kebiasaan di waktu kecil

membaca tulisan serial anak-anak mamak karya bang tere, membawa saya kembali ke masa-masa 12, 15, dan 9 tahun yang lalu. Ketika saya masih seumuran dengan burlian, pukat dan eliana. Satu hal yang paling membekas dari buku bang tere adalah saya seakan-akan diajarkan secara tidak langsung, bagaimana menanam pemahaman yang baik, perilaku yang baik kepada anak-anak.

Dan merefleksikannya kepada perjalanan hidup diri saya, maka hasilnya adalah ke”klop”an yang luar biasa. Ini satu kebiasaan saya di waktu kecil, yang sampai sekarang tidak bisa hilang. Hal ini tentang “menabung”

***

Sejak kecil (kelas 3 SD kalau tidak salah), saya sudah dibiasakan oleh ibu saya untuk memegang sendiri “uang bulanan” saya. Ya uang bulanan. Di saat teman-teman saya masih diberi uang jajan harian, saya dan kakak saya, sudah diberikan kepercayaan untuk mengelola “uang bulanan”. Pada saat itu pesan ibu cuma satu : “uang ini untuk satu bulan, kalau habis maka tidak ada lagi uang jajan!”. Dari pola ini, saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah konsep menabung. Pada akhirnya saya mengetahui, bahwa menabung bukanlah menyisihkan uang yang kita terima diakhir. Tetapi justru sebaliknya. Menabung adalah menyisihkan uang diawal.

Dan, kebiasaan sejak kecil seperti sudah mendarah daging dalam diri saya. Bahkan sampai di kuliah ini. Sejak pertama kali menerima uang bulanan dari orang tua, ataupun uang beasiswa atau hasil usaha sendiri, pasti selalu saya sisihkan diawal. Sehingga uang di tabungan saya tidak pernah kosong atau habis sama sekali. Rata-rata saya menargetkan bisa menyimpang 20% dari seluruh pemasukan yang saya punya.

Keuntungan lainnya dari kebiasaan ini, uang tabungan ini bisa menjadi ajang reward bagi saya. Ketika saya menagetkan sesuatu dan tercapai, biasanya saya akan mengeluarkan uang tabungan saya, dan membeli sedikit “kesenangan”. Bisa berupa buku (ini yang paling sering), makan enak, atau pun sepotong magnum.

***

Jadi kesimpulannya, membangun kebiasaan positif memang tidak mudah. Tetapi bukan berarti tidak mungkin sama sekali. Dan membiasakan diri dengan segala kebiasaan positif sejak masa muda, jauh lebih bijaksana dibandingkan jika kita melakukannya di hari-hari kemudian. Jadi, bangunlah kebiasaan positif dari sekarang ! jangan pernah ditunda, dan rasakan keajaibannya.

*kesimpulan tambahan : jika sudah punya anak, didiklah anak kita dengan kebiasaan positif sejak kecil … ulangi, ulangi dan ulangi… dengan izin Allah, insya Allah, anak kita akan tumbuh dengan budaya positif yang kuat.

Advertisements
kebiasaan di waktu kecil

3 thoughts on “kebiasaan di waktu kecil

  1. layung says:

    Wow. Saya dan kakak saya kalah. Padahal saya udah ‘bangga’ bener megang uang bulanan dari kelas 1 SMP. Ternyata ada yang dari 3 SD. hmm..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s