Insinyur Transportasi

frame kita tentang sipil itu masih struktur banget, da frame tentang transport itu masih jalan banget #kutip pernyataan pak bona. Sedangkan disini transport itu berkembang hingga kajian psikologinya. Ada teman di lab behavior pengendara yang lebih condong melihat sisi psikologi dalam pengambilan keputusan bertransportasi.

-balasan status seorang kakak kelas yang sekarang ada di Jepang belajar transportasi

ya, pernyataan yang tepat banget. Bagi saya sampai saat ini pendidikan teknik sipil di Indonesia (khususnya ITB), sangat berorientasi terhadap pembangunan gedung. Hal ini bisa dilihat dari dominannya SKS wajib tentang struktur, terutama  struktur gedung dalam kurikulum S1 teknik sipil. Susunan mata kuliah pilihan yang ditawarkan pun demikian. Pilihan paling banyak adalah mata kuliah pilihan struktur.

Saya sebagai pengambil sub-jur transportasi, mengalami sendiri, minimnya mata kuliah pilihan yang bisa diambil Kalaupun ada, semuanya rata-rata berbicara tentang jalan. Ada 3 mata kuliah pilihan dan 2 diantaranya tentang jalan : pemeliharaan struktur perkerasan jalan, dan design struktur perkerasan jalan. 1 mata kuliah lainnya pun tidak lepas dari rekayasa jalan, walaupun dimata kuliah yang satu ini ada sisi “esensi” dari rekayasa transportasi yang coba diperkenalkan.

Hal ini bukan berarti susunan mata kuliah dan kurikulum ini jelek. Hanya bagi saya pribadi, saya terkadang menjadi terlalu sempit dalam memandang dunia teknik sipil. Mata saya tentang esensi dari rekayasa transportasi baru sedikit terbuka ketika saya mengerjakan tugas akhir saya. Disana saya mengambil tema yang tidak biasa dari kebanyakan teman-teman. Tema yang saya ambil lebih kepada perilaku perjalanan.

Dari tugas akhir yang saya kerjakan, saya jadi mengira-ngira sendiri, sebenarnya seluas apa dunia yang hendak saya masuki ini (rekayasa transportasi). Sampai saat ini saya merasa ada 4 bagian besar dari rekasaya transportasi : ilmu rekayasa struktur infrastruktur transportasi (ini lebih banyak ngambil ilmu dari sipil), ilmu tentang antrian, traffic flow, micro modelling, strategi optimasi (ini lebih deket ke ilmu management dan optimasi khas anak Teknik Industri), ilmu tenrang perilaku pengendara, pemilihan moda (ini lebih deket ke ilmu psikologi) serta ilmu perencanaan tata wilayah (ini lebih dekat ke planologi). Menurut saya 4 cabang ilmu itu yang membentuk sebuah ilmu baru tentang rekayasa transportasi.

Karena itu, walaupun sebagian besar universitas di dunia memasukkan rekayasa transportasi dalam jurusan / program studi teknik sipil, kajian sebenarnya lebih luas dan menyangkup beragam ilmu. Bahkan di beberapa negara transportasi memang dijadikan jurusan sendiri, melahirkan bukan hanya sekedar insinyur sipil, tetapi seorang transportasi !!

Advertisements
Insinyur Transportasi

2 thoughts on “Insinyur Transportasi

  1. ilmu perencanaan tata wilayah (ini lebih dekat ke planologi)

    ini kayaknya menarik ya.. kalo fitri boleh ambil sipil, fitri pengen banget menekuni bidang ini.. biar jalan ga macet lagi.. ~frustasi hadapi macetnya jakarta..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s