Hamasah (bukan hanamasa) !!

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (al anfal 60)

ayat ini, belakangan sering sekali didengarkan di dekat saya. Bahkan akhirnya ayat ini diminta dihafalkan pada acara “muka ayam” yang baru saja saya ikuti. Sama seperti ilmu lainnya, semakin sering diulang-ulang maka sesuatu akan semakin membekas dalam hati, begitu pula ayat ini. Nah, inilah sebagian hasil tadabbur pribadi saya terhadap ayat ini.

1. kita sebagai umat islam diminta menyiapkan, segala kekuatan yang kita punya, untuk menegakkan dien ini. Yang dengannya kita, menggetarkan musuh Allah, dan musuh-musuh kita. Mastaho’tum dalam ayat ini, berarti mempersiapkan dengan semampu usaha kita. Tanpa ada tendensi untuk mengasihani diri kita. Berusaha sampai batas kemampuan diri, bukan hanya kemauan diri.

suatu ketika, ada sekelompok liqo lari pagi bersama. sang Murabbi kemudian, mengajak seluruh mutarabbinya berlari dan berpesan “larilah semampu kalian !”. Kemudian larilah mereka. Ada yang berhenti di putaran ke empat, kelima, dan keenam. Terakhir ada yang berhenti di putaran ke 8. Akan tetapi ternyata ada yang tidak berhenti. Beliau (sang Murabbi) tetap berlari dan terus berlari. putaran ke 9, 10 dan seterusnya. Hingga setelah putaran yang kesekian, beliau ambruk dan pingsan. Setelah siuman, para mutarabbinya heran melihat kondisi murabbinya. “ya ustadz, bukankah, engkau hanya memerintahkan untuk berlari semampu kami. Mengapa engkau memaksakan diri seperti ini!?”. Lalu apa jawab ustadz tersebut “ya, inilah batas kemampuanku, aku tidak mau membuat batas kemampuan tubuh ini, sampai akhirnya tubuh ini yang menghentikan dirinya sendiri !”

Ya ! inilah maksud mastaho’tum dalam ayat ini. Jangan pernah mengasihani diri sendiri, persiapkan segalanya dengan upaya terbaik yang bisa dilakukan. Tidak ada setengah-setengah dalam bekerja. Berikanlah amal terbaikmu hanya untukNya.

2. Namun ternyata, di tengah persiapan yang luar biasa tersebut, kita tetaplah manusia biasa. Pihak yang paling membutuhkan pertolongan Allah. Lihatlah dimana Allah benar-benar ingin menyadarkan makna itu kepada kita. “dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya”. Persiapan yang “sempurna” itu saja, masih menyisakan cela  disana-sini. Marilah kita tutup cela itu dengan berdo’a kepadaNya, membebaskan amal dari rasa ujub dan meyakini, bahwa Allah selalu memberikan kemenangan terbaik bagi hamba-hamba yang taat kepadaNya.

3. Setelah usaha yang sungguh-sungguh, doa yang tak terputus dan  pengorbanan yang tulus, yakinlah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Pengorbanan itu pahit karena balasannya teramat manis. dan cukuplah ridho Allah yang menyertai tiap langkah kita, sebagai balasan terbaik dari Allah. Hingga dipertemukan denganNya di syurgaNya.

ya, itulah 3 poin yang bisa saya dapat dari surat al-anfal ayat 60. Benar-benar ayat yang tepat untuk mengobarkan semangat di paruh-tahun penuh kerja keras ini..

Advertisements
Hamasah (bukan hanamasa) !!

5 thoughts on “Hamasah (bukan hanamasa) !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s