tentang zakat

“Ekonomi islam itu menumbuhkan, memeratakan kesejahteraan, dan menghilangkan ketidakadilan. Ia melarang orang menimbun kekayaan, dan mensyariatkan “berputar”nya modal. Dengan zakat kita bersihkan harta-harta kita.”

semakin kesini, semakin dewasa, semakin dekat dengan mempunyai penghasilan sendiri, semakin dekat pula dengan kewajiban untuk menunaikan rukun islam ke 4 ini. Bahkan di dalam “lingkaran cahaya” yang saya ikuti, hal ini menjadi bahasan khusus dalam 1 pertemuan. Melalui pertemuan di lingkaran cahaya ini pula, saya kembali disadarkan untuk mulai belajar menghitung zakat. Insya Allah, jika Allah mengizinkan, tahun ini tahun terakhir saya tidak membayar zakat mal. (amin)

Dalam tulisan ini, saya ingin membagi pemahaman saya, tentang luar biasanya zakat yang didapatkan dari hasil diskusi di “lingkaran cahaya” yang saya ikuti. Ada dua keajaiban zakat yang bisa saya simpulkan dari diskusi kami :

Pertama, zakat menjadi bukti bahwa syariat islam itu tidak hanya sebatas persoalan hubungan seorang hamba dengan Allah saja. Syariat islam juga berbicara tentang hubungan seorang hamba, dengan manusia lainnya. Bahkan syariat yang mengatur hubungan horizontal ini jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih kompleks.

Kedua, zakat menjadi bukti, bahwa ekonomi yang ingin di bangun oleh islam adalah ekonomi yang mensejahterakan mayorirtas. memeratakan penghasilan, dan menumbuhkan. Bukan ekonomi dimana ketidak adilan dan kesenjangan menjadi wajah utamanya. Kita lihat saat ini, di dalam sistem ekonomi dunia yang saat ini merujuk kepada sistem ekonomi kapitalis, kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin besar.

Ekonomi kapitalis, yang mengajarkan untuk menimbun harta, riba, dan menjadikan materi sebagai tujuannya, terbukti gagal membawa kesejahteraan bagi sebagian besar orang. Yang ada justru 80 % kekayaan dunia dikuasai oleh hanya 20 % orang, sedangkan sisa 20 % kekayaan diperebutkan oleh 80 % yang lain.

Bandingkan dengan dahulu di zaman Umar bin Abdul Aziz, rakyat sebuah negeri yang menguasi sepertiga dunia, tidak ada satupun yang berhak menerima zakat !! tentu tidak mungkin semua orang di negari tersebut kaya raya. Yang bisa disimpulkan adalah tidak ada satupun yang masyarakat dalam negara tersebut yang layak menyandang gelar miskin. Mayoritas hidup berkecukupan dengan ekonomi menengah. Dan ini adalah ciri-ciri negara dengan ekonomi yang kuat !

Itulah 2 hal yang ingin saya bagi tentang zakat. Semoa kita semua diberi kerinangan oleh Allah untuk mensucikan harta-harta yang kita punyai.

 

Advertisements
tentang zakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s