teruntuk para murabbi (1)

Pada tahapan pembinaan tidak ada yang lebih besar pengaruhnya bagi jiwa, selain daripada menekankan ibadah, ketaatan, dan amalan-amalan sunnah. Ibadahlah yang akan menghubungkan hati dengan Allah, meneguhkan jiwa dalam menghadapi segala penderitaan, lulus menghadapi fitnah dan teguh diatas kebenaran.

Ia adalah tahapan ibadah, tabbattul, qiyamul lail…

Al-Bazzar meriwayatkan dari Muhammad bin Aqil bin Jabir, ia berkata, “Quraisy bermusyawarah di Darun Nadwah. Berkatalah sebagian mereka. ‘Berilah nama orang ini (Nabi Saw) dengan suatu nama yang akan menghalangi orang darinya’

sebagian mereka bertaka ‘tukang ramal’. Sebagian lagi menjawab, ‘Dia bukan tukang ramal’. Yang lain berkata ‘Orang gila!’ sekelompok yang lain menukas ‘Ia bukan orang gila’. Sebagaian mereka berkata ‘Tukang sihir’. Sebagian yang lain membantah ‘Ia bukan tukang sihir’.

Kemudian orang-orang musyrik itu bubar dalam keadaan demikian. Mendengar peristiwa tersebut, Nabi Saw langsung berselimut dan berkemul dalam pakaiannya. Kemudian Jibril datang kepada beliau dan berseru “Wahai orang-orang yang berselimut, wahai orang-orang yang berkemul… !”

Imam Ahmad meriwayatkan perkataan Aisyah radhiyallahu’anha, “Sesungguhnya Allah mewajibkan Qiyamul lail pada awal surah ini. Kemudian Rasulullah Saw. dan para sahabatnya melaksanakannya selama satu tahun sampai kaki-kaki mereka bengkak. Allah menahan penutup surah itu dilangit selama 12 bulan. Kemudian Allah menurunkan keringanan di akhir surah sehingga qiyamul lail menjadi sunnah setelah diwajibkan”

Qiyamul lail yang diwajibkan pada permulaan ini merupakan daudah tadribiah ‘anifah “pelatihan intensif dan keras” untuk komitmen dan taat kepada perintah Allah selama satu tahun penuh. Sebagai mana pengarakan al-Quran

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). (Q.S Al Muzammil 1-7)

seluruh malam kecuali sedikit darinya harus digunakan untuk Qiyamul lail. Qiyamul lail sendiri bukanlah sasaran dan bukan pula hukuman Allah terhadap hambaNya, tetapi merupakan tarbiyah imaniyah ‘pembinaan keimanan’ untuk mewujudkan hubungan yang kuat dengan Allah. Ia adalah sarana untuk mendekatka diri kepada Allah. Saarana untuk dzikrullah, tabattul, dan tawakkal kepadaNya.

Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (al muzammil 8-9)

dzikrullah, tabbatul, tawakkal, dan ibadah kepadaNya adalah senjata satu-satunya dalam pertarungan. Ialah yang membekali kaum mu’minin dengan kesabaran, dalam menghadapi cobaan, penyiksaan, dan penghinaan. Ialah senjata satu-satunya dalam periode ini, periode yang tidak membolehkan konfrontasi langsung.

Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. (al Muzammil 10-11)

Para penyeru agama Allah sangat perlu senjata ini, dalam melaksanakan tugas dakwah yang selalu menghadapi berbagai rintangan dan gangguan. Jika pada tahapan seperti ini geraka islam tidak memperhatikan aspek ibadah, aspek ruhiyah, qiyamul lail yang rutin dan berkesinambungan, dan daurah-daurah secara berulang-ulang untuk “hidup terus”, pasti akan menyaksikan para prajuritnya berjatuhan satu demi satu dan rontok oleh benturan tribulasi.

Perlu diingat, qiyamul lail hanya akan menjadi teori yang tidak dapat diaplikasi apabila simpanan hafalan al-Quran par ikhwah da’iyah sangat minim. Sebab, ikhwah yang tidak memiliki hafalan al-Quran kecuali beberapa ayat, akan terpaksa mengulang-ulang ayat tersebut di dalam shalatnya. Lantas bagaimana ia melaksanakan qiyamul lail? Bagaimanakah hatinya akan tergerak dengan khusyu’? bagaimana ia akan merasakan lezatnya taat dan ibadah jika kelezatan al-quran tidak terintegrasi dalam hatinya serta memenuhi kehidupan, ruh, pendengaran, dan pengelihatannya? sampai “cahaya” al-quran memancara dengan deras dari hatinya?

pada masa-masa sekarang ini, qiyamul lail di kalangan pemuda dan aktivis islam menjadi acara bulanan, musiman, atau tahunan. Itu pun berjalan dengan surah-surah yang pendek. Sesungguhnya, manhaj tarbiyah yang harus ditetapkan kepada para pemuda di tingkat permulaan adalah manhaj Qurani sebagaimana kami sebutkan diatas. Tidaklah cukup al Quran ini hanya dijadikan pokok pokok pangkal manhaj secara keseluruhan, dan tsaqafah (pengetahuan) yang disajikan kepada para ikhwah. Tetapi disamping itu, hafalan al-Quran juga harus dijadikan sasaran utama diantara sasaran manhaj, terutama bagi ikhwan dan akhwat yang masih muda dan memiliki kemampuan hafalan yang baik.

Manhaj tarbiyah harakiyah yang dibuat oleh jama’ah harus berhasil membuat para pemuda hafal banyak dari ayat-ayat al-Quran tatkala mereka memasuki usia dua puluh tahun, sehingga menjadi bekalnya dalam ketaatan, gerakan, tahajjud, dan ibadah. Pada saat itu , ia merasakan lezatnya ibadah, taat, dan qiyamul lail, menikmati lezatnya dzikir dan tawakkal.

Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan (al-muzammil 8)

selain itu, Manhaj tarbiyah pada tahapan ini juga harus meletakkan dzikrullah, tahlil, takbir, tahmid, tasbih, dan shalawat kepada Nabi SAW, membaca wirid ma’tsur dan dzikir-dzikir secara mutlak, berkesinambungan siang dan malam.

Sesunggunya pemuda muslim yang menjalani masa mudanya dengan tekun beribadah dan taat, rutin, dan kontinyu untuk membaca al-Quran, kedua kakinya letih karena qiyamul lail, dzikrullah di tempat sunyi hingga kedua matanya meneteskan air mata hatinya selalu tepaut dengan masjid, selalu membasahi bibirnya denga adzkar dan ayat-ayat al-quran siang dan malam, hati dan pikirannya dibentuk oleh al-Quran, adalah pemuda ideal yang harus diwujudkan oleh gerakan islam. Jika masalah ini tidak mendapatkan perhatian yang memadai maka akan mengakibatkan bangunan menjadi rapuh dan rontok oleh pukulan-pukulan pertama para thaghut.

Inilah minhajul bina ‘sistem pembinaan’ pertama melalui surat al-muzammil. Panasnya konfrontasi dengan para thaghut akan mencair di hadapan kehangatan ibadah dan tabbatul kepada Allah serta keyakinan akan pertolongan Allah dan pembalasanNya kepada orang-orang kafir.

Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.  (al-Muzammil 10-14)

***

tulisan yang diambil persis dari buku manhaj haraki ini, berhasil menampar-nampar saya dengan tepat puluhan kali ketika pertama kali membacanya. Ya, aspek ini begitu sering disepelekan oleh para aktivis dakwah saat ini, khususnya di kampus saya. Dimana saya pernah mendengar bahwa saat ini ikhwah yang punya wirid harian sampai 1 juz,  ikhwah dengan hafalan mencapai 1 juz bisa dihitung dengan jari. Matsurat sering ditinggalkan, QL menjadi barang langka.

Huff, keadaan ini harus segera dibenahi. Sehingga untukmu khususnya para murabbi, mentor, dan seluruh aktivis yang menyatakan aktivitas dirinya bernama dakwah, ayo kita benahi bersama ! mulai dari diri kita, sampai kepada binaan-binaan kita. Hingga dengan kekuatan ruhiyah yang tinggi, Allah berkenan memenangkan dakwah ini dengan perkataan-perkataan yang berbobot (qaulan tsaqila).

teruntuk para murabbi (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s