#Random Financial

1. Kerasa banget, sekarang isu financial benar-benar jadi salah isu penting dalam hidup. Hmmp, mungkin wajar ya dengan kondisi saat ini yang memasuki usia dewasa muda, isu kemandirian menjadi isu sentral, apalagi bagi seorang pemuda. Financial ini juga semakin kerasa dipake oleh sebagian besar orang untuk “mengukur kesuksesan” seseorang, tidak terkecuali dari keluarga besar.

2. Pragmatis-Idealis. Ini hasil diskusi dengan saudara-saudara kesayangan. Antara pragmatis dan idealis. Dahulu ketika masih menjadi mahasiswa, idealis pada cita-cita, rasanya masih mudah. Namun dihadapkan pada realitas, pada akhirnya porsi idealis ini harus dikurangi. Mengurangi porsi idealis disini bukan berarti mengurangi hal-hal prinsip pada kejujuran, integritas, dan budi perketi luhur, namun mengurangi porsi idealis disini adalah mengurangi porsi hanya mau mendapat yang ideal, hanya ingin mendapatkan yang sesuai cita-cita, tanpa memandang konteks kehidupan.

3. Semakin percaya bahwa orang sukses itu orang yang mau bekerja keras diringi do’a. Mempelajari biografi orang lain, berdialog langsung dengan orang-orang yang expert dibidangnya, semakin dapat ditarik satu pola : orang-orang yang berhasil dalam hidup, mampu bermanfaat untuk orang banyak adalah orang yang mau untuk bekerja lebih banyak, bekerja lebih cerdas, bekerja lebih keras dibanding orang-orang kebanyakan. Jangan lupa minta do’a orang tua untuk

4. Ya Allah, berilah rizki yang halal, berkah, dan melimpah namun beri harta secukupnya, Engkau yang Maha Tahu kadar yang tepat untuk hambaNya. Tertohok benar, ketika khatib jumat dua pekan yang lalu membacakan ayat ini :

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat (Asy-syuro 27).

Allah yang Maha Mengetahui ukuran yang tepat untuk hambaNya

5. Buang pikiran-pikiran negatif, fokus pada solusi, fokus pada apa yang bisa diberikan untuk orang lain. Tidak perlu memikirkan sesuatu yang belum pasti terlalu lama. Fokus pada apa yang bisa dilakukan, pada apa yang bisa diperbuat, pada apa yang bisa dikerjakan, pada apa yang bisa diberikan. Fokus pada hal-hal yang konkret dan jangan pernah menyerah untuk terus membangun keyakinan positif pada mimpi-mimpi yang kita perjuangkan.

6. Percaya selalu skenario terbaik Allah. Ini nasihat klasik sejak saya SMA, ketika akan memutuskan untuk masuk ke univ mana. Namun ini nasehat yang selalu manjur untuk meredakan segala  kekhawatiran dalam diri. Percaya benar bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-hambaNya yang percaya. Bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan ketulusan hambaNya yang berdo’a kepadaNya, menginginkan yang terbaik tidak hanya bagi dunianya, tetapi juga akhiratnya.

Advertisements
#Random Financial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s