belajar parenting (4) : rumah tangga muslim

Memformat rumah tangga muslim dengan format islam, yang aktivitasnya menuntut hal-hal berikut :

1. Komitmen kedua orang tua dengan norma-norma islam, baik dalam tindakan, perkataan, cara berpakaian, pergaulan, makanan, minuman dan segala hal yang terkait dengan kehidupan rumah tangga.

2. Penampilan rumah tangga muslim dengan segenap perangkat yang ada didalamnya hendaknya sesuai dengan penampilan yang diridhai Allah SWT, dan sesuai dengan ajaran islam. Ia tidak bermegah-megahan dalam hal perabot dan tempat tidur, tidak ada patung-patung, atau sesuatu yang mengundang murka Allah, betapapun sesuatu itu telah menjadi tradisi yang lazim di mata orang banyak.

3. salain itu rumah tangga ini hendaknya selalu bersih sederhana, rapi, asri, dan mendatangkan kenyamanan bagi penghuninya. Ia tidak menjauhkan diri dari perhiasan dunia, karena Allah telah menghalalkan rezeki yang baik-baik dan islam juga menganjurkan agar kita memiliki rumah yang lapang. Begitu juga rumah tangga ini harus memperhatikan makanan yang baik, dan pakaian yang baik dalam batas-batas yang telah dihalalkan Allah.

4. Rumah tangga muslim, hendaknya tidak mengenal pertengkaran antar penghuninya, terutama antara ibu dan ayah, karena islam memerintahkan keharmonisan, ketenangan, kecintaan, kasih sayang, dari semua anggota keluarga. Rumah tangga muslim dapat mewujudkan semua ini apabila masing-masing dari kedua orang tua mengerti tentang kewajiban-kewajiban dan hak-haknya, serta melaksanakan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan mencarai ridhoNya.

5. rumah tangga muslim tidak berpijak di atas prinsip pengekangan terhadap anggota-anggotanya dalam hal yang telah dihalalkan Allah, namun berpijak pada prinsip :

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan (Ath-thalaq : 7)

Gambaran sebagian orang bahwa rumah tangga muslim harus selalu beralas tikar sebagai tempat tidurnya, meskipun sebenarnya mampu lebih baik dari itu adalah salah, begitu juga dalam hal pakaian dan makanan.

6. Rumah tangga muslim tidak sebaiknya terjerembab dalam gaya hidup glamour yang berpijak pada kesombongan dan kebanggana atas diri sendiri, karena hal itu -disamping hukumnya memang haram- dapat menimbulkan perasaan dengki kepada orang lain. Padahal rumah tangga muslim seharusnya dapat menebarkan rasa cinta dan kasih sayang kepada orang lain, bukannya kedengkian dan perpecahan. Selain itu hendaknya dalam rumah tangga muslim tidak diberbolehkan ada satu perkakaspun yang dipajang untuk bermegah-megahan atau pamer.

adapun mengenai anak-anak dalam rumah tangga muslim, berikut penjelasannya :

1. Kedua orang tua dituntut untuk agar dapat menanamkan nilai dan etika islam kepada diri anak-anak sejak dini dengan bergaul bersama mereka secara cermat dan islami.

2. Memberi teladan yang baik kepada anak-anak dalam berbicara, baik ketika serius maupun ketika bercanda, tanpa mengabaikan salah satunya.

3. Prinsip pergaulan dengan anak-anak agar mereka tumbuh dewasa dengan baik dana kelak dapat menjadi orang-orang shalih dan shalihah adalah bahwa kita harus disiplin memenuhi segala kebutuhan fisik, akal, dan ruhani mereka.

Fisik mereka membutuhkan makanan yang halal, olah raga, hiburan dan permainan. Akal mereka membutuhkan bacaan perenungan dan pelatihan untuk berfikir dan memahami. Ruhani mereka membutuhkan penyucian dari noda-noda dan penyakit-penyakit berbahaya, serta memerlukan santapan yang berupa ibadah, membaca Al-Quran, mengkaji Sunah Rasul, dan sirah nabawiyah. Semua ini akan terealisir dalam bentuknya yang paling ideal, apabila kedua orang tua memberikan perhatian yang besar kepada anak-anaknya dengan bergaul secara baik dan bersikap serius. Disamping beberapa permainan dan hiburan yang juga dibutuhkan oleh setiap orang.

4. Seorang ayah harus membiasakan anak laki-lakinya datang ke masjid untuk menunaikan shalat-shalat wajib, menjalin ikatan yang kuat antara mereka dengan masjid, berkenalan dengan kaum muslimin yang aktif di masjid, baik tua maupun muda, serta aktif mengikuti pengajian-pengajian, ceramah-ceramah dan berbagai kegiatan yang diadakan di masjid. Semua itu karena keterpautan hati dengan masjid merupakan salah satu sebab keridhoan dan kecintaan Allah SWT, kepada hamba-hambanya.

5. Seharusnya rumah tangga muslim menjadi tempat berkumpulnya anak-anak tetangga untuk belajar etika islam, jika memang tempatnya memungkinkan. Pembiasaan melaksanakan nilai-nilai islam Islam dalam naungan keluarga muslim dan dibawah pengawasan yang baik oleh kedua orang tua dapat menghindarkan anak-anak dari kebiasaan berkumpul dan berkeliaran di jalanan. Perilaku ini sering menjerumuskan mereka ke dalam  perilaku maksiat dan kerusakan moral.

6. Tidak sepatutnya rumah tangga muslim tidak memiliki perpustakaan Islam. Sarana itu dapat digunakan untuk membekali anak-anak dengan berbagai ilmu pengetahuan tentang agama, seperti tafsir al-Quran dan Sunah Rasulullah SAW, sejarah rasulullah, dan para sahabat, serta biografi para tokoh isl dan para pembaharunya agar jiwa mereka dipenuhi dengan sikap bangga terhadap agama ini, sehingga kecintaan dan perhatian mereka terhadap agama ini semakin bertambah.

***

diambil dari buku perangkat-perangkat tarbiyah Ikhwanul Muslimin. Beginilah idealnya rumah tangga muslim. Semoga suatu saat kelak diri ini diberi kesempatan oleh Allah untuk mewujudkannya dalam kehidupan. Road to 201x 😀

 

Advertisements
belajar parenting (4) : rumah tangga muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s