kekayaan kata dan imagi keajaiban

saya bukan orang yang ahli dalam sastra atau dunia tulis menulis. Kegemaran tulis menulis pun hanya saya salurkan melalui blog sederhana ini. Dan sampai saat ini tidak pernah berpikir untuk menulis di lain tempat dalam bentuk-bentuk yang lebih serius. Akan tetapi bicara tentang dunia tulis menulis, ada hal baru yang saya jatuhcintakan kemarin. Yaitu tentang sastra yang menusuk. Sastranya bercerita bebas dan menyerahkan deskripsi maknanya pada pembacanya, sementara tusukannya memberikan makna dan inspirasi baru bagi pembacanya. Sayangnya untuk memahami sastra yang menusuk ini, sering kali saya harus membacanya berulang kali. berkali-kali. Sampai saya mampu menangkap apa yang dimaksud oleh penulisnya. Dan percayalah itu tidak mudah. Meski begitu, ketika akhirnya pemahaman itu saya dapatkan, ahh, rasanya seperti melayang. Terbang. Dan percayalah, pemahaman yang didapat dengan cara yang tidak mudah akan sangat sulit dilepaskan dari pikiran kita. Dan ini yang membuat saya jatuh cinta pada sastra yang menusuk ini.

salah satu paragraf yang saya suka dari penulis “sastra yang menusuk” ini :

hukum berlaku bahwa sejumlah kecil oang memerintah sejumlah besar orang dan tidak sebaliknya. Ada hal yang lebih perkasa dan berdaya dibandingkan dengan fisik, itulah jiwa. Kalau kemerdekaan adalah fitrah, maka kesalahan sesudah itu, bisa seperti orang yang makan salah niat atau lupa basmallah. Berkah kemerdekaan tercabut karena kehilangan nama Allah waktu mengumumkannya atau dorongan motivasi perang antar manusia berbeda warna. Diantara kelebihan yang diberikan kepada Rasulullah SAW ialah “aku dimenangkan berkat ru’b (daya gentar dan menggerntarkan) sebuah perjalanan”. Para tiran sangat takut suatu saat rakyat akan menghukum mereka. Kekukatan islam yang datang dengan keadilan yang berlaku untuk semua, menggenapkan ketakutan itu di hati para tiran dan koruptor. Rakyat mendapatkan kembali kemerdekaan tanpa perlu takut berkhianat kepada bangsa. Islam tidak datang atas nama bangsa. Islam tidak datang atas  nama bangsa, suku, ras, dan warna, melainkan atas  nama kemerdekaan dan keadilan universal. (alm KH. Ramhat Abdulullah)

dan masih banyak penulis sastra yang menusuk lainnya. Mulai dari amatir yang tersebar di berbagai blog seperti ini

Mungkin rasa itu akan hadir, ketika akhirnya membatu dalam diam atau membiru dalam lebam. Gemetar dan beradulah dua gigi, seakan hati ingin menunjukkan resahnya pada seisi bumi. Berharap matahari tau ketika sinarnya terlalu terik, berharap malam mengerti dinginnya terlalu menusuk. Namun duka ada karena suka, air mata ada karena tawa, gelap pun ada karena terang, agar kita benar-benar mengerti bagaimana rasanya suka dan tawa. Dan rasa yang lain pun akan hadir, ketika memeluk dalam cinta dan mencinta dalam ukhuwah. Ketika tak ragu meminjamkan bahu dalam resah, menghadirkan senyum dalam gelisah. (blog seorang kawan)

Hingga yang satu ini. dan yang ini benar-benar istemewa bagi saya. karena dibaca ribuan kalipun, ia tidak pernah kering akan sumber inspirasi. Sebuah tulisan yang selalu mampu memberikan pemahaman baru dan tidak habis dimakan zaman, tidak basi dilewati waktu, dan tetap konstekstual untuk segala kondisi.

Demi kuda perang yang berlari kencang dan terengah-engah. Dan kuda yang mencetuskan ai dengan pukulan. Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi. Maka ia menerbangkan debu. Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh. sesngguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya. dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. dan sesungguhnya ia sangat bakhil akan cintanya kepada harta. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur. Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada. Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka. (al-adiyat)

indah bukan? dan bagi saya, sastra adalah salah satu seni yang paling saya suka disamping fotografi. Seni kekayaan kata dan imagi keajaiban.

Advertisements
kekayaan kata dan imagi keajaiban

2 thoughts on “kekayaan kata dan imagi keajaiban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s