yup, ikhlas adalah pintu segala kebaikan…

“ada deh… pokoknya delisa susaaahhh sekali melakukannya! ” Ah kak ubai kadang sama dengan kak aisyah, enggak sensitif. Pokoknya jawab aja napa.

Beruntung sebelum Delisa semakin manyun, kak Ubai menjawab pertanyaan itu dengan serius.

“orang-orang yang kesulitan melakukan kebaikan itu, mungkin karena hatinya Delisa… Hatinya tidak ikhlas ! Hatinya jauh dari ketulusan. ..”

“Tidak ikhlas ? tidak ikhlas bagaimana maksud kak Ubai! “, Delisa menelan ludahnya.

“Ya misalnya kalau orang tersebut merasa terpaksa melakukan sesuatu itu. Misalnya seperti delisa yang terpaksa disuruh abi membersihkan rumah, atau apalah!”

” Enggak… delisa enggak pernah terpaksa, kok!” Delisa kencang menggelengkan kepalanya. Terpaksa menghafal bacaan shalat ?

” Kan tadi misalnya sayang,… atau bisa juga misalnya mengharap hadiah… Mengharap imbalan… Orang itu melakukannya bukan karena sesuatu yang lebih hakiki., hmmp maksud kak Ubai, bukan karena sesuatu yang lebih mulia-Bukan karena Allah. Orang itu tidak ikhlas. Tidak tulus. Hanya berharap hadiah – hadiah – dan hadiah ! dan Allah menutup pintu-pintu kebaikan bagi orang yang seperti itu.”

delisa tercenung seketika. Terdiam membatu. *

yah, terkadang kita seperti Delisa. Yang melakukan sesuatu kebaikan bukan karenaNya, tetapi karena manusia. Entah itu karena dipaksa atau karena diiming-imingi hadiah. Atau lebih halus lagi, kita melakukan kebaikan hanya karena kita ingin terlihat baik bagi orang lain, terlihat seperti ini, seperti itu, terlihat berkilau, yang sejatinya semua itu hanya topeng! fana dan maya.

Sebagai contoh : mungkin kita sering merasa kesulitan mempertahankan atau menghafal ayat-ayat cintaNya. Ingin terlihat “hebat” ketika menjadi imam shalat!? ingin terlihat hebat di hadapan calon istri!? Ingin menjadi imam masjid yang dikagumi!? Kalau masih ada pikiran itu di benak, sungguh hafalan tidak akan pernah bertambah dan mengakar. Atau jikapun bertambah entah mengapa saya  yakin  hafalannya hanya akan menyangkut di otak dan kerongkongan. Tidak akan pernah sampai ke hati!

seorang kakak kelas pernah mengadakan simulasi kecil yang menggambarkan bagaimana ilmu itu dapat diterima oleh seseorang. Ketika itu beliau, menyiapkan sebotol air dan sebuah gelas kaca yang diberi penutup. Jika air dalam botol ibarat ilmu dan gelas itu adalah kita yang siap menerimanya, maka tidak akan ada kesulitan bagi air itu masuk ke dalam gelas yang tanpa penutup. Namun jika gelas itu ditutup, sampai kapanpun air yang ada di botol tidak akan pernah bisa kita  masukkan ke gelas. Dan tahukah kawan apa yang bisa membuat tutup gelas itu terbuka? jawabannya adalah keikhlasan.

Ikhlas, belajar, menuntut ilmu karena Allah. Tidaklah usah kita terpaku dengan nilai-nilai “dunia” dan standar-standar prestasi manusia pada umumnya. Karena jika  kita benar-benar ikhlas karena Allah. Maka sungguh Allah maha Adil. Ia tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha hambaNya. Tidak ada nilai A, jika kita tidak berusaha yang terbaik untuk mendapatkannya. Pun tidak ada hafalan quran 30 juz, jika tidak dengan kekonsistenan mengulang ayat-ayat cintaNya!

untuk hanya Allah tujuan kita!! Allahughayatuna!

* ; diambil dari novel hafalan shalat delisa, tere-liye

Advertisements
yup, ikhlas adalah pintu segala kebaikan…

One thought on “yup, ikhlas adalah pintu segala kebaikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s