belajar tentang cinta

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

dua hari ini, benar-benar belajar tentang cinta. Cinta yang menghabiskan waktu tidur, dan membabat habis kantuk dimata. Aktivitas yang demikian padat, dari waktu shubuh menjelang tengah malam, tanpa henti dan jeda. huff.. lelah? pasti, letih? tentu saja!! rasa-rasanya tulang-tulang ini benar-benar ingin berlolosan, badan remuk, dan kepala berat luar biasa.

tapi cinta selalu menemukan jalan untuk mengatasi segala hambatan bukan!? bukankah cinta, yang pada akhirnya membuat Rasulullah terus menerus memikirkan umatnya bahkan hingga akhir hayatnya. Sungguh berat terasa kepedihan kita di jiwa beliau. Bukankah cinta yang pada akhirnya membuat Abu Bakar memerangi kaum yang tidak mau membayar zakat, karena takut umat pada akhirnya akan menyepelekan zakat !? dan bukankah karena cinta, Umar yang perkasa pun merintih ketakukan jika ada domba di ujung daerah kekuasaannya yang terjatuh lalu meninggal.

dan sungguh, bukankah karena cinta para ulama dari negeri antah berantah, akhirnya sampai ke bumi nusantara ini. Menyebarkan risalah mulia yang akhirnya membuat negeri yang terdiri dari ribuan pulau ini akhirnya menemukan identitasnya yang satu. Dengan cinta, diajarkannya satu per satu penduduk untuk mengenal Tuhannya yang satu. Ya Allah, sungguh jika tidak dengan cinta, apa mungkin negeri Indonesia ini ada dibawah naungan hidayah!?

maka sadarilah, dakwah ini sepenuhnya berbicara dengan cinta !!. Jika energi cinta yang menjadi landasannya, tidak akan ada lagi kata lelah, letih, dan capek dalam setiap amal dakwah kita. Yang tersisa hanyalah amal-amal terbaik yang selalu kita persembahkan untuk mad’u-mad’u kita. Biarlah pikiran ini terbebani, tubuh ini luluh lantak, dan semakin ringkih. Biarlah, biarlah itu menjadi saksi atas semua perjuangan kita.

Maka mari saudaraku, mari mengembalikan sumber cinta kita kepada Allah. Biarkan Ia saja yang menjadi tempat keluh kesah kita, biarkan Ia saja yang menjadi sumber kekuatan kita yang tidak pernah putus, biarkan Ia saja yang kita harapkan balasannya atas segala amal yang kita lakukan! ya biarkan Ia saja yang manjadikan indah pada saatnya.

sekali lagi, ditulis untuk menyemangati diri sendiri

belajar tentang cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s