Menulis kembali

sudah lama meninggalkan aktivitas ini, insya Allah sekarang akan coba mulai menulis kembali.

Kenapa ?

salah satu alasannya ternyata asyik juga membaca tulisan tulisan lama diri kita. Evaluasi diri jadi lebih mudah dilakukan. Tersenyum sendiri dan bilang: “ih kok dulu gw bisa ya nulis kayak gt, norak juga ya, wkwkwk”.

ah sudahlah, mudah2an tulisan tulisan yang ada di blog ini tetap menjadi sejarah digital bagi diriku.

taufiq, leeds, 2016

Menulis kembali

oye

Untitled-1ini kisah empat anak muda lulusan sebuah akademi gajah :

tokoh satu : mahasiswa S2 yang (ngakunya) idealis, bercita-cita menjadi seorang transportation engineer kelas dunia (katanya sih begitu menurut kabar yang beredar), yang ternyata misperception tentang yang namanya cheesecake

tokoh dua :  perkerja di salah BUMN karya indonesia, bercita-cita menjadi bos dari bos, dengan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (dengan duit orang lain tentunya :D ), yang ngira cheesecake adalah castengel..

tokoh tiga : pecinta gedung-gedung tinggi di indonesia yang saat ini bekerja di salah satu konsultan gedung tinggi ternama di Jakarta. Cita-cita memiliki toko bebek dan cheese cake dan tentu saja menjadi Walikota Garut yang sedang mengalami pendinginan setelah terbakar isu panas..

tokoh empat : mbak (*tokoh satu seenaknya aja manggil mbak) dari bandung yang mempunyai cita-cita besar untuk memperbaiki infrastruktur indonesia dengan ilmu teknik lingkungan yang dimilikinya. Bekerja di salah satu konsultan BUMN di kota kembang.  Bercita-cita menjadi wonder woman (*ini alay pisan) di bidang lingkungan.

Saat ini sedang menggarap sebuah blog untuk menuangkan pemikiran mereka di bidang yang sama-sama mereka geluti :

Infrastruktur Negeri Merah Putih | http://infrastrukturmerahputih.wordpress.com

hanya ingin merasa bersyukur telah dipertemukan dengan kalian… 😀

oye

Nasihat Jumat

Kemarin jumat, mendapatkan nasehat yang sangat berharga dari khatib. Nasehat untuk pada lulusan akademi Gajah pada khususnya. Bahwa kehidupan pasca kampus adalah kehidupan yang sesungguhnya. Di kampus kita diajarkan idealita, namun di masyarakatlah kita menemukan realita.

Namun, di tengah realita yang jauh dari idealita kampus, kita hendaknya tidak pernah berhenti untuk mengejar cita-cita idealita yang kita angankan. Jangan pernah menyerah untuk menggapai cita-cita yang pernah kita tanamkan dalam diri. Ambisiuslah dalam mengejar cita-cita. Menjadi pengusaha, dosen bahkan presiden sekalipun, tidak mengapa. Bercita-citalah yang tinggi, lalu milikilah ambisi untuk mengapai cita-cita tersebut.

Memiliki ambisi itu tidak salah, bahkan agama islam yang mulia ini banyak memerintahkan umatnya untuk memiliki ambisi yang besar. Berlomba-lomba lah kamu dalam kebaikan !! dan bukankah, tidak ada ambisi yang lebih besar bagi seorang muslim selain : masuk ke dalam syurgaNya !?

Namun dalam mengejar ambisi itu, ada rambu yang harus selalu perlu dicatat.

Raihlah setiap cita-cita itu dengan bermartabat. Reach your dreams with dignity !! dan salah satu ciri utama dalam meraih cita-cita dengan cara bermartabat adalah dengan KEJUJURAN. Kejujuran adalah salah satu nilai penting yang harus terus dibawa dalam setiap tindakan yang akan diambil oleh seseorang yang bermartabat. Ia adalah cahaya penerang bagi jiwa, dan pembuka pintu bagi kebaikan lain untuk menghampar  sepanjang perjalanan. Bisa saja atau seringkali kita rasakan bahwa kejujuran itu pahit, tidak enak, dan terkadang menyakitkan ! Namun yakinlah, sikap jujur pada diri sendiri, pada Allah, pada lingkungan benar-benar akan membawa kita dalam dunia yang lebih baik dan bermartabat !

seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan -pramoedya ananta toer

Nasihat Jumat

Pejabat

Jangan dikira negeri sekecil belanda, mampu menjajah kepulauan ini selama 3,5 abad tanpa bantuan anak negerinya. Sejak dulu pejabat-pejabat anak negeri ini telah rela menjual bangsanya untuk kepentingan diri, keluarga dan kelompoknya. Bupati-bupati tanah jawa dulu, adalah raja-raja kecil tanah jawa yang menjual rakyatnya kepada penjajahan ekonomi dagang ala VOC dan Belanda. Seperti ayah nyai ontosoroh dalam roman Pramoedya yang bahkan rela menjual anaknya untuk segenggam jabatan dan gemericik emas. Pejabat pribumi yang menjual kepentingan bangsanya sering kali bersifat : (sok) berkuasa, degil, dan bodoh.

Dan saat ini, sempurna sudah mental pejabat ala penjajah, bertransformasi dalam birokrat negeri ini. Pejabat masa kini tak ada ubahnya bos besar yang (sok) berkuasa atas rakyatnya namun sebenarnya adalah bebek-bebek penjilat emas dan kedudukan yang ditawarkan kepadanya. Tidak ada bedanya dengan para pendahulunya. Sedikit sekali pejabat-pejabat yang ada, hadir untuk berbakti kepada rakyatnya. Mungkin karena pejabat yang ingin berbakti kepada rakyatnya tidak akan pernah terpilih menjadi pejabat, habis dilibas sistem.

Mental (sok) berkuasa ini juga menular kepada kinerja hariannya. Seorang eselon satu bisa saja membatalkan pesanan hotel yang sudah dirancang jauh-jauh hari untuk dirinya, hanya karena beberapa kepala dinas terkait tidak datang pada saat rapat. Padahal urusan yang akan dibahas berurusan dengan kepentingan banyak orang. Lebih lagi, uang yang digunakan untuk membayar hotel adalah uang rakyat !

Kedegilan para pejabat ini jelas telihat sejak dari tata letak kantornya. Cobalah sekali-kali berkunjung ke kantor-kantor birokrat negeri. Para pejabat selalu ingin diposisikan lebih tinggi dari teman-teman sejawatnya. Ia merasa bahwa dengan posisi dan jabatan yang dipegangnya ia berhak untuk mendapatkan perlakukan yang berbeda. Ruangan khusus, menyuruh anak buah untuk berhadapan dengan tamu-tamu yang tidak “diinginkannya”. Mental pejabat yang enggan melayani dan mau turun kebawah.

Karena berbagai sifat yang melekat pada posisinya, para pejabat yang terbeli ini sejatinya adalah boneka. Mulutnya telah disumpal oleh uang, dan keberaniannya telah dibeli oleh rasa takut kehilangan jabatan. Jadilah ia orang bodoh, yang hanya mampu berpikir bagaimana menyenangkan para majikan yang sudah memberinya uang dan jabatan. Jadilah iya seorang “yes man” sejati didepan majikannya dan menjadi diktator “pokoknya” di depan rakyat yang menanti kebijakannya.

Di negeri yang semakin kehilangan harapan ini, semoga segera muncul generasi baru bebas dari hantu masa lalu. Pejabat-pejabat baru yang mampu memimpin kepulauan ini menuju cahaya.

Pejabat

Cinta Itu Bertumbuh

Saya bukan orang yang suka bicara cinta, apalagi berdiskusi tentang cinta. Cinta yang saya pahami tidak pula serumit para filsuf, ataupun seindah para pujangga bagi saya cinta itu sederhana : bertumbuh. Cinta adalah inti hubungan yang membuat orang yang dicinta dan mencinta, bertumbuh menjadi orang yang lebih baik.

Hubungan cinta dengan pasangan, haruslah mampu menarik yang terbaik keluar dari pasangannya sekaligus mengubur potensi buruknya. Maka keduanya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Hubungan cinta orang tua dengan anak haruslah membuat orang tua belajar bagaimana cara mendidik dengan benar, membuat si anak belajar menghormati pengorbanan orang tuanya. Maka Keduanya bertumbuh menjadi yang lebih baik.

Hubungan cinta dengan para sahabat/saudara terbaik, haruslah membuat keduanya bercermin pada saudaranya, dan bertumbuh menjadi lebih baik.

Hubungan cinta dengan Allah, haruslah membuat seseorang menyadari besarnya cinta yang Ia berikan pada hamba-hambanya. Membuat ia menjadi pribadi yang bersyukur dan bersabar, maka ia bertumbuh menjadi lebih baik.

Cinta itu menumbuhkan, mengeluarkan yang terbaik dari yang terbaik. Jika hubungan cintamu tidak menumbuhkan, mungkin itu bukan cinta, tetapi hanya rasa yang dibungkus oleh cinta

~renungan

Cinta Itu Bertumbuh

#Random Financial

1. Kerasa banget, sekarang isu financial benar-benar jadi salah isu penting dalam hidup. Hmmp, mungkin wajar ya dengan kondisi saat ini yang memasuki usia dewasa muda, isu kemandirian menjadi isu sentral, apalagi bagi seorang pemuda. Financial ini juga semakin kerasa dipake oleh sebagian besar orang untuk “mengukur kesuksesan” seseorang, tidak terkecuali dari keluarga besar.

2. Pragmatis-Idealis. Ini hasil diskusi dengan saudara-saudara kesayangan. Antara pragmatis dan idealis. Dahulu ketika masih menjadi mahasiswa, idealis pada cita-cita, rasanya masih mudah. Namun dihadapkan pada realitas, pada akhirnya porsi idealis ini harus dikurangi. Mengurangi porsi idealis disini bukan berarti mengurangi hal-hal prinsip pada kejujuran, integritas, dan budi perketi luhur, namun mengurangi porsi idealis disini adalah mengurangi porsi hanya mau mendapat yang ideal, hanya ingin mendapatkan yang sesuai cita-cita, tanpa memandang konteks kehidupan.

3. Semakin percaya bahwa orang sukses itu orang yang mau bekerja keras diringi do’a. Mempelajari biografi orang lain, berdialog langsung dengan orang-orang yang expert dibidangnya, semakin dapat ditarik satu pola : orang-orang yang berhasil dalam hidup, mampu bermanfaat untuk orang banyak adalah orang yang mau untuk bekerja lebih banyak, bekerja lebih cerdas, bekerja lebih keras dibanding orang-orang kebanyakan. Jangan lupa minta do’a orang tua untuk

4. Ya Allah, berilah rizki yang halal, berkah, dan melimpah namun beri harta secukupnya, Engkau yang Maha Tahu kadar yang tepat untuk hambaNya. Tertohok benar, ketika khatib jumat dua pekan yang lalu membacakan ayat ini :

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat (Asy-syuro 27).

Allah yang Maha Mengetahui ukuran yang tepat untuk hambaNya

5. Buang pikiran-pikiran negatif, fokus pada solusi, fokus pada apa yang bisa diberikan untuk orang lain. Tidak perlu memikirkan sesuatu yang belum pasti terlalu lama. Fokus pada apa yang bisa dilakukan, pada apa yang bisa diperbuat, pada apa yang bisa dikerjakan, pada apa yang bisa diberikan. Fokus pada hal-hal yang konkret dan jangan pernah menyerah untuk terus membangun keyakinan positif pada mimpi-mimpi yang kita perjuangkan.

6. Percaya selalu skenario terbaik Allah. Ini nasihat klasik sejak saya SMA, ketika akan memutuskan untuk masuk ke univ mana. Namun ini nasehat yang selalu manjur untuk meredakan segala  kekhawatiran dalam diri. Percaya benar bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-hambaNya yang percaya. Bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan ketulusan hambaNya yang berdo’a kepadaNya, menginginkan yang terbaik tidak hanya bagi dunianya, tetapi juga akhiratnya.

#Random Financial

The Benini

last Sunday, i went to Gasibu, initially my first intention was to buy curtain for my new room. But as i walked around to find the cheapest one i ended up buy this… hehehe, here let me introduce the new resident in my room : The Benini…

Yeah,The Benini is Banana doll that i bought that time. There are reasons why I bought this doll, First Banana is my favorite fruit, i suppose this doll will remind me to eat enough fruit during my day. Second look at the expression of this doll, although there are smile in his mouth, the smile don’t reach his eyes. The expressions reminds me a lot about myself. Read this. So i suppose by this doll will always remind me to be honest to myself. Let the smile reach my eye. The last reason, I think this doll can be used as comfortable pillow in my bed. His inside is made by silicon, so he always return to his original form even I use it as a pillow.

Welcome The Benini !!

The Benini