-dalam, pada akhirnya biarkan senyum itu menjalar tidak hanya pada bibir jiwa, namun sampai pula ke mata hati. Biarkan senyum itu tidak menjadi palsu. Menjalar dari bibir mencapai mata.  Biarkan rasa syukur dan sabar membersamai jiwamu dalam kehidupan. Sampai engkau tidak peduli manakah yang menghampiri jiwa mu lebih dahulu.

.:untuk seseorang yang senyumnya seringkali tidak sampai ke mata:.

Advertisements
tidak sampai ke mata

6 thoughts on “tidak sampai ke mata

  1. Chrysanthee says:

    Tumpahkan saja segala luka itu. Tumpahkan dalam malam-malam panjang penuh pengharapan, dan pagi-siang penuh usaha dan kerja. Agar ada air bening yang siap membasuhnya dengan kesegaran dan obat anti sakit. Agar timbul kebijaksanaan bahwa luka terkadang baik bagi kita. Agar timbul kebijaksanaan bahwa tangis dan tawa hanyalah selembar ekspresi yang mustahil mencerminkan kekayaan jiwa.

    kenapa saya nangis baca ini yha..? 😉

  2. syahrazadhumeira says:

    taufiq taufiq taufiq taufiq.

    jazakallah khayr..btw..fik, nulis artikel di blog, terus dibaca sama orang, ternyata kalau dianalogikan sama aja kayak menanam kebaikan..,dan kita tak tahu kan masuk syurga dari perbuatan baik kita yang mana…bisa aja karena, ada seseorang atau sejamaah (saya ga ngerti juga ini sejamaah artinya apaan–> pokoknya lebih banyak daripada seseorang) terinspirasi dan akhirnya mendapat hidayah karena tulisan kita..

    sayang matt mullenweg pendiri wordpress bukan orang Islam. kalau Islam..beh…

    salam ceria sehangat jihad, 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s